
"Gus Arraz ,Gus..Ning Bia...Ning Bia....
Tiba-tiba Wati berlari tergopoh-gopoh dengan wajah terlihat khawatir membuat semuanya langsung berlari menuju kamar Harraz.
Semuanya terkejut mendengar nama Bia disebut kelima laki-laki yang tadi sempat berdiskusi langsung berdiri dan sedikit berlari menuju kamar Harraz dan Bia.
Sebelum masuk ke dalam kamar mereka di kejutkan dengan suara benda jatuh.
Prangggg
Pranggg
"Aaaaaaggghhhh !!!"
Suara teriakan Bia membuat mereka makin panik
"Harraz tunggu !!" seru Abi saat melihat menantunya akan membuka pintu kamarnya.
"Kenapa dad,Ayaz takut Bia kenapa-kenapa.."ucap Harraz dengan wajah khawatir nya.
"*Bangs*t,mereka harus aku hancurkan,Aaaagghhhh* !!!"
Teriakan Bia membuat makin panik Harraz dan orang tuanya juga Wati.
"Astaghfirullahal'adzim ndok'," ucap Umi Kalsum mendengar umpatan demi umpatan yang diteriakkan Bia.
"Astaghfirullahal'adzim.." Tak beda dengan ekspresi Kyai Said mendengar menantunya yang lembut dan periang kini seperti monster yang sedang mengamuk.
" Biar,Daddy yang masuk ke dalam duluan."ucap Abi meminta ijin pada menantunya untuk masuk kedalam kamar nya.
"Tapi dad..
Gema menepuk pundak Harraz dan mengangguk mengisyaratkan agar Harraz percaya pada Abi.
__ADS_1
"Percayalah,Abi akan mencoba untuk memenangkan Bia Yaz.." ucap Dewa meyakinkan.
Harraz menghembuskan nafas panjang dan mengangguk.
"Bismillahirrahmanirrahim.."ucap Abi saat masuk ke dalam kamar anaknya.
Ceklek.
Pemandangan pertama kali yang di lihat oleh Abi membuat dirinya sangat terkejut dan tentunya sedih melihat putrinya yang tak baik-baik saja.
Terlihat keadaan kamar yang begitu kacau dan terlihat sosok Bia yang duduk di pojok ruangan dengan menyembunyikan wajahnya di antara dua lututnya yang dia pegang erat.
Abi langsung melangkah menuju putrinya dan membelai kepala sang putrinya yang tak terbalut hijab.
"Sayanggg ini Daddy nak..."panggil Abi dengan suara yang terdengar lembut.
Bia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Abi dengan wajah yang terlihat kuyu dan mata yang basah karena air mata yang membasahinya.
"Dad,dia muncul lagi !!" seru Bia langsung memeluk tubuh Abi dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Abi.
"Aa pasti benci sama Bia dad,apalagi kalau tahu jika istrinya seorang psikopat.Dia pasti akan benci Bia bahkan mungkin akan meninggalkan Bia." ucap Bia dengan terus menangis sesenggukan.
"Nggak akan sayang, kamu jangan negatif thinking gitu.Biar nanti Daddy yang coba bicara sama suami kamu yaa..,sekarang tenangkan diri kamu." ucap Abi mengelus surai putrinya.
" Aku nggak mau kehilangan dia dad,aku takut dia kenapa-kenapa seperti kemarin.Aku marah, sama orang-orang itu melukai milikku dad,mereka tidak akan aku berikan kesempatan untuk hidup tenang dad !!" teriak Bia dengan nafas yang memburu.
"Astaghfirullahal'adzim sweety_ Vian !! Sekarang !!" teriak Abi dengan memegang tubuh Bia yang terus memberontak melepaskan diri dari rengkuhan Abi.
Sedangkan Vian yang namanya di panggil mengumpat habis dalam hatinya mengingat sosok Bia yang terlihat tak terkendali.
"Shittt !!" umpat Vian langsung mengambil jarum suntik dan juga cairan di botol kecil dan langsung berlari menerobos masuk ke dalam kamar mendekati Abi yang sedang sibuk menenangkan Bia yang berontak.
Mau tak mau semua orang menerobos masuk ke dalam kamar itu dan betapa terkejutnya Harraz dan dua orang tuanya melihat tingkah Bia yang kesetanan mengamuk di pelukan Abi.Terlihat Vian langsung menyuntikkan cairan yang dia masukkan dalam suntikan itu dan terlihat tubuh Bia berangsur tenang dan lemas dalam pelukan Abi.
__ADS_1
Umi Kalsum yang melihat kejadian itu pun menangis dalam pelukan suaminya.Dia tak menyangka jika menantunya bisa berbuat seperti itu.
"Dad.." panggil Harraz dengan lirih mendekati mertuanya dan juga istrinya yang terkulai di pelukan sang daddy.
