
"Ayo dad,Ciayooo !!" teriak Bia dari bawah pohon mangga yang ada di belakang mansion Mahardika.
Sementara di atas pohon mangga itu ada Abi yang sedang berusaha memenuhi kemauan calon cucunya yang meminta di petikan mangga muda.Awalnya Abi akan mengambilnya dengan gala namun,Bia langsung menolak nya.
"Astaghfirullahal'adzim.. bener-bener anak ini,masih dalam perut saja sudah nyiksa Grandpa nya gimana kalau sudah lahir,"gerutu Abi berusaha naik keatas pohon.
Namun,memang mungkin ini sebuah balasan dari seorang cucu pada kakeknya yang membalaskan nasib ummanya yang dari dalam perut grandmanya tak pernah ada sosok seorang ayah dan sekarang dia seperti balas dendam.
"Ayo sayang kamu bisa !!" teriak Kiran dengan lantang dari bawah pohon mangga.
"Ya ampun Kiran,begini amat si bayi nyiksa Grandpa nya..maafin aku ya, waktu kamu hamil Bia aku nggak ada di sisi kamu,pasti ini adalah balasan dari si bayik saat ummanya di perut kamu..nasib..nasib..!!"
Mendengar perkataan Abi tiba-tiba Kiran mengingat kembali dimana dirinya dulu ingin sekali mangga muda yang di petik oleh suaminya.Namun,sayang sampai dia lahiran nggak ada sosok suami disampingnya.Apa memang calon cucunya lagi ngerjain Grandpa nya.Dari morning sickness,ngidam dan juga selalu di siksa ini itu oleh calon cucunya.
"Ayo dad,jangan cuma nangis diatas pohon..anak aku mau mangga muda !!" teriak Bia pada sang Daddy.
Mendengar teriakan putrinya entah tenaga dari mana Abi berhasil naik ke batang pohon mangga yang sudah banyak mangga bergelantungan disana.
Dengan cepat Abi memetik beberapa buah dan Harraz yang menangkap nya dari bawah pohon.Yaa..bukan hanya Abi yang di buat pusing dengan ngidamnya Bia tapi, Harraz juga..walaupun memang tidak mengalami morning sickness seperti sang mertua.Dari hamil muda sampai sekarang sudah membesar dan tujuh bulan kehamilan Bia,dia tetap saja merasakan ngidam malam-malam.
Begitulah serba serbi kehamilan Bia yang membuat heboh keluarga Mahardika.
Namun ada juga kesedihan saat Oma Hanum meninggal dunia karena memang beliau sudah sangat sepuh.Semua dendam yang dulu ada tak lagi ada di dalam kehidupan keluarga Mahardika.Semuanya sudah mengikhlaskan apapun yang terjadi di masalalu.
...***************...
Hari berganti hari dua bulan berlalu dan kandungan Bia sudah memasuki usia sembilan bulan.
"Mamaaaa !!" teriak Bia yang ada di dapur mansion keluarga Mahardika.
Kiran yang mendengar teriakan Bia dari ruang keluarga langsung berlari kearah dapur.Sampai dapur Kiran membelalakkan matanya melihat Bia yang sudah memegangi perutnya yang bersandar di dinding dapur.
"Astaghfirullahal'adzim..Bia, Masss,Ayaazzzz !!" teriak Kiran memanggil suaminya dan juga menantunya.
"Mama,sakittt...hiks hiks.." ucap Bia dengan meringis kesakitan.
"Iya sayang, sebentar ..kita kekamar kamu dulu mama bantu cek keadaan kamu." ucap Kiran
Tak lama kemudian Harraz dan Abi datang dan melihat Kiran yang sedang memapah Bia. Melihat suami dan menantunya datang pun akhirnya Kiran menyuruh menantunya untuk membawa Bia ke kamarnya dulu.Kiran ingin memastikan apakah perlu cepat-cepat di bawa ke Rumah Sakit atau tidak.Karena memang Bia yang sedari dulu susah untuk di bawa ke Rumah Sakit.
Setelah selesai memeriksa keadaan putrinya yang ternyata sudah pembukaan tiga.Dengan sabar Kiran mendampingi putrinya sementara dua pria dewasa yang ada disana pastinya hanya bisa mondar mandir dan menggerutu.
"Sayang kita bawa Bia langsung ke Rumah Sakit saja,kasihan dia kesakitan,"ucap Abi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Nggak mau dad,Bia nggak mau ke Rumah Sakit aku mau sama mama saja
lahirannya!!" tolak Bia.
__ADS_1
"Tapi sayang...
"Aku nggak mau Aa,aku mau sama mama saja titik !!" potong Bia membentak suaminya.
"Husshh kamu ini, istighfar sayang.." ucap Oma Fitri pada cucunya itu mengingat kan.
"Sayang,kita ke Rumah Sakit..nanti mama yang mendampingi kamu lahiran yaa..,dirumah nggak ada peralatan yang lengkap nak.." ujar Kiran membujuk sang putri.
