
"Assalamualaikum Yaz," ucap orang yang ada di depan pintu ruangan Bia.
"Wa'alaikumsalam..Om Diki,Dini,tante Winda silahkan masuk." ucap Arraz pada ketiga tamunya.
"Maaf ya Yaz tadi Om ke pesantren dan kata Abah kamu Bia di Rumah Sakit,jadinya kami mampir kesini.
"Ohh..nggak papa Om,Harraz malah terimakasih atas kunjungan.Alhamdulillah Bia pun sudah baikan."ucap Harraz.
"Apa boleh Tante lihat Bia ?" tanya Winda dengan menundukkan pandangan nya.
"Tentu tante, silahkan.Tapi,untuk om sebentar yaa..soalnya Bia masih belum pakai niqab nya." ucap Harraz.
"Baiklah,lebih baik Dini dan Winda saja yang masuk lebih dulu." ucap Diki.
Karena memang Harraz menempatkan Bia di ruang VVIP jadinya ada dua ruangan yang berguna untuk pasien dan para tamu pasien.Jadi tidak terlalu mengganggu pasien.
Dini dan Winda membuntuti Harraz dari belakang.
"Sayang, lihat siapa yang datang !" ucap Harraz pada istrinya yang asyik berbincang dengan Mak Leha dan Nia.
Tiga orang yang sedang asyik berbincang pun akhirnya mengalihkan pandangannya pada tamu yang Harraz maksud.
Betapa terkejutnya ketiga orang itu dan juga Winda melihat keberadaan mantan mertua nya serta Nia yang ada di sana.
"Tante Winda , Dini,kalian kok bisa kesini?"tanya Bia berusaha bersikap biasa.
"A' Assalamualaikum..maaf ganggu istirahat kamu bi," ucap Winda dengan sedikit tergagap karena ada mantan ibu mertuanya .
__ADS_1
"Iya kak,tadi kita ke pesantren kata Ibu nyai mba dirawat kesini jadi aku sama papa juga umi kesini,"ujar Dini.
"U_Umi, maksudnya?" tanya Bia dengan penasaran.
"Nanti saja kita bahas Bi, Assalamualaikum Bu..apa kabar.." ucap Winda pada mantan ibu mertuanya.
"Baik,"jawab Mak Leha dengan singkat.
"Maaf bu, sebenarnya Winda ingin sekali bertemu dengan ibu untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang Winda lakukan di masalalu.Tapi, Bia bilang kalau mas Afif tidak mengijinkan kalau saya bertemu dengan kalian jadi,saya putuskan untuk menunggu dan Qodarallah Allah mengizinkan Winda untuk bertemu dengan ibu disini.Winda hanya ingin minta maaf ke Ibu dengan segala kesalahan Winda di masalalu.Menjadi menantu yang durhaka pada ibu mertuanya, menjerumuskan suami ke dalam bui.Maafin Winda Buu.." ucap Winda dengan langsung bersimpuh di depan Mak Leha.
"Tante Winda !!"
"Umi,"
"Mba.."
Tiga orang yang ada di sana terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Winda.
"Masyaallah, maksudnya Bia sedang mengandung?" tanya Winda excited .
"Waahhh..aku dapat ponakan,selamat saudaraku sayang.. !!" ungkap Dini dengan perasaan gembira.
Mengenai Dini semenjak di tempatkan di pesantren dimana Winda berada dia sudah mulai berubah lebih baik dan berkat kesabaran Winda memberikan arahan layaknya seperti ibu pada anaknya.Sedangkan Diki dan istrinya yang ternyata Diki sudah tak sanggup lagi mempertahankan pernikahan nya akhirnya menceraikan istrinya.
Winda pun akhirnya mengatakan jika dia minta doa restu pada Mak Leha dan yang lain untuk melangkah menuju rumah tangga yang baru bersama Diki yang tak lain adalah anak angkat kakek Harraz.
Mak Leha pun akhirnya memilih berdamai dengan masa lalu.Sementara Nia melihat Winda yang terlihat cantik dia pun mengagumi paras cantik mantan istri suaminya.Lalu Harraz yang tadi sempat keluar ke ruang depan pun mengatakan jika Om Diki ingin bertemu dengan Bia.
__ADS_1
Akhirnya Bia menggunakan niqabnya seperti biasa. Saat Diki,Afif dan Harraz masuk ke dalam ruangan Bia. Afif terpaku melihat Winda yang ada di sana,hatinya bergetar. Beda jauh dari dulu.Saat ini penampilan Winda sangat adem dan terlihat bersahaja.Sederhana dengan abaya dengan tudung labuh nya.
"Assalamualaikum Bia, semuanya," ucap Diki dengan ramah.
"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya.
"Aku surprise banget Om Diki sama tante Winda juga Dini dateng kesini, Masyaallah Dini pun terlihat lebih cantik dengan hijab ,semoga Allah lancarkan niat baik Om Diki sama tante Winda yaa..,"ucap Bia dengan tulus.
"Terimakasih ya nak,karena kamu juga membuat Dini menemukan sosok wanita yang mengajarkan kebaikan.Tidak serta merta tentang duniawi tapi,juga berfikir untuk urusan akhirat."ucap Diki.
"Ah iya om,ini ibu dari Om Afif dan ini istrinya Tante Nia." ucap Harraz dengan memperkenalkan dua orang yang ada disana.
Diki pun menyapa dua wanita yang dia bisa tebak bagian masa lalu calon istrinya.Diki melirik Winda yang terlihat canggung adanya Afif disana.
"Berarti,mas Rafif ini adalah mantan suami mba Winda kah,salam kenal mas..maaf tadi saya tidak tahu kalau anda mantan suaminya Winda." ucap Diki pada Rafif.
"Nggak masalah mas,lagi pula nggak ada yang salah kok sama mas,lagi pula kami juga sudah lama berpisah."jawab Rafif dengan datar.
"Bia minta maaf ya Om,kalau kemarin sempat memaksa om untuk memberikan waktu untuk Tante Winda ketemu sama kalian.Bia cuma sampaikan amanat saja."ungkap Bia.
"Itu bukan salah kamu kok Bi,itu salah tante yang sudah melibatkan kamu di masalah tante.Maaf buat kamu terpojok.Mas Rafif,dengan tulus dan dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf atas semua yang terjadi,semoga mas dan keluarga bisa memaafkan saya yang sudah membuat mas menanggung dosa saya selama ini.Saya mohon maaf ."ucap Winda dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.
"Sudahlah mba,manusia hanya hamba yang pastinya banyak dosa.Jika seseorang yang merasa dirinya lebih baik dari seorang yang penuh dosa itu adalah manusia sombong,apalagi tidak mau menerima permintaan maaf seseorang berarti dia sudah di kuasai oleh setan."ucap Nia dengan memeluk mantan istri suaminya.
"Terimakasih Nia ,kamu wanita yang baik dan pasti Allah akan selalu membuat kamu bahagia." ucap Winda tulus.
"Winda,ibu juga minta maaf selama kamu menjadi menantu ibu mungkin berbuat salah karena peran suami kamu juga.Dia tidak bisa mendidik dan membimbing kamu kejalan yang benar.Maafin ibu ya nak.." ucap Mak Leha.
__ADS_1
Winda pun berpelukan dengan mantan ibu mertuanya.Perkataan dua wanita yang penting dalam hidup Rafif membuat egonya semakin lama semakin goyah dan beranikan diri untuk menatap mantan istrinya. Walaupun menatapnya sebentar dia meyakini kalau mantan istrinya sudah berubah menjadi lebih baik bahkan lebih baik dari perkiraannya.
Bersambung