Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Pasang Perangkap


__ADS_3

"Sayang,sabar..."ucap Harraz mengusap punggung sang istri


"A'a tahu nggak, perempuan macam gini mulutnya memang perlu di ruqiah."ucap Bia


"Woww..ternyata istri kamu yang tampilannya tertutup bisa nyinyirin juga yah.."ucap Tante Iin yang menatap Bia dengan sinis.


" Sudahlah tante memang nggak pantas kalau Dini sembarangan peluk Harraz,kita bukan muhrim." ucap Harraz melerai keributan antara istrinya juga tante Iin.


"Kamu harusnya bisa didik istri kamu supaya nggak nyinyir begitu Raz,apalagi sama orang tua."ucap Iin


"Sudah-sudah kalian ini kenapa bikin ribut saja.Kalau kalian kesini cuma cari musuh lebih baik kalian pergi saja."ucap kakek Harraz.


"Kamu ngusir kita,kamu nggak lupa kan kalau kita itu keluarga kamu !!"ucap Iin geram


"Mah,kamu apa-apaan sih !!" bentak Diki pada suaminya.


"Saya inget kok tan,Maaf tan tapi..tante juga tahu kalau Bia istri saya.Dia lebih penting dari kalian !!" sarkas Harraz dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


"Sudah-sudah,kamu bawa istri anak kamu pulang saja Dik,dari pada kalian disini cuma bisanya bikin huru hara !!" tegas sang kakek dengan tatapan tajam.


"Pah..


"Kek..


Seru Iin dan Dini kaget mendengar kakek Harraz mengusir mereka.


"Itu mungkin lebih baik."ucap sang nenek menimpali.


"Nggak mau,Dini mau nginep sini."tolak Dini menatap sinis pada Bia.Tatapan Dini bukan hal yang membuat Bia takut,bahkan Bia menyunggingkan senyuman liciknya di balik niqabnya.


...----------------...


"Sayang,apa sebaiknya kita pulang saja yah,atau kembali ke rumah Enin sama aki,"ucap Harraz memberikan solusi pada istrinya karena di rumah itu ada Dini dan keluarga nya.


"Nggak usah, jangan khawatir.Aku nggak kenapa-kenapa, bagi Bia bukan pertama kali ngadepin orang kayak mereka.Bahkan dulu mama sangat sering menghadapi hal seperti ini.Kamu tenang saja."ucap Bia meyakinkan suaminya.


"Terserah kamu yang penting untuk ku,kamu orang yang paling aku cintai."ucap Harraz memeluk pinggang ramping Bia.


"Oh so sweet nya suami aku ini,hal yang paling aku nggak nyangka kalau kamu jago banget di ranjang.Buat aku amazing.. hahaha" ucap Bia menggoda suamiya.


Cup

__ADS_1


"Kamu mulai nakal sayang,aku juga nggak nyangka ternyata kamu singa betina yang kalau sudah buat aku mabuk kepayang."ucap Harraz menimpali ucapan istrinya.


"Mesum nya suami ku ini.." ucap Bia mencubit perut rata suaminya.


"Awwwstt ..kamu ternyata nakal plus aktif banget yahh,jadi pengen makan kamu sekarang nih.."goda Harraz membelai lembut pipi istrinya.


"Jangan sekarang sayang, sebentar lagi magrib lho.."ucap Bia menahan wajah Harraz yang mulai mengikis jarak antara mereka berdua.


"Aku nggak tahan yang.."ucap Harraz manja.


"Aaakkhhhh..!!" jerit Bia dengan desa*an mengiringi.


Sementara itu di tepat di depan pintu kamar Harraz ada seseorang yang sedang menahan emosinya saat dia mendengar ucapan Harraz dan Bia yang membuat hatinya terasa terbakar.


"Kurang aj*r memang kamu Bia,kamu akan tahu siapa aku.Kamu sudah merebut Harraz dari ku.Jadi,aku pastikan kamu akan ditinggalkan Harraz."gumam wanita itu yang tak lain Dini yang tersenyum licik.


...----------------...


"Akting kamu bagus juga tapi, Aa lebih suka kalau kamu yang genit nggak perlu pake embel-embel akting cuma ingin mau lihat mangsa kamu masuk dalam perangkap." ucap Harraz menjepit hidung mancung Bia dengan gemas


"Hahaha.. syukurlah Aa ternyata peka juga.Tapi,apa yang akan dia rencanakan setelah melihat kita begitu hot yaa..,"ucap Bia dengan mengetuk-ngetuk dagu nya dengan jarinya.


