
"Jadi kalian mau bergerak sekarang?"tanya Bia dengan wajah cemberut.
"Iyalah,masa mau nungguin adek bayi lahir,"
Jawaban dari Kanfa membuat Bia mencebikkan bibirnya menambah kekesalan nya.
"Yahhh..aku nggak bisa ikut dong,"
"Kakak aneh-aneh aja,emang kita mau berlibur,kita mau basmi virus kakak ku cantik."
seloroh Kanfa pada sang kakak.
"Kamu kan masih kecil Afa, nanti gimana kamu bisa lawan mereka?" tanya Bia pada sang adik.
"Kakak nggak inget apa yang aku bawa selama ini," ucap Kanfa dengan menaik turunkan alisnya.
"Tapi, harus hati-hati dek.." ucap Kiran pada si bungsu.
"Tenang mama,anak mama kan jagoan !!" jawab Kanfa dengan gaya tengilnya.
"Aiiisssttt dasar tengil." gumam Bia.
"Kakak masih bisa bantu Afa kok,kakak mau bantu Afa?" tanya Kanfa pada sang kakak.
Mendengar perkataan sang adik membuat senyuman sumringah terbit dari bibir Bia.
"Mau-mau,apa yang bisa kakak bantu?" tanya Bia antusias.
"Bantu doain kita semua supaya selamat,sehat sentosa kak..hahahaha," canda Kanfa dengan diiringi tawa meledek sang kakak membuat Bia langsung menjatuhkan rahangnya.
Akhirnya diputuskan untuk Bia tetap dalam pengawasan Black Diamond di bantu oleh geng Scorpion dengan arahan Harraz.
Harraz pun ikut misi sang mertua dengan si adik iparnya.Bia memberikan informasi dan sistem yang harus Harraz tahu tentang Black Diamond dan Black Panther.
"Kamu hati-hati ya A',aku sama utun nunggu kamu disini ." ucap Bia dengan wajah sedih.
Para orang tua pun melihat pemandangan yang mereka lihat hanya mengulas senyum melihat kemanjaan bumil itu.
__ADS_1
Melihat kekhawatiran di mata sang istri Harraz pun mengecup kening istrinya tanpa malu di lihat yang lain.
Padahal biasanya dia akan mesra-mesraan di dalam kamar saja.
"Sudah yah,jangan khawatir.Heii..baby aba pergi sebentar.Jagain umma nya..doain Aba semoga semuanya cepat selesai."ucap Harraz di depan perut rata istrinya.
"Aa' hati-hati yaa..," ucap Bia mengusap kedua pipi Harraz.
"Selalu sayang, kan sudah dapet bekal dari kamu," jawab Harraz dengan menunjukkan alat yang di berikan Bia pada sang suami.
Bia dan Kanfa melihat itu sontak tertawa karena alat itu yang selama ini mereka sudah persiapkan untuk menghadapi Black Panther.
Sebuah alat kejut listrik atau setrum menjadi senjata Harraz dan Kanfa.Jangan salah alat kejut listrik itu sudah di modifikasi oleh Kanfa dan Bia.Tegangan nya pun sudah Kanfa tambahkan.Untuk kemarin saja daya kejutnya bisa buat korbannya pingsan selama berhari-hari apalagi sekarang
Akhirnya Inti Black Diamond dan ada Harraz dan Kanfa yang ikut dalam misi ini.Bagi Abi ini adalah misi terakhir Black Diamond untuk membasmi musuh bebuyutan nya untuk kedua kalinya.
Mareka sudah ada di dekat dengan markas Black Panther yang ada di sebuah hutan yang jauh.
"Kanfa oke,kamu disini saja ya nak..pantau terus langsung kasih tahu kalau ada pergerakan dari mereka." ucap Abi saat ada di dalam mobil mereka.
Kanfa memang di tugaskan untuk memantau pergerakan musuh dan itu keahlian nya dengan Dewa.Mereka meretas CCTV yang mereka pasang di sebuah rumah tua yang layaknya rumah Belanda .
Mareka mengendap mendekat lokasi dimana musuh mereka berada.
