Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Mantu Lucknat


__ADS_3

Bia mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang terlihat dekat dengannya.


Cup


Satu kecupan singkat dia dapatkan di bibir suaminya.Kelakuan Bia yang spontan itu membuat Harraz terkejut namun sejurus kemudian tersenyum manis pada istrinya.


"Aku mau cerita sama A'a tapi, Aa harus percaya kalau aku."ucap Bia dengan manja.


"Mulai nakal ya istriku ini."ucap Harraz memencet hidung mancung istrinya.


"Mau cerita apa, soal kamu sama Junior?"tanya Harraz lagi dan Bia pun mengangguk.


"Jadi,aku sama dia ada sebuah hubungan.Awalnya dulu iseng aja,karena dulu aku lihat Daddy yang lagi bucin banget sama mama,jadi aku nggak punya waktu sama mama juga Daddy.Aku di kenalkan dengan pergaulan di kalangan remaja,karena memang aku nggak bisa kemana-mana tanpa mama."ujar Bia memulai cerita


"Singkat cerita saat aku terakhir kali bertemu sama Junior dan mamanya memaksa dia Kuliah mengambil S2 di luar negeri.Sedang mama Junior yang sejak awal tidak suka sama aku dan kami pun akhirnya berpisah setelah itu aku memutuskan untuk pergi dari Jakarta dan meneruskan kuliah ku di Malang."ungkap Bia.


"Lalu kenapa kamu mau membayar biaya pertunangan sebanyak 30% itu?"


"Aku ingin lihat reaksi mamanya setelah tahu siapa yang punya restoran itu dan siapa yang dengan mudah memberikan bantuan sebanyak 30% biaya pertunangan anaknya ."terang Bia santai.


"Jadi ceritanya mau balas dendam,mau pamer?"


"Bukan begitu, aku ingin sia sadar masih ada orang yang lebih dari mereka tanpa harus menggembar gemborkan apa yang mereka punya."ucap Bia.


Harraz menatap lembut wajah istrinya. Dan tanpa aba-aba Harraz melahap bib*r manis sang istri.Bia yang mendapatkan serangan mendadak dari suaminya tentu merasa terkejut namun dengan cepat dia menguasai keadaan.


Bia langsung mengalungkan tangannya di leher suaminya dan membalas perlakuan suaminya dengan senang hati dan terjadilah pertarungan yang sengit di dalam sana saling mengobrak abrik mengeksplore dengan penuh semangat.

__ADS_1


Keduanya sama-sama hanyut dalam kegiatan tersebut sampai suara yang membuat mereka dengan terpaksa melepas kegiatan yang membakar kalori itu.


"Anjirrr..woii anak muda,nggak ada akhlak kalian yah..!!" teriakan dari arah bawah tepat di luar kamar Abi dan Kiran.


Abi dengan gaya berkacak pinggang di luar kamarnya .Karena walaupun kamar Abi dan Kiran ada di lantai bawah,di bagian samping kamar ada sebuah balkon yang di peruntukan oleh Abi dan Kiran untuk bersantai dan di depan nya ada kolam ikan.


Betapa terkejutnya Bia dan Harraz mendapat teriakan dari Abi dan betapa malunya kegiatan mereka kepergok Abi yang bermulut lemes dan sepedas cave cengek.


"Mas ada apa sih teriak-teriak ?!" seru Kiran yang bergabung dengan suaminya.


"Noh anak sama mantu nggak ada akhlak,masa ciu*an di balkon yang serasa dunia milik berdua.Bikin kaget saja."gerutu Abi mengadu pada istrinya.


Mendengar ucapan suaminya sontak Kiran melebarkan matanya dan menatap anak menantunya yang terlihat salah tingkah.


"Bia,Harraz masuk !!" teriak Kiran dengan kencang.


"Aa,gimana nih..Daddy bikin malu saja."ucap Bia pada suaminya .


