
Bab ini bercerita soal Kanfa dengan ketidak masuk akalannya.Author hanya ingin menegaskan bahwa Bia tidak sendiri ada seseorang yang siap melindungi dirinya dengan wujud yang tidak pernah orang duga.
Bab ini penuh kehaluan Author jika tidak suka tinggal Skip..
" Aku selalu kangen sama kakak,janji sama aku kakak akan baik-baik saja.Kakak bisa jadikan aku tangan kananmu.." ucap Kanfa dengan suara lirih dan hanya bisa didengar oleh Bia.
Bia tercekat sesaat ,mendengar penuturan sang adik.Dari nada bicaranya yang begitu datar dan dingin tak selayaknya ucapan anak-anak seumuran dia.
Bia mengurai pelukannya pada sang adik.Mereka saling beradu mata dan Kanfa mengedipkan sebelah matanya membuat Bia menatap tajam sang adik.
"Set*n kecil, bisa-bisanya dia."gumam Bia menggelengkan kepalanya menghilangkan apa yang sempat dia pikirkan tentang sang adik.
"Aa boleh kan aku main sama Kanfa,aku kangen banget sama adik ku ini." ucap Bia mencubit pipi Kanfa dengan gemas.
Kanfa melotot kearah Bia karena menurutnya sang kakak sangat berlebihan.
"Apa dia bilang,kangen? nggak salah,ya Allah si kakak lebay bin sompret."batin Kanfa melihat tingkah sang kakak yang berlebihan.
"Pergilah,tapi..jangan jauh-jauh."ucap Harraz mengusap kepala sang istri yang tertutup hijab.
Bia akhirnya membawa Kanfa ke taman yang ada di samping ndalem Kyai Said.
Dirasa tak ada lagi yang melihat interaksi keduanya dengan cepat Bia menarik lengan Kanfa sedikit kasar..
"Sini adek sompret,duduk!!" ucap Bia pada Kanfa mendudukkan sang adik di ayunan.
"Aisssttt kakak kasar sekali sama anak kecil,aku kan masih adik kamu kak.." ucap Kanfa dengan wajah sedih.
"Drama Lo,bilang sama kakak apa yang kamu tahu tentang Andreas?" tanya Bia pada sang adik.
"Eeehhh...sabar dong, buru-buru amat.Kakak habis sakit,jangan terlalu tergesa-gesa.Lagian kita perlu bermain cantik kak."ucap Kanfa dengan santai.
__ADS_1
"Sudah deh,sejak kapan kamu bisa seperti ini?" tanya Bia dengan serius.
"Janji,nggak bilang sama daddy juga mama?"tanya Kanfa menyodorkan kelingking nya.
"Jangan main-main bocil,mereka tidak akan mudah menyerah."ucap Bia dengan perasan yang khawatir dengan kemampuan sang adik.
"Aku juga hati-hati kak,lagian aku juga nggak sengaja nemuin soal Andreas di laptop kakak yang dulu.Niat aku cuma main game di sana ehhh..ternyata jiwa kepo ku meronta soal dokumen rahasia kakak."
"Kenapa bisa kamu bongkar-bongkar laptop kakak,terus kamu tahu apa lagi soal IT ?"
"Aku mau buat game kak asik nggak tuh?"
"Jangan becanda bocil,kamu masih kecil.Kalau ada yang curiga gimana,kalau kamu jadi incaran orang jahat gimana.Kakak nggak mau kamu kenapa-kenapa." ungkap Bia dengan menggenggam tangan sang adik.
Akhirnya Kanfa mulai menceritakan tentang apa yang dia sembunyikan dari semua orang.Dia ingin sang Kakak adalah orang yang pertama tahu akan dirinya.
Flashback On
Dimulai dari dia menemukan beberapa data dari laptop milik kakaknya karena tak sengaja saat dia sedang meminjam laptop sang kakak dengan sembunyi-sembunyi dari Daddy dan mama nya.Niat hati ingin sekedar bermain game namun entah otaknya yang terlalu jenius anak Kanfa mulai mengutak Atik laptop sang kakak.Dia penasaran dengan nama Black Panther dan Black Diamond dan dia mencoba untuk masuk ke sebuah system' yang menampilkan data tentang apa Black Panther dan Black Diamond.
