
Di kota yang sama Empat Inti Black Diamond kini sudah ada di sebuah markas yang didirikan oleh Black Diamond atas arahan Bia sang Queen of Black Diamond.
Tak ketinggalan juga ada Kanfa bocah yang belum genap 5th dengan setia mendampingi sang Daddy.Penampilannya layak nya anak seumuran nya namun, otak nya penuh dengan rencana.
"Gimana boy?"tanya Abi pada putra bungsunya.
"Santai dulu aja dad,memangnya daddy nggak kangen sama kakak Bia,kita ke RS dulu saja.Baru kita akan terusin misi ini." ujar Kanfa dengan santai.
"Hahh..kalau kamu begitu yang ada musuh kita akan waspada,"ujar Abi
"Tenang saja dad,Afa udah ngecoh mereka."
Keempat sekawan itu pun saling pandang dan geleng-geleng melihat sikap Kanfa yang super santai.
"Fa,ini mau perang antar geng bukan main PS." Ceplos Gema.
"Astaghfirullahal'adzim om Gema nih ,nggak bisa sabar banget.Gimana aunty Asti ngga ngomel-ngomel kalau suami nya nggak sabaran gini." cibir Kanfa dengan ekspresi konyol nya.
"Ya Allah ya Tuhanku,ngapa aku di kasih ponakan satu lagi yang super buat pusing ya Allah.Gue kira penderitaan yang aku pikir sudah berakhir saat melihat Bia sudah menikah,kenapa dia nurunin ke adeknya yang nyebelinnya berkali-kali lipat." gerutu Gema.
Plak💢
Tabokan keras di layangkan Abi pada sahabat somplaknya itu.
"Astaghfirullahal'adzim Abi,ternyata emang sifat nyebelin anak-anak Lo nggak jauh dari Lo !!" pekik Gema dengan kesal.
Dewa dan Vian hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah ketiganya.
"Sudahlah, lebih baik Kanfa sama Abi juga Kiran ke RS dulu biar kita pantau Black Panther dari sini bertiga." ujar Dewa.
"Gimana boy?" tanya Abi pada Kanfa.
"Amaannn..!"seru Kanfa mengacungkan jempolnya dengan santai.
Akhirnya Abi putuskan untuk ke RS dan dia pun ingin sekalian memeriksakan kesehatan nya yang akhir-akhir ini terbilang drop.
Kiran sangat senang akhirnya suami dan putranya memutuskan untuk menengok putri nya.Karena terus terang dia sangat mengkhawatirkannya.
Karena jarak hotel dengan RS tepat Bia dirawat tidak begitu jauh mereka sampai sana hanya menempuh perjalanan lima belas menit.
Setelah tahu ruangan Bia mereka langsung menuju ruangan putrinya itu.
__ADS_1
tok tok tok..
Kiran mengetuk pintu kamar rawat Bia.
Walaupun dalam kenyataanya Abi memprotes tindakan istrinya.Kenapa nggak langsung masuk saja kalau kata Abi.Namun Kiran ingatkan untuk sopan santun.
Ceklek
Pintu ruang rawat itu pun akhirnya terbuka muncul Harraz dengan wajah lelahnya
"Assalamualaikum.." ucap Kiran
"Wa'alaikumsalam,mama,dad,boy...masuk," ucap Harraz tak menyangka jika Keluarga istrinya itu datang.
Tanpa basa-basi akhirnya Abi pun menerobos begitu saja.
"Daddy..!!" melihat seseorang masuk dalam ruangan itu.
"Sweety..!!" seru Abi dan langsung memeluk putrinya dan mencium wajah nya dengan sayang.
Semua mata melihat tingkah Abi hanya bengong dengan tingkah manis si orang dingin dan kaku itu.
"Kenapa bisa begini sweety,are you oke?"tanya Abi penuh kecemasan.
"Lebay,kakak nggak papa kali dad.Harusnya Daddy sendiri yang harus jaga kesehatan karena suka mual-mual." ujar si bungsu yang membuat Bia melotot mendengar Daddy nya sakit.
"Daddy sakit,terus kenapa malah kesini?"
Kanfa mendengar kedua orang yang sangat lebay menurut nya itu hanya tepuk jidat.
"Kamu dengerin aja Kanfa sih,Daddy nggak apa-apa." ujar Abi.
