
"Apa ada masalah Ustadzah ?"tanya seseorang mengagetkan keempat orang yang sedang sibuk bersitegang itu.
"Assalamualaikum Ning,Gus,"ucap mereka menundukkan pandangan mereka.
"Wa'alaikumsalam,"jawab Bia dan Harraz.
Pandangan Bia tak lepas dari dua orang yang terlihat gelisah.
"Ada apa ini mas ?"tanya Bia pada mas santri yang menjaga pintu gerbang.
"Maaf Ning, kami dapat intruksi dari ustadz Umay untuk menutup gerbang depan karena ada pengecekan,"ucap salah satu santri disaana.
"Iya benar,saya yang kasih intruksi.Ada apa memangnya?"tanya Umay berlagak seperti biasa.
"Maaf Ustadz Umay,kurir ini mau keluar karena sudah selesai mengantarkan paket saya."ucap Hilya dengan menundukkan kepalanya.
Bia mendekati Hilya dan dengan refleks Hilya melangkah mundur satu langkah dari tempat nya berdiri.
"Ada apa ustadzah Hilya?"tanya Bia penuh selidik.
"Ahh..nggak papa Ning,saya permisi mau ngajar lagi, Assalamualaikum,"ucap Hilya berpamitan untuk pergi dari tempat itu.
Namun sayang langkahnya terhenti saat Bia menegurnya."Tunggu !!" seru Bia.
Dengan terpaksa Hilya menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Bia.Pandangan mereka saling bertemu.Melihat mata Bia membuat Hilya gemetar.
Tanpa basa-basi kotak yang ada di tangan Hilya Bia rebut begitu saja."Ning !!" teriak Hilya tanpa sadar.
"Kenapa kamu teriak pada saya Ustadzah,saya cuma mau lihat apa yang ada di dalam kotak ini.Tadi saya seperti mendengar sesuatu di sini."ucap Bia dengan santai.
Hilya mendengar ucapan Bia tentu terkejut,Hilya melirik ke arah kurir yang mengantar paket untuk Hilya.
Bia memberikan kode pada suaminya untuk berjaga jaga di samping orang itu dan benar saja orang itu hendak kabur nun gerakan Bia lebih cepat dia melempar sendalnya dan tak bisa bisa di percaya pas kena kepala orang itu dan membuat dia oleng dan tertangkap oleh Umay.
Hilya yang melihat kejadian itu pun ingin kabur namun dengan sigap juga Bia menarik lengan Hilya.
"Mau kemana kamu kutu busuk !!" ucap Bia dengan menggeram.
"Lepas,sakit..!!" teriak Hilya mencoba melepaskan diri dari cengkraman Bia.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Zaf dan Zidan membantu Bia untuk meringkus Hilya.
Tin tin
Suara klakson mobil Jeep depan pintu gerbang pesantren Al-Furqon membuat atensi orang semuanya menatap ke arah gerbang.
"Buka gerbang !!" perintah Bia dengan mata tajamnya.
Harraz yang melihat tingkah Bia beristighfar dan dengan cepat empat orang yang turun dari mobil itu menarik pria yang menjadi kurir itu dan memasukkannya dalam mobil begitupun dengan Hilya.Karena Hilya yang terus berontak membuat Bia geram dan membuat Hilya pingsan.
Mobil itu dengan cepat pergi meninggalkan Pesantren AL'FURQON sementara yang ada disana sudah heboh dengan kejadian tadi.Bia masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya.Harraz masuk ke dalam kamarnya melihat sang istri yang sudah siap dengan baju seragam hitam dengan jaket kulitnya dan juga style seorang Queen nya.
"Tunggu sebentar sayang,kamu mau kemana?" tanya Harraz dengan suara yang terdengar lembut.
"Jangan halangi gue,kalau nggak lo juga akan mat* !!" ancam Bia
"Safitri,hentikan.Tolong !!" seru Harraz kini menangkap wajah wajah Bia yang penuh dengan kemarahan.
Mendengar ucapan Harraz Bia tersenyum miring." Akhirnya kamu tahu siapa yang ada di depanmu,ikutlah !!" ucap Bia yang sudah di gantikan dengan sosok Safitri.
