Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Harraz Jatuh


__ADS_3

Harraz dan Bia menuju tempat dimana mereka akan melakukan balapan.


Walaupun mereka berangkat bersama namun,Bia dan Harraz tetap menjaga jarak antara keduanya.


"Akhirnya kamu datang juga King."ucap Mike saat melihat sosok Harraz datang dengan Umay disana.


"Gimana?"tanya Harraz pada dua sahabatnya.


"Malam ini bukan hanya Queen, Javier juga Andreas yang ikut balapan malam ini tapi,ada beberapa orang baru dan kita lihat dari mereka tidak bisa diremehkan.


"Sebaiknya Lo harus melakukan tenaga ekstra malam ini."ucap Tomi pada Harraz.


"Hemm.." jawab Harraz memandang ke arah dimana sang istri berada.


Di sisi lain Bia yang baru masuk ke area balapan di sambut oleh kelima sahabatnya.


"Queen !!" seru Nada dan juga Naila.


"Heii Bi,gimana udah siap..malam ini banyak yang harus kamu hadapi Bi,karena ada beberapa orang baru yang ikut dalam balapan malam ini.Kita lihat mereka orang-orang terpilih."ucap Raymond pada Bia.


"Oke, thanks infonya."ucap Bia dengan nada datar nya.


"Kita tidak ingin kamu kenapa-kenapa Bi, kamu nggak mau mundur saja?"tanya Tara pada Bia.


"Kalian sudah tahu kalau aku bilang iya nggak akan pernah berubah dengan kata tidak kan,jadi nggak perlu khawatir karena kondisi apapun nggak akan pernah buat aku berubah keputusan." ucap Bia dengan mata menatap tajam wajah Tara.


Mereka tentu tahu kalau Bia tak mudah terprovokasi oleh omongan orang lain setelah dia memutuskan sesuatu.


Sekian lama tidak melakukan balapan akhirnya mereka kembali turun ke lapangan balapan.


Semua motor peserta sudah ada di belakang garis start dan tunggu aba-aba untuk memulai sebuah pertandingan.


Bia menoleh pada Harraz yang terlihat memakai motor yang lain dahi Bia mengernyit heran.Dalam hati bertanya tanya ada rencana apa di dalam otak suaminya itu.


"All semangat !!" seru Raymond yang ada di antara para pembalap.


Terlihat ada sepuluh orang disana sekitar sepuluh orang yang akan turun ke arena balap.


Sorak sorak para penonton balapan malam ini sudah heboh meneriakkan nama para jagoan mereka.


Seorang gadis cantik dan sexy berjalan lenggak-lenggok menuju garis start dengan membawa sebuah kain dan mulai menghitung mundur untuk memulai balapan malam ini.


Brumm..


Brumm..


Brumm..


Raungan mesin motor terdengar saling bersahutan seolah menunjukkan kegagahan sang pemilik.


3.. 2.. 1...


Go..


"Brum.. Brum ..

__ADS_1


Semua peserta melaju dengan kencang dengan bersamaan merebutkan posisi yang unggul.


Posisi unggul di pimpin oleh Harraz dan juga Bia.


Keduanya sudah terhubung lewat intercom.


terlihat dua orang mengapit Mike dan juga Harraz.


"King "


Suara Bia terdengar di telinga Harraz menghubungi Harraz.


"Queen"


Harraz menjawab panggilan dari Bia untuk sebagai tanda jika alat mereka bekerja dengan baik.


Terlihat dua orang sudah menghimpit motor Queen dan juga Harraz.


"Sial kenapa gue di kepung gini." umpat Queen saat sadar dirinya di himpit orang yang sepertinya sengaja ingin mencelainya.


"Queen sekarang"


Ucap Harraz pada Bia melalui intercon yang mereka pasang.


Bia pun langsung menangkap gas motor nya langsung melesat mendahului Harraz.


Sedang dua orang yang menghimpit Queen terkejut melihat Queen yang melesat mendahului Harraz.


"Sial kenapa mereka malah mepet gue, mau apa mereka." gumam Harraz.


