Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Hemmm..??


__ADS_3

"Maaf.."


Satu kata yang terucap dari dua orang dengan alasan yang berbeda.


Keduanya saling berpelukan namun, tiba-tiba Harraz menarik tubuh Bia duduk diatas pangkuannya dan memeluknya wajahnya dia sembunyikan di ceruk leher sang istri.


"Aa,ja_jangan begini."ucap Bia tergagap mengingat posisi dirinya ada diatas pangkuan suaminya.


Terlihat pinggangnya di peluk dengan erat dan hembusan nafas Harraz pun terdengar jelas di telinga Bia.Harraz tak peduli dengan omongan istrinya.Saat ini dirinya sudah hilang akal dan Harraz terlihat sangat suka dengan wangi harum Bia.Dia terus saja mengendus leher Bia yang sampai Bia protes dengan kelakuan suaminya itu.


"Aa..," panggil Bia dengan suara manjanya.


Bia tanpa sadar menggigit bibirnya karena merasakan sensasi yang berbeda dengan kelakuan suamiya.


Harraz memalingkan wajah Bia sampai beradu pandang dengannya.


"Bibirnya jangan di gigit gitu, nanti sakit."


ucap Harraz dengan cepat Bia pun akhirnya melepas gigitan di bibirnya.


Harraz menatap bibir Bia yang begitu menggoda basah dan berwarna merah muda.Wajah Harraz sudah mendekat didepan wajah Bia.Dengan jarak kira-kira sejengkal membuat hidung Bia mencium wangi mint dari hembusan nafas Harraz


"Aa makan permen yaa?" tanya Bia lirih.


"Hemm,iya mau?" tanya Harraz tanpa menjauhkan wajahnya dan mengeluarkan sebagian permen yang ada di dalam mulutnya.


"Aa mau pelit sama Bia,sampe-sampe Bia dikasih bekas Aa."ucap Bia dan bukannya marah namun,membuat Harraz tersenyum.


"Biar lebih romantis,ayok ambil .."ucap Harraz meminta Bia mengambil permen yang ada di mulutnya.

__ADS_1


Dengan ragu-ragu Bia mengangkat tangannya dan ingin mengambil permen yang ada di luar bibir Harraz namun,tangan Bia di genggam Harraz dan melingkarkan nya ke leher Harraz.


"Aku ambil nya pake apa kalau tangan aku di sini?" tanya Bia menatap kedua tangannya yang sudah melingkar di leher suaminya.


"Pake ini...," ucap Harraz dengan membelai lembut bibir basah milik Bia.


Bia mendapatkan jawaban dan perlakuan seperti itu membuat dirinya terkejut. Mendadak tenggorokan nya terasa kering,untuk menelan ludahnya sendiri rasanya tak sanggup lagi.


"Bibir kamu gemesin,kenapa bisa gini,hemm?"


Tanpa di suruh tiba-tiba Bia memejamkan matanya.Dia begitu menikmati sentuhan lembut jari suaminya yang meraba halus di bibirnya.


"Biar lebih lembab mau nggak Aa bantuin biar lebih gemesin,biar Aa bantuin basahin,mau," ucap Harraz dengan berbisik di telinga Bia dengan suara beratnya.


Mendengar ucapan suaminya sontak Bia membuka matanya dan tepat di depan wajahnya kini wajah suaminya berada.


Harraz memiringkan lagi tubuh Bia sampai dimana Bia ada di dalam pangkuan nya dan berhadapan.Hal itu malah membuat si Otong surotong nya kembali mengembung dan begitu menonjol di bawah sana.Namun,entah karena Bia yang tak peduli atau bahkan mungkin Bia yang terlalu polos, sampai-sampai dia tak mempedulikan keberadaan si ular phyton milik Harraz yang sudah ingin mengamuk.


Bia menatap wajah suaminya dengan kagum.Dia baru sadar jika suaminya begitu tampan dan sangat menggoda imannya.


" Ternyata suamiku ganteng juga,beda jauh sama Juno..nggak ada ruginya aku nikah sama dosen killer ini."batin Bia


Bia tak peduli dengan apa yang akan dlterjadi selanjutnya.Dia pun sudah pasrah.Bagaimanapun suaminya punya hak atas dirinya.Jika Harraz ingin mengambil hak nya malam ini pun Bia siap untuk memberikannya.


