Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Aku bayarin..


__ADS_3

"Bi ini kamu Bi,"ucap Junior yang reflek langsung berdiri dan ingin memeluk tubuh Bia .


Namun sayang, pergerakan nya langsung terhenti saat dengan cepat Harraz menghadang tubuh nya.


Mata Junior langsung tertuju pada Harraz yang melindungi tubuh istrinya.


"Jangan kelewatan anda,tentu anda tahu kalau laki-laki dan wanita yang bukan mahram di larang bersentuhan kulit.Jadi,jaga batasan anda.Bia adalah istri saya." ungkap Harraz dengan menatap wajah Junior dengan tatapan tidak suka.


"Hahaha..jangan ngaco,mana mungkin Bia sudah nikah dengan anda.Saya tahu kalau dia pasti nggak akan sebod*h itu membuat keputusan untuk mengacaukan cita-citanya." ucap Junior meremehkan dan terlihat tawa nya yang mengejek.


"Jo,kamu memang benar kalau aku bukan orang bod*h.Makanya aku nggak mau sia-siakan laki-laki baik macam A'Gus Ayyaz yang menjadi laki-laki idaman para santriwati, mahasiswi.Bahkan kamu tau,sampai ada yang rela turunin harga dirinya buat lamar suami aku untuk jadi yang kedua.Jadi, aku nggak salah kalau aku terima dia.Kamu tahu ,aku paling nggak suka dengan laki-laki pengecut."ungkap Bia dengan santai.


Mendengar ucapan Bia yang terasa menusuk dalam hatinya.


"Jadi selama ini kamu anggap aku tak punya pendirian?"tanya Junior dengan wajah sedih menatap Bia.


Harraz kini menangkap ada sesuatu diantara kedua nya baik istrinya dan orang yang baru Harraz kenal bernama Junior.


"Kalian kenapa sih,Junior..kamu kenal sama perempuan yang pakai pakaian aneh ini?"tanya Cassandra menatap aneh pada Bia.


"Dia adik kelas ku."ucap Junior dengan menatap Bia yang masih berdiri di samping Harraz.


"Owhh cuma adik kelas,"respon Cassandra terlihat sangat mengejek melihat sosok Bia.


"Sayang mereka klien kamu?"tanya Bia mengalihkan perhatian pada suami nya yang masih diam.


"Iya,mereka mau menyewa restaurant untuk membuat acara pertunangan mereka.Cuma memang nona Cassandra mengajukan untuk kerja sama dengan cara kita mengendorse acara mereka dengan presentasi 20-30% tapi...


"Kasih sayang,anggap sebagai hadiah buat kakak kelas ku dari adik kelasnya."ucap Bia membuat Harraz mengernyit heran dengan sikap sang istri.

__ADS_1


"Tapi sayang...


"A'a aku yang akan membayar 30% biaya pertunangan kakak kelas ku ini.Jadi bisa kan?"


Harraz menghembuskan nafasnya dengan perlahan.Entah ada apa dengan istrinya yang tiba-tiba ngotot untuk membayar 30% biaya pertunangan klien nya itu.


"Nggak perlu,aku masih mampu untuk membayar secara full."tolak Junior yang sudah merasa cukup kesal dengan sindiran Bia.


"Yakin,lumayan lho 30% itu,bahkan kalau mama kamu tahu pasti akan senang.Biarkan aku bisa berguna untuk kakak kelasku yang dari dulu terlalu baik padaku."ucap Bia dengan senyum miring namun,sayang senyuman itu terhalang niqab yang menutupi sebagian wajahnya.


"Kamu baik banget ternyata, walaupun pakaian kamu nggak seperti orang pada umumnya ternyata kamu sangat baik.Terima kasih...


"Bia ,nama saya Abia Kiradzki istri dari owner restaurant ini nona."ucap Bia dengan mengulurkan tangannya pada Cassandra.


Cassandra pun menyambut tangan Bia dengan senang hati."Terimakasih nona Bia,pasti mama Grace akan senang mendengar kalau teman Junior ikut partisipasi."ucap Cassandra dengan wajah senang.