"Yaz,ada kamar kosong_sebaiknya kita tidurkan Bia di kamar lain.Lihat kamaru sudah hancur seperti ini." ucap Abi dengan wajah terlihat lelah.
"Ada dad,Wati _ tolong bereskan kamar ini dan buka kamar tamu."ucap Harraz memberikan perintah kepada mba ndalem dengan segera.
Abi langsung menutup kepala Bia dengan handuk yang ada di dekatnya dan mengangkat tubuh putrinya ke kamar tamu yang di maksud.
Abi merasa sedikit lega karena melihat Bia yang terlelap karena pengaruh obat bius yang disuntikkan pada nya.
"Kamu kuat nak,lawan dia dan kembalilah pada kami dan menjadi perempuan yang selalu memberikan keceriaan.Bahkan kalau perlu kamu bisa manja-manja degan Daddy,ada suami kamu yang kegantengan nya di bawah Daddy juga."gumam Abi dan mengecup kening putri nya lalu beranjak pergi dari kamar itu.
Semuanya sudah ada di ruang keluarga sekarang dengan personil lengkap ada kakak dan kakak ipar Harraz juga di sana.
"Gimana keadaan Bia tuan Abi?" tanya Kyai Said dengan wajah khawatir.
"Waduh mas,jangan panggil tuan-tuan segala.Panggil kami dengan nama saja,lagian juga umur saya dan saudara saya di bawah umur mas Said kan.. hehehe.."ucap Abi dengan sedikit candaan supaya tidak begitu tegang.
"Hahaha..baiklah baiklah,terus gimana keadaan menantu kesayangan saya Bisa?" tanya Kyai Said dengan wajah sedikit lebih baik.
"Alhamdulillah, Insyaallah nanti akan lebih baik.Dia sedang istirahat dan kami terpaksa harus memberikan obat bius padanya.Maaf jika semua ini mengejutkan kalian semua.Apalagi Harraz pastinya juga belum tahu kan,tapi..Dady yakin kamu bisa buat Bia lebih baik.Dengan cara kamu membimbing dia dengan mengaji dan juga jangan biarkan diri nya terpancing emosi yang mengakibatkan kamarahan bagian dari dirinya."ungkap Abi dengan helaan nafas yang begitu berat.
"Sebenarnya ada apa dengan Bia dad,Harraz sangat terkejut dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu."ungkap Harraz dengan rasa penasaran nya.
"Baiklah Daddy rasa kamu dan keluarga kamu harus tahu kebenaran soal Bia.Jika dengan menceritakan tentang apa yang terjadi pada Bia membuat kamu dan keluarga mu merasa tidak nyaman atau tidak sanggup hidup berdampingan dengan keadaan Bia saat ini,daddy mohon jangan pernah kasari dia dan jika kamu sudah tidak bisa menerima dia pun sebaiknya kamu pulangkan Bia dengan cara yang baik." ungkap Abi dengan wajah yang terlihat sedikit tegang.
"Sebenarnya saat usia Bia 17 tahun dia mengalami perubahan dan penyebabnya adalah karena emosi yang tiba-tiba berubah dan tak terkendali sampai sosok dalam dirinya keluar dan menguasai emosinya namanya Safitri dia adalah bagian lain dari tubuh Bia.Dia akan muncul saat Bia tidak bisa mengendalikan emosi dan juga larut dalam ketakutan yang terjadi di sekitarnya.Karena peristiwa kemarin kamu terluka,Safitri mengambil alih pikiran dan tubuh Bia dan jadilah apa yang kamu lihat tentunya.Setelah dia melampiaskan kemarahannya Bia akan demam dan tak sadarkan diri selama lebih dari 48jam dan setelah itu dia akan kembali normal.Namun,kejadian kemarin membuat sisi gelap Bia menimbulkan Safitri yang lebih mendominasi dirinya.Dia mungkin merasa gagal menjadi pelindung mu Arraz,jadi.. setelah dia siuman nanti,Daddy ingin kamu meminta Bia berjuang untuk kembali dan membiarkan Safitri pergi,karena dari kemarin mungkin Safitri merasakan kegundahan hati Bia jadi,pastinya Safitri tidak membiarkan Bia muncul dan akhirnya hatinya terluka.Jadi, daddy minta tolong dampingi Bia dan ajak dia bicara soal hal yang menyenangkan bagi kalian.Insyallah dia akan kemvali,Safitri pun akhirnya memilih pergi karena merasa sudah ada kamu yang menjaga dia." ungkap Abi dengan panjang lebar.
Harraz tak menyangka jika jiwa lain ada di dalam diri istrinya lalu,apakah selama ini dia hidup dengan Bia atau Safitri? sungguh memikirkan semua itu membuat kepala Harraz pusing.
Bersambung..
__ADS_1
Untuk jelasnya tentang apa yang terjadi pada Bia sampai seperti itu, nanti di bab berikutnya akan author jelaskan..π