Tangan Harraz tanpa sadar sudah menyingkap dasternya rumahan yang kini menampakkan paha mulus milik Bia.


Jakun Harraz sudah turun naik melihat bibir ranum istrinya.


"Kamu nggak akan nyesel dengan apa yang akan kita lakukan?" tanya Harraz dengan suara yang bertambah berat.

__ADS_1


Bia hanya menggeleng gelengkan kepalanya merespon pertanyaan suaminya.Harraz menyatukan kening mereka menggesekkan hidungnya pada hidung Bia yang juga mancung itu.


Sampai akhirnya Bia merasakan benda yang menempel di atas bibirnya yang terasa begitu lembut dan kenyal.Bibir Bia sudah basah dan semakin basah saat bibir itu mendapatkan sesa*an yang begitu lembut .


Harraz mulai memejamkan matanya menikmati apa yang dia lakukan begitu nyata pada istrinya.Bia pun ikut memejamkan matanya meresapi apa yang suaminya lakukan sampai akhirnya Bia merasakan bibi* Harraz mulai bergerak semakin menekan bibirnya dan sejurus kemudian ada sesuatu yang menelusup masuk ke dalam mulutnya dan mengobrak abrik mengeksplore dengan begitu lihainya.


Bia sudah mulai terbuai dengan perlakuan suaminya yang terlihat sangat juara bisa membuat hati Bia meleyot seketika.Apalagi dia sudah tak bisa menahan des*han yang sudah tak tertahankan oleh Bia.


Leng*hanya terdengar jelas di telinga Harraz.Hal itu membuat Harraz makin tak terkendali.Harraz menye*ap bibir manis Bia yang saat ini ibarat candu baginya.Harraz seperti tak sabaran ingin melakukan tugasnya sebagai suami.


Merekapun bahkan lupa jika sebelumnya mereka sempat marahan dan terjadi kekacauan sebelumnya.Bia yang saat ini terhanyut dengan perlakuan suaminya pun tak tahu harus bagaimana.Jangankan membalas apa yang suaminya lakukan,dia hanya bisa menikmati tanpa merespon apapun yang di lakukan suaminya.Tiba-tiba Harraz melepaskan ci****nya dan menyatukan kening mereka.Nafas mereka pun masih memburu.


"Sudah cukup untuk malam ini sayang."ucap Harraz membelai lembut wajah Bia.


Bia pun menggeleng cepat"Ng_ngak," ucap Bia lirih dengan suara seraknya dan dengan pandangan sayu.


"Nggak,nggak apa sayang?" tanya Harraz lembut.


"Aa nggak mau lagi,aku masih mau lagi."rengek Bia seperti anak kecil yang minta permen.


Mendengar ucapan Istrinya membaut Harraz tanpa berpikir lagi,langsung saja dia menerjang istrinya dengan naf*u yang semakin memuncak.Dia kini semakin menggila dari pada yang tadi. Lama kelamaan akhirnya Harraz mendapatkan balasan dari Bia.Bia berusaha mengimbangi gerakan suaminya dan Harraz dengan senang hati berperang lid*h dengan istrinya itu.


Harraz pun membaringkan tubuh Bia di sampingnya.Sepanjang malam yang mereka lakukan hanya saling bertukar sil*a.


Untuk malam ini Harraz bertekad untuk melakukan hal itu di pastikan dia akan melakukannya dengan pendekatan yang dilakukan dengan cara yang senatural mungkin.


Setelah melihat Bia yang sudah terlihat lelah akhirnya Harraz harus kembali mengguyur tubuhnya dengan air dingin kerena kegiatannya dengan istrinya itu.


Pagi pun menyapa, Bia pun melakukan tugasnya seperti biasa namun,hari ini ada yang berbeda dengan suasana hati Harraz dan Bia. Bunga-bunga cinta semakin banyak bertebaran di hati keduanya.Pelan tapi pasti,hubungan keduanya semakin lama semakin maju.Buktinya malam tadi keduanya sama-sama meluapkan rasa cinta mereka dengan memberikan sentuhan cinta satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2