Kebetulan memang Abi sedang ada keperluan dengan tiga sahabat nya itu memutuskan untuk menutipkan Kanfa pada Zero dan Noah mereka berdua adalah dua orang hacker dari Black Diamond seperti Dewa.
Melihat banyak komputer di ruangan khusus team IT membuat mata Kanfa berbinar.Terlihat para anggota sedang sibuk dan serius dengan menggunakan headphone seperti layaknya para gamer yang sedang beraksi.
Kanfa pun melihat nama di setiap meja yang memiliki arti nama-nama binatang ada Lion,Tiger,Monkey, Crocodile,Eagle.
Salah satu orang disana menyapa Abi yang Kanfa kenal dengan Noah yaitu Tiger.
"Dad,aku boleh main game nggak?"tanya Kanfa pada sang daddy.
"Boleh,nanti Om Noah siapin keperluan kamu disini.Tapi,jangan kemana-mana Daddy mau meeting sama para om kamu."ucap Abi pengelus kepala sang putra kecilnya.
__ADS_1
"Siap dad,jangan khawatir.Om-om disini juga bisa tetep fokus dengan pekerjaan kalian."ucap Kanfa ingin memanfaatkan waktunya untuk mengetahui apa yang dia ingin ketahui.
Setelah Abi pergi untuk meeting akhirnya Kanfa di bimbing ke sebuah meja yang sudah ada komputer di atasnya.Letak nya sedikit jauh dari anggota inti team hacker dan itu membuat Kanfa bersorak kegirangan.
"Monkey, Crocodile, Eagle,data orang yang perlu kalian gali informasi nya sudah aku kirim,bisa kalian cek dan hasilnya langsung kasih tahu aku." ucap Tiger.
Ketiganya pun langsung melihat ke arah komputer mereka masing-masing dan melihat ke room chatt dan melihat dua nama orang yang sedang mereka selidiki.
"Rose, Bubble gimana kerjaan kalian sudah kalian selesaikan?"tanya Tiger pada dua orang anak buahnya yang lain.
"Sudah boss,cuma memang beberapa kali BIN meminta bantuan untuk melindungi data yang sempat ada penyusup kecil dan itu buat kita sedikit kesusahan karena sepertinya dia sedang main-main."ucap Rose.
"Penyusup kecil maksudnya?" tanya Tiger bingung.
"Ada penyusup kecil yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi kami rasa dia susah di tangani dan susah di pegang."ucap Bubble.
"Ada user Id yang bernama Piglet Big dia seolah sedang meledek BIN karena tiba-tiba datang semalam dan juga tiba-tiba pergi.Tadi barisan dia muncul lagi,terus barusan dia pergi gitu aja." adu Rose.
"Kayak Jelangkung dong," celetuk Kanfa.
Semua mata menatap bocah itu yang kini hanya bisa nyengir kuda melihatkan deretan gigi yang ompong nya.
"Sorry om,becanda ." ucap Kanfa dengan mengacungkan dua jarinya βοΈ tanda perdamaian.
Flashback off
"Jadi kamu itu Piglet terus,apa mereka nggak melihat IP kamu?" tanya Bia pada sang adik kecilnya dengan suara yang hanya mereka berdua yang dengar.
"Itulah bod*hnya mereka kak.Aku sudah tahu kalau Andreas akan melakukan sesuatu pada Abang.Eiitt...tapi,kakak jangan panik dulu..aku yakin Abang nggak akan apa-apa dan Andreas akan menggunakan kakak sebagai kelemahan Abang ipar.Karena memang dia belum tahu siapa kakak dan siapa Queen."ucap Kanfa.
Bia menghempaskan punggung nya di sandaran ayunan tepat di depan sang adik.Dia akan kembali menjadi monster jika terjadi apa-apa pada suaminya.
__ADS_1
Bersambung
Author tegaskan bahwa novel ini hanya fiksi jadi ketidak masuk akalan dunia nyata di tuangkan dalam cerita penuh kehaluan.Kalau nggak suka nggak usah komentar tinggal SKIP.