"Tetap fokus sayang ." ucap Bia dengan masih memfokuskan perhatian pada jalanan di depannya.


"Oke baby." jawab Harraz dengan sedikit seringai yang tak nampak dari helm full face nya.


.


.


.


"Itu kenapa King sama Queen kayak gitu mainnya " ucap Mike pada Romi yang ada di sampingnya.


"Siapa mereka ?" tanya Romi


saat melihat empat orang yang terlihat sedang berusaha mengincar Harraz dan Bia.


" Seperti nya mereka ada maksud lain sama Queen juga King deh." ucap Mike.


"Curang nih mereka !!" seru Romi melihat King dan Queen yang sepertinya sengaja dibuat kualahan.


"Rey,Lo gimana sih..lihat itu orang-orang itu kayaknya mereka ada niat terselubung." ucap Mike pada Raymond yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Kayak nya mereka ngincer King sama Queen tapi, kelihatan lebih condong ke King karena dilihat Queen sulit di jangkau." ucap Raymond


"Wahh..nggak beres nih.." ucap Mike

__ADS_1


"King !!"


"King !!"


Seru Mike dan Romi sama anak-anak Scorpion yang melihat mulai tidak fokus.


Teriakan Mike dan Romi membuat para Scorpion juga berteriak memanggil nama King.


"King !!" teriak anak-anak saat melihat Harraz oleng dan terjatuh beberapa meter dari garis finish.


Mendengar teriakan orang-orang sontak membuat Bia menoleh ke belakang saat dirinya sudah sampai di finish.


Tanpa basa-basi akhirnya Bia turun dari motornya dan berlari ke arah dimana Harraz sudah banyak yang mengerumuni nya.


"King !!" seru Bia menerobos kerumunan orang yang sudah melihat Harraz tergeletak di aspal.


"King !!" seru Mike dan juga yang lain menghampiri Harraz.


"King,kamu nggak papa?"tanya Bia masih memanggil namanya dengan sebutan King dan Bia pun membuka helmnya yang menampilkan dirinya dengan masih menggunakan cadarnya.


"Queen !!" panggil Harraz dengan mencoba membuka helm nya.Namun,dengan cepat Bia menahannya.


"Kalian bawa king ke markas !!" ucap Bia menunjuk Mike juga Romi.


Tanpa bertanya apapun mereka pun membawa Harraz menuju markas Scorpion.


Bia pun langsung memberikan kode pada beberapa anak buah Daddy nya untuk mengejar orang sudah berani mencelakakan suaminya.


Bia membuntuti anak-anak Scorpion dari jarak aman.Dia khawatir dengan keadaan suaminya.


Bia pun ikut memarkirkan motornya di antara motor para anggota Scorpion.


"King !!" seru Bia saat melihat suaminya yang sudah membuka helmnya.


"Sayang !!" panggil Harraz dengan senyuman manisnya melihat sang istri yang ternyata masih mengikuti nya.


Panggilan Harraz pada sosok yang sangat mereka tahu adalah Queen membuat para anggota Scorpion terkejut termasuk Mike dan Romi.


"Ya Allah,maafin adek A' nggak bisa jaga Aa tadi." ucap Bia memandang wajah suaminya dengan tatapan sendu.


"Kamu nggak salah, nggak papa kok." jawab Harraz menepuk-nepuk kepala sang istri dengan pelan.


"Raz biar gue obati luka Lo." ucap Mike membawa P3K di tangannya.


"Biar aku saja,sini." ucap Bia pada Mike dan meminta kotak yang ada di tangan Mike.


Mike masih dalam mode bingung dengan keadaan saat ini.Dua orang yang di kenal sebagai rival sekarang saling melontarkan kata-kata sayang dan juga perlakuan manis.


"Serahin sama dia,gue mau dia yang obati lukanya." ucap Harraz pada Mike.


Make pun menyerahkan kotak yang ada di tangannya pada Bia.


"Nanti gue jelasin,siapa dia sebenarnya." ucap Harraz yang jelas tahu dengan tatapan para anggotanya itu.


Bia pun mulai membersihkan bagian luka yang ada di kepala Harraz.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2