Walaupun cuma 30% bagi Cassandra itu sebuah penghematan biaya yang pastinya akan membuat dirinya untung dan pastinya calon mama mertuanya sangat senang.


Kesepakatan yang di putuskan oleh Bia dan Cassandra membuat Junior merasa harga dirinya tergores sedangkan Harraz dengan tanpa banyak tanya dia menyetujui permintaan sang istri.


...****************...


Harraz dan Bia saat ini sudah bersama keluarga nya berkumpul di meja makan.


"Kak tadi kamu ketemu Juno?"tanya Abi tiba-tiba menanyakan soal Juno.


Bia yang mendapatkan pertanyaan itu langsung menghentikan makannya.


"Mas apa-apaan sih,kenapa bahas Junior yang nggak penting untuk di bahas."ucap Kiran kurang suka dengan pembahasan yang Abi lontarkan.

__ADS_1


"Mas cuma nanya Bia,apa dia ketemu sama si batokok Juno sok ganteng itu.Nggak ada maksud apapun.Kalaupun Harraz tahu kan nggak masalah,Juno sama Bia pun akhirnya memilih pisah karena memang harus begitu.Mana mau anak ku ikut sama mereka,kamu lihat sendiri kan mamanya Juni yang sok cantik itu bilang anak kita nggak selevel terus dia sama kita pun berbeda,kita bersebrangan."ungkap Abi membeberkan siapa Junior dalam hidup Bia sebenarnya.


"Jadi Junior itu pernah pacaran sama Bia,tapi kenapa Bia dengan santai mau menanggung biaya pertunangan dia sebanyak 30% itu.Apa Bia masih belum move on dari Junior.Aku lihat juga Junior saat mendengar kalau aku suami Bia dia terlihat sangat sedih."batin Harraz yang masih terlihat santai menyantap makan malamnya.


"Bia ketemu kok, nggak masalah juga kali dad ,mam,aku sama dia memang sampai kapan pun nggak akan bisa sama-sama,apalagi keyakinan kita beda dan pastinya mamanya nggak akan pernah bisa menerima Bia dari dulu,apalah Bia ini hanya anak seorang suster yang hidupnya sederhana.Lagian aku bersyukur kalau saat ini aku dapat yang lebih baik dan nggak salah Allah memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan dad."ujar Bia panjang lebar.


"Harraz kamu nggak perlu khawatir soal Bia sama Juno itu, Daddy dari dulu nggak suka juga sama cowok tengil itu."ucap Abi pada menantunya itu.


"Iya dad,Harraz percaya sama Bia kok."ujar Harraz menatap wajah istrinya dengan pandangan yang susah diartikan.


Makan malam mereka pun berakhir dan sekitar jam sepuluh malam Bia sudah masuk ke dalam kamar nya.


Dia melihat sosok suaminya yang sedang sibuk nyebat di balkon kamar nya.


Bia dengan perlahan mendekati sang suami dan memeluk tubuh suaminya dari belakang.Harraz yang terkejut dengan tindakan Bia yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Maafin aku ya A',jangan marah sama aku yaa, hiks hiks ." ucap Bia dengan menciumi punggung suaminya dengan tangisan yang sudah pecah.


Bia merasa takut jika suaminya marah padanya apalagi melihat Harraz yang terlihat diam dengan semua yang dia lakukan tadi siang.


Harraz mematikan rokoknya dan membalikkan badannya menghadap ke sang istri."Kenapa nangis hemm?"tanya Harraz dengan menghapus air mata yang jatuh dari mata sang istri.


"Aa marah sama Bia kan,maafin Bia yaa..," ucap Bia membenamkan wajahnya di dada sang suami.


"Sayang, kamu nggak salah apapun kenapa Aa harus marah,setiap orang pasti punya cerita di masa lalu.Aa'percaya kalau apa yang kamu lakukan pasti kamu sudah memikirkan apa akibatnya.Aa tinggal nunggu kamu siap cerita sama A'a."ungkap Harraz mencium pucuk kepala sang istri.


Dalam hal ini Bia merasa sedikit lega karena sang suami memahami dengan apa yang dia lakukan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2