Harraz pun tersenyum mendengar perkataan istrinya."Daddy kamu itu kaget,palingan Daddy inget jaman mudanya dulu,dia pasti juga pernah kayak gitu yang,santai saja."ucap Harraz melangkah santai ke arah tempat tidur.


"Hahh,serius Daddy sama mama pernah kayak kita.Kamu tahu dari mana A' masa kamu bisa tahu?" tanya Bia dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Harraz mengambil nafas dalam.Dia lupa kalau punya istri cerdas namun,kalau soal cinta masih hebatan Harraz walaupun Harraz tidak pernah pacaran sebelum walaupun banyak wanita yang mengaku sebagai pacarnya.


"Cuma nebak saja yang, sudah lah jangan di pikirin.Mau lanjut nggak," goda Harraz pada Bia.


Bia mendengar perkataan suaminya hanya tersenyum malu-malu.

__ADS_1


...****************...


"Kenapa kamu suruh mereka masuk sih sayang,aku mau omelin menantu lucknat itu." ucap Abi sewot karena dia merasa sial sudah melihat kelakuan pengantin baru yang buat dirinya sensi sendiri .


"Halah kamu itu,lagunya lagu lama kaset kusut.Bilang saja kamu jadi pengen kan lihat kelakuan anak sama menantu kamu itu mas," ledek Kiran pada Abi.


"Hahaha tahu aja kamu yang,boleh smangnya..aku juga sudah kangen .. hehehe." ucap Abi dengan memeluk tubuh istrinya dan membawa Kiran dengan menggendong nya.


"Aaaa...masss!!" pekik Kiran langsung memeluk leher suaminya saat Abi dengan tiba-tiba menggendongnya.


Abi hanya terkekeh dengan reaksi istrinya ." Gara-gara mantu lucknat jadi kamu siap-siap malam ini aku akan membuat kamu kayak pengantin baru yang." ucap Abi membawa tubuh Kiran ke dalam kamar mereka dan merebahkan nya di atas tempat tidur.


Lalu pasti tahu lah kalau kudanil ketemu kolemnya pastinya bakal berendam dalam waktu yang lama.Tak ada bosannya Abi memuja sosok Kiran yang dulu dia sudah renggut kesucian nya karena pengaruh obat laknat dan kini rasa cinta nya bertambah besar pada sosok yang merubah hidupnya yang dulu tak punya arah.Hanya ada keributan dalam hidupnya dan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang dengan usaha sendiri.


...----------------...


Dikamar lain sepasang anak manusia kini berbaring dengan posisi berpelukan erat setelah Harraz melemparkan godaan pada istrinya yang di tanggapi Bia dengan wajah penuh bahagia.Namun,sejurus kemudian Harraz mengatakan jika besok pagi-pagi harus ke Bandung untuk kunjungannya ke pabrik teh milik sang kakek yang kini di kelolanya.


Bia dan Harraz memutuskan untuk langsung tidur karena mereka akan datang berdua menggunakan mobil milik Bia karena sebelum kembali ke Malang mereka akan kembali ke Jakarta kembali guna memenuhi undangan dari Cassandra untuk menghadiri acara pertunangannya.


Pagi hari Harraz dan Bia pun berpamitan pada kedua orang tuanya untuk ke Bandung beberapa hari dan akan kembali saat weekend nanti.Awalnya Abi merasa kesal dengan menantunya karena dadakan memberitahu dirinya namun,dengan rayuan maut Kiran pun akhirnya memilih mengalah dari pada tidak di berikan jatah kesehatan kudanilnya.


Mobil yang di bawa Harraz dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota yang mulai ramai.Tiga jam dalam perjalanan mobil mereka pun akhirnya masuk ke wilayah di mana pabrik Teh milik keluarga Harraz berada .


Bia menyipitkan matanya melihat hamparan ladang sayur yang familiar baginya dan di lain sisi hamparan pohon teh yang terlihat hijau dan banyak pekerja pemetik teh terlihat sedang memetik pucuk daun teh dengan semangat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2