
Abi dan yang lain tetap duduk sembari berzikir untuk menunggu waktu datangnya waktu isya.
Kini Bia duduk di depan suami nya di tangan Harraz sudah ada Iqro untuk Kanfa mengaji.
Dengan santainya Kanfa nemplok di samping Harraz yang siap untuk mendengar setoran hafalan sang istri.
"Sudah siap?" tanya Harraz pada Bia.
Bia mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.Diapun mulai menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan untuk menetralkan detak jantung nya yang terasa gugup.
Bia pun akhirnya mulai membaca Ta'awuz dan memulai dengan hafalanya surah An-Naba.Harraz menyimak dengan baik bacaan yang di ucap Bia sesekali membenarkan jika ada yang salah.
"Alhamdulilah,bagus sayang,sudah ada kemajuan yang pesat."ucap Harraz mengelus lembut pucuk kepala sang istri.
"Aamiin,berarti nanti adek bisa nagih janji Aa yaa," ucap Bia dengan menaik turunkan alisnya.
Harraz menelan silvanya mendengar ucapan sang istri."Ehhhemm..nanti kita bicarakan di kamar ya,nggak enak banyak orang kan," ucap Harraz melirik keberadaan mertuanya.
Bia mengangguk ikut melirik kearah orang tuanya.
"Sekarang giliran Kanfa yang ngaji sama Abang,oke," ucap Harraz dengan membuka iqro yang ada di tangannya.
Kanfa dengan cepat duduk di pangkuan Harraz dan mulai membuka IQRO nya yang ternyata Kanfa masih IQRO 1.Dengan sabar Harraz membimbing Kanfa , sementara Bia pun membaca Al-Qur'an.
Adzan Isya berkumandang mereka pun melaksanakan sholat Isya berjamaah.Sama seperti magrib tadi ,Harraz menjadi imam sholat.
Tak butuh waktu lama setelah sholat mereka makan malam.Malam ini sangat berbeda dengan suasana seperti biasanya.Tambah hangat dan keributan yang selalu Bia dan Kanfa lakukan.Harraz hanya bisa senyum saja melihat tingkah istrinya yang selalu usil dengan sang adik.Saat mereka akan memulai makan malam tiba-tiba terdengar suara riuh diluar mansion.
"Ada ribut-ribut apa tuh?" tanya Bia
"Duduklah, paling para biang kerok tua yang mau numpang makan di sini ." ucap Abi menahan Bia dan Harraz untuk duduk lagi di kursi nya.
Benar saja tiga orang laki-laki yang berebut masuk ke dalam mansion.
"Princess.....!!!" seru mereka dengan membawa buket bunga di tangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Melihat tingkah ketiga sahabat Daddy nya sontak membuat Bia langsung terbelalak melihat tingkah laku ketiga orang yang selalu membuat Bia pusing.
"Stop !!'' teriak Abi membuat ketiga sahabatnya berhenti seketika.
"Kalau kalian mau rusuh di sini mending kalian pikir-pikir lagi, sampai kalian buat rusuh kalian tahu akibatnya !" ancam Abi pada tiga sahabat nya itu.
Melihat tingkah laku ketiga orang itu membuat Harraz syok dan geleng-geleng kepala melihat ke absurd an para sahabat ayah mertuanya.Padahal setahu Harraz waktu mereka datang di nikahan Harraz dan Bia tak seheboh ini.
"Haii princess,Miss you..!!" seru Dewa
Harraz yang melihat Dewa ingin memeluk tubuh sang istri sontak dengan reflek menghalangi jalan Dewa sampai pada Bia.
"Maaf om bukan muhrim,dia istri saya. Kalau mau peluk boleh saya wakilkan saja." ucap Harraz dengan sedikit bergurau.
Bia terkekeh mendengar gurauan suaminya yang membuat ketiga sahabatnya daddynya manyun seketika.
" Hahahaha... om-om,liat mukanya lucu kayak ****** ayam mau bok*r.." ejek Kanfa melihat ekspresi wajah trio biang kerok.