"Mama...kangen.." ucap Bia dengan manja.
"Udah tua kali bentar lagi jadi ibu masa masih manja saja sama mama juga daddy,"
Ucapan Mak Leha pun mendapatkan respon heran dari Kiran dan Abi.
"Kakak sama abang bentar lagi jadi kakek sama nenek," ucap Nia.
Hahhh...
__ADS_1
Keduanya kompak terkejut mendengar ucapan Nia dan mengalihkan pandangannya ke Bia.
"Iya ma,dad,Bia hamil.." ucap Bia dengan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu , nggak suka kalau kamu hamil? mama seumuran kamu sudah punya kamu Bi,Ahhhh... jangan-jangan Daddy morning sickness akibat cucunya kali." oceh Kiran.
"Daddy morning sickness?" tanya Bia dengan wajah penasaran.
"Mungkin sweety,karena seingat Dad,Daddy pernah ngerasain kayak gini waktu mama kamu hamil kamu.Saat itu Daddy nggak tahu kalau mama kamu hamil."ungkap Abi mengenang masa lalu.
"Ohh..so sweet nya anak ku ini dad,hanya doa yang bisa bikin daddy nggak berdaya..hahaha.." ucap Bia nggak ada akhlak.
"Aaiiisssttt..cucu gemesin ," ucap Abi mengelus perut rata sang putri.
"Bia bukan nggak menerima anak ini dad,mam,cuma bisa di bilang ini tidak sesuai prediksi karena aku...
"Stop kak,jika kakak akan bahas yang selama ini kita kerjakan.Tenanglah,aku sudah punya jalan keluar.Kakak fokus dengan adek bayi..aku sama Daddy juga tiga inti lain yang akan membereskan nya."potong Kanfa.
Anak kecil itu tahu bahwa dirinya menantikan moments itu.Karena mereka sudah mengusik ketenangan Black Diamond untuk kedua kalinya.
"Hahhh..Unyil,kamu bilang ke daddy?!" tanya Bia dengan wajah serius.
"Iya,I'm sorry sister ,"jawab Kanfa.
"Pengkhianat !!" pekik Bia.
"Sayanggg,nggak boleh mengumpat begitu, bertutur kata dengan baik dan insyaallah akan baik untuk anak kita."ucap Harraz membuat semuanya tersenyum tipis melihat respon Bia yang menatap Harraz kesal.
"Tapi Aa,Afa sudah curang sama aku.Masa dia bocorin rahasia kita berdua sih,aku pokoknya harus ikut misi kali ini." ucap Bia
"NO...BIG NO !!" teriak Abi dan Kanfa bersamaan.
"Aisssttt...kalian kompak mau keluarin aku dari anggota?!"
"Nggak akan sayang,yang ada kamu akan tetap menjadi bagian penting kami.Ada Harraz yang menjadi pelindung ,jangan lagi berpikir untuk menghancurkan tapi, berpikirlah untuk membangunnya lebih baik lagi."ucap Abi pada sang putri memberikan pengertian.
Di rumah sakit yang sama di ruang tunggu ICU dua orang tua Hilya dengan berharap agar anaknya cepat siuman.Sungguh mereka tak menyangka jika anaknya sekejam itu dan sangat terkejut jika Hilya bisa sejahat itu pada Gus Arraz dan istrinya apalagi ini menyangkut dengan pesantren AL'FURQON.
Jihan dan Wati memang sudah menjenguk keadaan Hilya dan Jihan pun akhirnya menceritakan apa yang dia dapatkan di dalam lemari Hilya.Jihan pun tak menyangka jika Hilya sangat obsesi dengan Gus Arraz yang notabene nya sudah mempunyai istri.
Kedua orang tua Hilya sudah meminta maaf pada Kyai Said dan umi Kalsum mereka berdua jelas memaafkan Hilya apalagi dia juga bagian dari keluarga pesantren AL'FURQON.Hanya menyayangkan sikap yang di sembunyikan Hilya sungguh membuat menantunya sempat dalam bahaya dan mengingat kembali jika Bia sedang mengandung.Apa jadinya jika Hilya nekad dan Bia tidak dapat melindungi diri nya yang jelas bukan Bia saja yang menjadi korban tapi, calon anaknya pun kena dampaknya.
__ADS_1
Bersambung