
Bia memandang hamparan ladang sayur dan pohon teh di sepanjang jalan menuju pabrik Teh milik Keluarga Harraz.
"Kenapa sayang,kamu baik-baik saja kan?"tanya Harraz menatap istrinya yang dari tadi diam saja.
"Nggak apa-apa, tiba-tiba kangen sama aki juga nini."ucap Bia menatap balik wajah suaminya.
"Aki sama nini siapa?"tanya Harraz mengernyit kan dahinya.
"Mereka itu suami Istrinya yang sudah merawat Daddy dari kecil tinggalnya di Bogor,aku jadi pengen kesana."ucap Bia menatap ke arah depan kembali.
"Bogor,nanti setelah selesai tinjau pabrik kita ke sana yah,kebetulan kakek sama nenek juga lagi ada di rumah keluarga di Bogor juga."
"Oh yah, kebetulan banget dong.."
"Iya ,niat aku kesini liat pabrik sama kebun yang ada disini dan nanti kita akan langsung ke Bogor,kita ke tempat Nini dulu baru ke tempat kakek."terang Harraz.
"Kakek sama nenek dulu tinggal di Bandung atau Bogor ?"
"Kakek sama nenek suka suka mereka mau tinggal dimana karena memang perkebunan nya sebagian besar ada di Bogor di daerah Cisarua.Disana juga ada Villa keluarga."
"Cisarua,wahhh..kebetulan banget disana rumah aku sama nini,terus di sana juga ada perkebunan sayur punya daddy,Lahh..yang kelola aki jadi Daddy terima beres."ujar Bia menceritakan tentang keluarganya yang ada di Bogor.
Harraz membawa Bia berkeliling pabrik teh,Bia sangat kagum dengan ibu-ibu yang sudah terlihat sepuh masih semangat memetik teh.Di daerah Bandung perkebunan teh milik keluarga Harraz tidak terlalu luas.Beda dengan yang ada di Bogor.Disana memang sentra pemetik teh milik keluarga Harraz sedang pabrikan nya ada di daerah bandung.Jadi setiap hari mereka akan mengambil hasil petikan yang ada di Bogor dan di kirim ke Bandung.
Selama tiga jam mereka ada di Bandung dan akhirnya mereka putuskan untuk menuju daerah Bogor.
...----------------...
__ADS_1
Saat menyusuri jalan yang menuju rumah ni Darmi mereka melewati ladang sayur milik Daddy nya.
"A'a stop di pinggir !!" seru Bia dengan menunjuk ke arah dekat ladang kol.
"Ngapain kita berhenti di sini yang,ini sudah jam empat sore lho.."ucap Harraz melihat kabut yang sudah turun.
"Aku mau lihat kebun yang sudah lama tidak aku lihat,sejak sebuah kejadian di masa lalu aku tidak boleh ke ladang lagi sama keluarga ku."ucap Bia mulai bercerita tentang kejadian yang membuat dirinya harus tidak bisa melakukan apapun dan harus dirawat dan butuh waktu yang lama.
"Kejadian?" tanya Harraz menatap Bia
"Kejadian apa?" tanya Harraz lagi.
Bia menghembuskan nafas nya dengan kasar."Waktu itu,aku liburan sama Tante Nia ke sini dan karena aku penasaran dengan proses panen sayuran akhirnya sebelum makan siang aku ke ladang sama aki,saking senangnya aku lihat kebun teh yang ada disana.Kamu tahu,saking senang nya aku sampe jatuh ke jurang.Untung....
"Sebentar,kamu pernah jatuh ke jurang terus di tolong sama cowok ?'tanya Harraz memotong omongan Bia.
"Iya ,kok kamu tahu.Tapi,aku nggak bisa ketemu sama sekali dengan orang itu.Waktu itu aku juga nggak lihat jelas wajah orang itu karena pake masker."terang Bia mengingat kembali di mana dia terjatuh ke jurang.
"Kamu, maksudnya gimana yaa Bia kurang paham."ucap Bia menatap Harraz heran .
"Begini waktu itu Aa lagi ngecek kebun teh karena kakek yang minta Aa buat manggil mandor perkebunan.Terus kata para pemetik teh kayak ada yang jatuh ke jurang dan benar ada cewek ABG yang jatuh ke jurang,cantik sih,tapi..bar_bar.Sampai aku kena cakar.Aku bantu dia naik dari jurang dan dia nemplok kayak cicak di punggung aku dan sampai barang yang aku sayang hilang entah kemana."ungkap Harraz mengingat kejadian dulu.