"Siaul so bocil, bisa aja ngledek.Awas yaa..kalau minta beliin mainan lagi." ancam Gema pada Kanfa
" Yaahh,om Gema bisa nya ngacam.Nggak masalah om Gema nggak ngasih,Afa minta sama aunty Asti aja,beres." ucap Kanfa dengan santai.
"Kan om Gema yang ngajarin kita,ya nggak dek?!" ucap Bia pada sang adik
" Iya benar, om Gema kan kadang suka malak juga.Ngajarin kita bohongin aunty Asti..hehehe." ceplos Kanfa dan tidak ria dengan angka kakak.
" Hehh,jadi kamu yang sudah racuni otak anak gue sampe dia suka malakin Asti,sampe Asti kira gue pelit.Anjir emang Lo Play boy cap kura." omel Kiran mendengar aduan Kanfa soal malak memalak.
Melihat Kiran yang sudah bicara sontak membuat Gema mengkerut.
"Sudahlah jangan bikin ribut,kita mau makan malam sudah mau jam delapan.Kita makan dulu.Bia sama Harraz pun belum istirahat." ujar sang Oma Fitri melerai keributan.
Akhirnya mereka pun makan malam bersama dengan candaan yang sudah mendarah daging.Boa bersyukur jika Harraz malam ini tidak menjadi Harraz yang kaku.
...****************...
__ADS_1
Setelah selesai makan malam mereka duduk di ruang keluarga.Harraz dan Dewa main catur dan yang lain jadi pengamat.
"Bi,kamu baik-baik aja kan?"tanya Vian menatap wajah Bia.
" Baik Om,kenapa emangnya?" tanya Bia heran.
" Soal Panther.."ucap Vian lagi.
Semua orang kompak melihat kearah Harraz dan dengan sadar Arraz pun melihat semua orang melihat kearahnya.
" Ada apa sama Arraz ,ada yang salah Om?" tanya Harraz
" Nggak ada,tapi bini kau yang ada problem " ujar Gema.
Bia menghela nafas panjang.Dia paling malas dengan semua ini.
" A'a Arraz belum tahu soal Black Panther.Apa harus kita ceritakan sama A' Arraz Om." ujar Bia
" Harus,karena dia juga punya tanggung jawab yang besar untuk lindungi kamu.Kamu nggak akan merahasiakan semuanya lebih lama lagi Bi,kota juga nggak 24jam sama kamu.Bia,setidaknya kalau Harraz tahu dia bisa bantuin kita atau membantu menjaga kamu lebih ketat lagi." ujar Vian yang sudah terlihat mulai serius.
Bia menatap sang Daddy dan Daddy nya pun mengangguk mengisyaratkan agar Bia menceritakan tentang Black Diamond.
"Aa,aku harap Aa nggak kaget dengan tahu siapa kami." ucap Bia menatap wajah suaminya.
Harraz yang mendengar kata-kata istrinya malah tambah penasaran.
Kiran dan Kanfa serta kedua orang tua Abi kini sudah masuk kamar mereka.Jadi mereka tinggal ber_ enam.
" Sebenarnya ada apa ini Dad,apa ada hal yang serius?" tanya Harraz.
" Begini,dulu kami berempat bergabung dengan salah satu anggota Mafia asal Italia dan saat ini kami pun masih gabung,disini yang kita akan bahas tentang Bia.Karena istrimu ini adalah bagian dari Black Diamond seperti kami." ungkap Abi pada sang menantu.
Mendengar kebenaran soal istrinya yang menjadi anggota sebuah geng Mafia tentu dia teringat dimana dia dan Umay melihat kejadian dimana Queen dengan mudah mengalahkan orang-orang yang tiba-tiba menyerangnya dan setelah selesai menghajar orang-orang itu, tiba-tiba datang orang-orang berpakaian serba hitam dengan masker dan topi yang merapihkan kekacauan bekas Queen mengalahkan penyerang itu.
" Jadi,apa yang malam itu aku lihat..bukan mimpi Queen." ucap Harraz dengan memanggil nama Bia dengan sebutan Queen.
__ADS_1
Bia menyipitkan matanya mendengar ucapan suaminya soal malam itu,malam apa yang dimaksud suaminya ??
Besok lagi yah aku terusin...ππ