"Sudahlah,jangan di pikirkan soal itu.Kita siap-siap buat sholat magrib." ajak Harraz.


Sholat magrib berjamaah di imami Harraz dan juga sholat isya pun demikian.


"Wahhh..enak nih nek,ada SOP kambing buatan nenek pasti enak.Apalagi yang aku tahu banget,menu ini adalah kesukaan Kak Arraz ."ucap Dini dengan wajah bangga karena tahu kesukaan Harraz.


"Kamu masih inget aja Din soal apa yang di suka Harraz sama apa yang nggak di suka Harraz.Mama yakin lah,kamu pasti akan selalu ingat karena kalian dari kecil sama-sama.Nggak kayak orang baru yang tiba-tiba dateng tanpa permisi terus sok paling di cintai,mama yakin dia pasti nggak tahu apa-apa soal Harraz."sindir Iin


Semua yang mendengar sindiran Iin hanya bisa geleng-geleng kepala.Karena memang ,mulut lemes Iin yang sudah di kenal mereka terlalu menusuk hati.Namun,beda dengan Biaya,dia tidak merespon apapun yang di lakukan Iin untuk menyindir nya atau menyenggolnya.Yang Bia lakukan hanya fokus dengan makanan nya.


"Kak,setelah kita makan ,aku akan buatin jus belimbing kesukaan kamu.Pastinya kamu kangen sama jus buatan aku kan?"tanya Dini dengan nada manja dan terlihat begitu genit.


"Astaghfirullahal'adzim nih orang kayak ulet keket amat sih,gue sentil juga ginjal loh..!!' batin Bia melihat tingkah Dini yang terlihat caper pada Harraz.


"Terserah kamu,aku tinggal minum juga kan," jawab Harraz dengan cuek.


"Baiklah,Dini pasti akan buat jus yang paling enak dan paling buat kak Arraz ketagihan."ucap Dini dengan Pede nya.


"Bia mau jus juga,biar nenek nanti buatin buat kamu."ucap sang nenek

__ADS_1


"Nggak usah nek,kalau habis makan Bia nggak bisa langsung bisa masukin makanan lain kalau sudah makan malam."ujar Bia.


Nenek Harraz menanggapinya dengan mengangguk dan senyum pada cucu menantunya.


...****************...


"Kak ini jusnya,cobain!" ucap Dini dengan meletakkan dua gelas jus yang dia letakkan bersisian di atas meja.


"Thank's Din,"ucap Harraz dengan meneguk satu tegukan jus belimbing yang di buat Dini.


"Yes, sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku kak,dan perempuan itu dia akan pergi dari kamu."batin Dini dengan senyuman liciknya


"Din,bisa minta tolong ambilkan cemilan yang ada di dapur.Kalah nggak tahu, kamu bisa tanya Bia."ucap Harraz pada Dini.


"Oke Kak,siap laksanakan !" ucap Dini dengan wajah bahagia dan melangkah ke arah dapur.


Kebetulan Bia sedang membuat susu di dapur.


"Heh, mana cemilan untuk kak Arraz?" tanya Dini dengan angkuhnya.


"Hehh..!!" sentak Dini saat Bia tak kunjung menjawab nya.


"Hah ,Heh, Hah,heh,gue punya nama dan nama gue Bia bukan Heh..!!" seru Bia dengan menatap horor ke arah Dini.


"Nih ,bawa Sono !!" usir Bia pada Dini.


Dini tak menjawab ucapan Bia namun, dengan cepat dia pergi membawa satu toples keripik kentang kesukaan Harraz.


Saat sampai di hadapan Harraz Dini tersenyum lebar melihat gelas jus Harraz sudah kosong.


"Wahhh..kakak sudah minum jus nya sampe habis?!!"seru Dini melihat gelas yang kosong dan langsung mengambil gelasnya yang masih berisi jus belimbing penuh.


Dini pun dengan santainya meminum jus itu dengan cepat dan tandas seketika.


Melihat Dini meminum jus itu sampai tetes terakhir ada satu orang yang mengumpat habis kebodohan Dini.


"Mam*us Lo !!" umpatnya..


Bersambung


Hayoooo...

__ADS_1


Apa yang terjadi sama Harraz dan Dini??


__ADS_2