"Tapi,janji mama bantu aku lahiran yaa..hiks hiks..'" ucap Bia dengan manja pada sang mama.
"Iya sayang,Ayaz minta supir siapin mobil ,kita ke Rumah sakit." ucap Kiran pada Ayaz
"Iya mah.." jawab Ayyaz langsung menuju tempat supir untuk menyiapkan mobil.
"Mama ,sama papa ikut Ran.."ucap Opa Beni.
"Lebih baik papa sama Mama dirumah saja ,Kasihan Kanfa nggak ada yang jagain ,dia pasti BT kalau kita pergi semua.Walaupun ada bibi dia pasti kesel."ucap Kiran pada mertuanya.
"Baiklah,tapi..kamu kabari terus kabar Bia ya Bi.." ucap Opa Beni pada putranya.
"Iya pah.." jawab Abi.
...****************...
Tak butuh waktu lama mereka sampai di Mahardika Hospital dan mereka sudah di sambut oleh beberapa suster dan satu dokter kandungan yang siap membantu persalinan Bia.
Para pegawai dan jajaran Rumah Sakit pun di buat heboh dengan berita soal anak pemilik Rumah Sakit yang akan melahirkan.Penerus Mahardika selanjutnya akan lahir.
Harraz dan Bia sengaja tidak melakukan USG dan keputusan itu pun di hormati oleh kedua Keluarga besar.
"Mama,sakit...Aa...kenapa sakit gini sih..buatnya awalnya sakit tapi nggak sesakit ini,kamu apain aku sih Aa...!!"
"Istighfar sayang, kamu jangan banyak teriak-teriak yang ada nanti banyak tenaga kamu yang kebuang percuma ," ucap Harraz tak menghiraukan ucapan absurd istrinya.
"Gimana dok,pembukaannya sudah lengkap?" tanya Kiran pada dokter kandungan yang menangani Bia.
"Sudah lengkap nyonya ,bisa kita mulai..
Nyonya Bia ,siap..dengar aba-aba saya kalau mules kamu bisa dorong anak kamu,jangan mengejan dulu kalau dedeknya belum ngajakin yaa..ngerti nyonya,"ucap si dokter.
"Aaa...Aa,mama..perutku melas..!!" teriak Bia.
"Ikuti aba-aba mama sayang,Harraz jagain istri kamu,kuatkan dia.." ucap Kiran pada anak dan menantunya.
"Mamaaaa..
"satu..dua..tiga..dorong nak..
__ADS_1
"Eeeeeehhhh...
"Ayo sayang kamu pasti bisa ,baca sholawat dalam hati sayang..anak kita akan lahir ,ayo umma mereka ingin ketemu kita.."
Kata-kata semangat dari suami dan sang mama membuat Bia dengan tenaga yang besar..
Setelah mengejan tiga kali seorang bayi laki-laki lahir kedunia ini..
Oek..oek..oekk..
"Alhamdulillah.. Masyaallah cucu Grandmom jagoan !!" ucap Kiran saat menerima tubuh kecil itu dari tangan dokter untuk di berikan tindakan.
"Sayang anak kita... Masyaallah, terimakasih sayang..hiks hiks.."
Harraz melihat perjuangan sang istri sungguh membuat nya semakin besar rasa cintanya pada Bia
"Aa'..perutku Meles lagi,kayak mau pup.." ucap Bia.
"Hahh..mama,Bia mau pup katanya ."
ucap Harraz pada mama mertuanya yang sedang membersihkan sang cucu.
Mendengar ucapan Harraz akhirnya sang dokter yang masih di dekat Bia pun mengecek kondisi Bia.
"Mama..aku sudah mules nih.."
"Coba kamu keluarin nak nggak papa.."ucap Kiran yang kini ada di depan jalan lahir
"Eeeeeehhhh..
"Masyaallah,dok dia kembar..!!" ucap terkejut dengan apa yang ada di depannya ternyata terlihat kepala bayi yang nongol.
"Hahh..?!!
Semuanya terkejut ternyata bayi Bia kembar dan membuat semuanya takjub.Memang perut Bia lebih terlihat besar dari ukuran wanita hamil pada umumnya.
Karena memang Bia dan Harraz kekeh kalau tidak mau USG akhirnya pun tak bisa memaksakan keputusan mereka.
"Ayo sayang sekali lagi kamu keluarkan anak kamu..!!" ucap Kiran
"Sayang kita punya anak kembar, pokoknya kamu sudah nggak usah hamil lagi,aku kasihan sama kamu kalau kayak gini.." oceh Harraz yang terlihat menangis mengingat lagi-lagi perjuangan Bia melahirkan dua buah hatinya.
Setelah sekali lagi berjuang untuk melahirkan anak nya ternyata anak kedua Bia dan Harraz itu perempuan.
Dua bayi yang terlihat sehat dan sangat dinantikan oleh semua anggota keluarga.
Bersambung.
__ADS_1