Dengan cepat Harraz mengambil jaket kulit dan juga memakai sepatu kets nya.Bia sudah siap dengan baju yang biasa dia pakai sebagai Queen.Harraz juga tak lupa membawa obat dan juga suntikan penenang untuk Bia nantinya jika dia rasa membutuhkan hal itu.
"Queen,King !!" seru Umay melihat kakak sepupunya dan sang istri. Melihat penampilan mereka yang biasa mereka tampilkan di arena balap.
"Kita bawa mobil ,"ucap Harraz tanpa mengindahkan seruan Umay
Bia mengangguk tanpa mengatakan apapun.Dengan cepat Harraz dan Bia masuk ke dalam mobil sport mahar Bia saat menikah dengan Harraz.
Harraz ada di balik kemudi dan langsung menancapkan pedal gas mobil mewah itu dan melaju meninggalkan wilayah pesantren.
"Itu tadi Harraz sama Bia?'tanya Husna dengan mata yang masih melotot melihat penampilan adik iparnya.
"Itu ciri khas King dan Queen Black Diamond."jawab Umay dengan santai.
"Black Diamond?" tanya mereka bersamaan.
"Ahh sudahlah ,Umay mau standby kali aja Aa bro perlu bantuan Umay," ucap Umay dengan menepuk bibirnya yang kelewat lancang mengatakan Black Diamond.
...****************...
__ADS_1
Kini Harraz dan Bia sampai di sebuah rumah yang lumayan jauh dari tempat pemukiman.Tepatnya di dekat hutan sebuah desa.
"Queen,"ucap empat orang anak buah Black Diamond.
"Dimana mereka?"tanya Bia dengan nada dingin.
"Di ruangan itu,"ucap tunjuk anak buah Black Diamond.
Tanpa basa-basi lagi dengan cepat Bia melangkah masuk ke dalam kamar itu.
Terlihat Hilya dan satu orang kurir yang berkerja sama dengan Hilya masih dalam keadaan teri*at dan mulut pun di lakban.
"Eeemmmm...EMMMMM !!" Hilya berontak dan berusaha melepaskan diri nya.
"Ho ho ho ho..ada yang mau lari dari sini,coba aku ingin lihat seberapa kuat kamu Hilya si Psiko !!" ucap Bia dengan nada mengejek.
"Safitri,jangan sampai berbuat tak terkendali." ucap Harraz yang menyusul Bia ke ruangan itu.
Bia yang sudah di gantikan dengan Safitri pun menoleh ke arah Harraz dengan mata yang menatap Harraz tajam.
"Kenapa kalau aku akan mem*un*hnya hemm? apa kamu mau menggantikan dia,Kamu ingat..aku nggak tahu apa yang ada di otaknya selama ini.Dia terobsesi dengan mu,dia berlagak baik di depan semua orang tapi,dia nggak ubahnya seorang yang punya gangguan men*al !!" teriak Safitri dengan. menatap wajah Hilya dengan garang.
"Eeemmmm..eeeeemmm...," Hilya terus saja memberontak.
Srettttt π’
Lakban yang menutupi mul*t Hilya ditarik begitu saja oleh Safitri.
"Aaaaaaa...kurang aj*r ,seta* kamu !!" umpat Hilya pada Bia.
"Wowwww...sudah pintar mengumpat rupanya,padahal mereka tidak tahu setiap harinya kamu mendoakan Bia mat* kan,oh iya...aku bawa paket yang tadi kamu terima,aku akan buka paket ini dan kamu pasti senang melihat kado spesial dari orang spesial kan,"ucap Bia tersenyum miring di balik cadarnya.
"Nggak ,jangan, singkirkan kotak itu !!" teriak Hilya menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kenapa,bukannya ini paket buat kamu,karena aku terlalu baik makanya aku buka kan dan aku serahkan ke kamu biar kamu nggak penasaran lagi kalau kamu kenapa-kenapa,"ucap Safitri mulai mengambil kotak yang tadi Hilya terima dan mengambil gunting untuk membuka kotak itu.
"Jangan !!!" teriak Hilya terlihat panik..
Bersambung
__ADS_1