Terlihat ada yang berjaga di setiap pintu.Di pintu depan terlihat mereka masih santai dan masih sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Abi menatap Harraz dan juga Vian.Abi menggangguk memberikan kode untuk mereka bergerak berpencar .Dia dan Gema pun mengambil jalan lain.
Saat Harraz dan Vian mendekat dari arah samping.Tepatnya seperti sebuah kamar.Mereja mendengar suara tangisan.Vian dan Harraz saling pandang dan mempunyai filling yang sama kalau kamar itu tempat penyekapan atau penyanderaan para korban mereka.
Vian dan Harraz menyelinap masuk ke rumah itu dan bersembunyi di balik dinding ruang penyekat.Terlihat dua orang dengan penampilan sangar ,badan tegap dan kekar yang sedang menjaga pintu sebuah kamar.
Lagi-lagi Vian dan Harraz bergerak maju mendekati kamar itu sambil menyelinap diantara barang-barang yang bisa menutupi tubuh mereka.
Saat Harraz akan menyelinap kembali tiba-tiba tanpa dia angka sebuah guci kecil jatuh dari atas lemari hias.
PRANG π’
__ADS_1
PRANG π’
Bukan hanya Harraz dan Vian yang kaget dengan bunyi barang jatuh itu.Dua orang yang berjaga di depan pintu kamar itu pun mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.
Keduanya sama-sama melangkah untuk mengecek kondisi dimana guci itu jatuh.
Saat dekat dengan Vian dan Harraz tak mereka sia-siakan.Vian memukul tengkuk leher satu orang sampai pingsan dan Harraz cukup menempelkan alat kejut listrik pada tubuh orang itu dan langsung tumbang.
"Wiihh..anj*r si bocil sama si manja bisa bikin alat begini ,hebat mereka.Tetap waspada." ucap Vian menepuk bahu Harraz.
"Siap Om.." jawab Harraz yang sempat terbengong melihat kehebatan alat yang dia bawa.
"Canggih juga bini gue,"batin Harraz bangga dengan kemampuan istrinya yang selalu buat dia geleng kepala dan ngelus dada
Vian dan Harraz melanjutkan penyergapan Black Panther dan sempat menyeret tubuh dua penjaga yang mereka tumbangkan.
Saat menyeret penjaga itu yang tadi di pukul oleh Vian sempat siuman namun gerak cepat dari Harraz yang langsung menyetrum orang itu pun akhirnya tumbang lagi.Segara Vian mengambil pistol yang ada di bawa penjaga itu.
Walaupun memang Vian membawa pistol yang biasa dia bawa.Dia mempunyai feeling mereka akan habis-habisan membasmi musuh mereka kali ini.
Vian terus saja masuk ke dalam rumah besar itu dan Harraz membuntuti nya dari belakang dan tetap dalam keadaan waspada.
Terdengar suara gaduh dari arah belakang dan benar saja disana Abi dan Gema sedang melawan para anggota Black Panther lain.
Bugh
Bugh
Mereka masih melawan dengan tangan kosong.Terlihat ada lima orang anggota Black Panther menyerang Abi dan Gema dan dengan cepat Vian dan Harraz ikut membantu menaklukkan mereka.Harraz yang membawa alat kejut pun langsung beraksi.
Harraz dengan mudah melumpuhkan kelimanya.
"Astaga,kenapa nggak dari tadi Yaz..gue udah keringetan gini baru Lo pake senjata Lo,"omel Gema.
"Hehehe sorry om Harraz lupa ..lagian lihat om sama Daddy lawan mereka pake tangan kosong jadi Ayaz ikutan aja." Jawan Harraz dengan wajah sok polosnya.
"Aiiisssttt..mantu lucknat !!" umpat Gema.
__ADS_1
Abi dan Vian hanya geleng-geleng kepala mendengar umpatan Gema pada Harraz.Demikian Harraz tak ambil pusing dengan Omelan Gema.Karena memang Harraz tahu tentang sifat Gema yang memang frontal di banding dari anggota yang lain.
Bersambung