"Maksudnya Aa yang nolong Bia dulu.Beneran orang itu Aa,mana mungkin.Tapi,kenapa Aa nggak ngenalin aku ?"
"Gimana mau ngenalin sayanga,rambut kamu yang berantakan,wajah kamu yang belum pake skin care, dulu badan kamu nggak begini.Kamu belum berhijab sih,tapi..emang beda lho..tapi sempet aku lihat kamu tanpa hijab seperti familiar tapi,Aa lupa pernah lihat dimana ,ternyata kamu cewek ABG yang pernah Aa tolong waktu jatuh ke jurang."
"Kalau benar Aa orang yang pernah tolongin aku,Aa tadi bilang kalau Aa kehilangan barang kesayangan, apa yang ilang?"tanya Bia memastikan ucapan suaminya benar.
__ADS_1
"Sebuah kalung disana ada cincin dan juga identitas Scorpion,kenapa apa kamu pernah melihat nya?" tanya Harraz penasaran.
Bia pun merogoh slim bag nya dan mengambil kotak kecil dan mengeluarkan sesuatu dari kotak itu.Melihat benda yang di keluarkan oleh Bia sontak Harraz pun tersenyum lebar dan tanpa terasa matanya sudah berkaca-kaca.
"Apa ini yang Ada cari?"tanya Bia dengan menyerahkan sebuah kalung putih dengan identitas bertulis King Scorpion dan sebuah Cincin disana.
Harraz melihatnya dan tersenyum tipis dan memandang sang istri.
"Aa nggak tahu ini takdir atau apa yang jelas ini takdir yang di buat sama si Othor bapuk .
Ternyata Aa sudah menikah dengan perempuan yang Aa tolong dulu dan Aa sempat berharap konyol,kalau Allah menakdirkan Aa minta jodoh Aa itu gadis ABG itu.
"Maksudnya Aa?"
"Iya,waktu itu Aa masih ingat mengagumi sosok kamu tapi, memang tidak mungkin Aa mencari tahu tentang kamu lebih dalam karena Aa harus balik untuk meneruskan studi .Alhamdulillah Allah kabulkan doa Aa.Ternyata memang Allah memberitahu kebenaran tentang kamu disaat yang tepat.Kamu tahu, awalnya Aa merasa berbuat dosa karena setiap hari Aa masih mengingat kamu dimasa lalu.Aa sudah jatuh hati padamu sedari dulu.Entahlah serasa nggak masuk akal."ungkap Harraz dengan pandangan yang berbeda.
"Aa nggak tahu kenapa Aa nggak bisa lupain sosok kamu di masa lalu ,sampai kita menikah Aa memutuskan untuk bertekad melupakan gadis ABG itu.'
"Sampai tadi malam Aa sempat memikirkan bagaimana Aa harus bersikap sama kamu sementara di hati Aa masih mengagumi sosok ABG yang pernah Aa tolong.Aa ngerasa berdosa jika menerima adek tapi,pikiran Aa masih condong kesana.
Terus terang Aa sebenarnya mau bilang ini sama adek hari ini.Karena memang Aa merasa berdosa sama Adek."
" Aa yang nggak jujur, merasa Aa ini baj*ngan dan bren*sek .Apalagi saat menolak kamu beberapa kali untuk kmelakukan kewajiban kita .Rasanya nggak adil kalau Aa masih terpaku pada gadis itu dan Aa seenaknya ninanunu sama kamu."terang Harraz pada Bia
"Jadi Aa nolak adek karena sudah jatuh cinta sama si ABG itu,kenapa Aa nggak terus terang sama adek,Aa mau mempermainkan perasaan adek,Aa jahat tahu nggak sih.."ucap Bia dengan wajah kesalnya.
Yaa,alasan mengapa Harraz selalu berusaha menolak godaan dari istrinya karena di hatinya masih belum bisa melepas bayang bayang seorang gadis di masalalu.Gadis yang pernah dia tolong.Sekarang nyatanya gadis ABG itu menjelma menjadi sosok yang berbeda.Dulu si ABG itu tidak pake hijab dan punya gingsul,tampilannya pun masih terlihat khas bocah polos dan saat ini Bia yang memakai pakaian tertutup dengan kulit terlihat lebih putih dan terawat walaupun memang masih terlihat bar-bar sedang gingsulnya sudah dirapihkan.
__ADS_1
Bersambung
Yuk yang mau dauble up , jangan lupa like juga Vote dong..ππΉβ