Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Melihat Dini meminum jus itu sampai tetes terakhir ada satu orang yang mengumpat habis kebodohan Dini.


"Mam*us Lo !!" umpatnya.


Sesaat setelah Dini meminum jus nya tiba-tiba Harraz merasakan sesuatu yang membuat dirinya mengusap tengkuknya dan merasa gelisah.


Melihat reaksi Harraz,Dini tersenyum tipis.


"Kak Arraz kenapa,kayak gelisah gitu?" tanya Dini dengan wajah yang terlihat bingung.


"Ahh,nggak apa-apa..cuma kok rasanya gatal juga panas Din.."ucap Harraz mengusap peluh yang membasahi tubuhnya.


Dini yang melihat Harraz pun bergerak mendekati Harraz dan ingin menyentuh Harraz namun, tiba-tiba ada tangan lain yang menyingkirkan nya dengan kasar bahkan mendorong tubuh Dini menjauh dari Harraz.


"Hehh..kamu apa-apaan sih, dorong-dorong saya kayak gitu !" sentak Dini.


"Kenapa,nggak terima? asal Lo tahu apapun yang akan Lo lakukan pada suami gue,akan gue pastikan bahwa rencana Lo akan gagal !!" bentak Bia dengan menatap tajam kearah Dini.


"Sayang,sudahlah...aku sudah nggak tahan."ucap Harraz dengan pandangan yang sayu.


Mendengar ucapan suaminya Bia menarik tangan Harraz untuk segera masuk ke dalam kamarnya.


Sementara Dini melihat Harraz yang di bawa pergi Bia sontak membuat dirinya geram.Namun, ekspresi nya berubah aneh saat tubuhnya merasakan sesuatu yang aneh.


Tubuhnya merasa gatal,suhu tubuh nya meningkat dan juga terlihat keringat dingin mulai mengucur deras di tubuhnya.


"Ada apa dengan tubuh ku.Nyata-nyata tadi aku lihat Harraz sudah minum habis jus yang aku buat yang sudah aku kasih obat perangsang.Kenpa aku jadi kayak gini.." gumam Dini yang seperti timbul sesuatu dari dalam tubuhnya dan perlu di tuntaskan.


"Sial,ada apa sama aku.."batin Dini mengumpat habis dirinya.


Didalam kamar Harraz dan Bia kini Harraz mulai tak bisa mengendalikan dirinya.


"Kamu minum seberapa banyak A'?" tanya Bia saat melihat suaminya yang terlihat tak nyaman.


"Sedikit,sayang aku butuh kamu.."ucapnya dengan mata sayunya.


"Lak...kkhhh and"

__ADS_1


Belum juga menyelesaikan ucapannya kini Harraz sudah membungkam mulut Bia dengan bibirnya.


Harraz yang terkena efek dari obat yang di campurkan ke jus belimbing yang di berikan Dini membuat dirinya sangat tak terkendali.


Walaupun memang Harraz hanya meneguk sedikit minuman luknat yang sudah di beri obat perangsang oleh Dini namun,nyatanya dia tak bisa berbuat lembut pada Bia malam ini.


Walaupun dia ingin tak berbuat kasar namun, tidak duluan prakteknya.Sungguh Bia merasakan kewalahan luar biasa malam ini.Tenaganya terkuras habis karena kelakuan suaminya itu.Belum lagi hilang efek malam pertama dengan Harraz dan saat ini Harraz melakukan nya dengan efek obat membuat semakin Bia merasakan sakit di pangkal pahanya tepat di daerah sensitif nya.


...----------------...


Sedangkan Dini yang saat ini tersiksa dengan apa yang dia rasakan saat ini.Dia malah keluar dari kediaman keluarga Harraz dan berpikir jika udara puncak yang dingin membuat dia bisa mengurangi efek samping dari obat itu.


Dini berjalan menyusuri jalan desa yang di kanan kirinya hanya ada kebun teh dan rumah warga yang terlihat jarang-jarang.


Saat di sebuah pos tempat biasanya anak-anak nongkrong berada dia tetap berjalan dengan masih merasakan panas di tubuhnya.


"Neng geulis bade kamana,sok mau Aa temenin."


Ucap satu dari tiga pemuda yang sedang menikmati minuman haram mereka.


"Gue nggak ngerti Lo ngomong apa yang jelas Lo jangan ganggu gue !!" bentak Dini pada pria tersebut.


ledek permudah nomer dua dengan nada menggoda.


"Ayo sini,gabung saja sama kita.Mau kemana malem-malem nggak ada hiburan disini.Biar kami yang hibur si Eneng."ujar pemuda nomer tiga dengan beranjak dari duduknya melangkah mengikuti langkah Dini yang mulai sempoyongan.


Ketiga pemuda itu saling pandang dan menyeringai jahat.


Ketiganya melangkah mendekati Dini dan sedetik kemudian mulut Dini sudah di bungkam oleh salah satu pemuda mabuk itu.


"Aaaaaaa...tolll..


Jerit Dini saat mulutnya di bungkam seseorang di tempat yang tak begitu terang.Hanya ada cahaya remang-remang.


Tubuh Dini mendapatkan sentuhan tiba-tiba bereaksi.Ketiganya nya pun tersenyum jahat.


Bahkan mereka kaget saat Dini menarik baju salah satu pemuda itu sampai kancing baju pemuda itu berhamburan.

__ADS_1


Malam ini adalah keberuntungan Tiga pemuda yang mabuk itu mendapat seorang gadis yang saat ini tak gadis lagi.Setelah di gil*r tiga orang.


Ketiga pemuda itu sungguh sangat di buat terkejut dengan reaksi Duni saat menlreka menyentuh Dini.


Mereka yang melihat Dunia yang awalnya menolak dan mereka pun hanya sekedar ingin menggodanya namun,bukan berarti mereka tidak memanfaatkan kesempatan yang ada.


Apalagi Dini yang menyerang mereka.Dini begitu buas seperti macan betina yang sedang mengamuk,memberikan kesuciannya entah pada siapa.Dini tak sadar jika malam yang indah dalam bayangannya adalah malam kehancurannya yang telah berusaha untuk bermain licik dengan menjebak Harraz dalam permainannya.


"Gila wanita ini benar-benar nggak ada capeknya.Bahkan kita bertiga di bantai olehnya."ucap pemuda satu pada kedua temannya.


"Terus kita apakan dia sekarang,masa mau di taro sini aja."ucap pemuda ke tiga.


"Kita harus gimana,biarin lah dia disini.Dia yang mau disini.Sekarang kita pulang saja.Lumayan capek juga walaupun dia yang kerja keras."ucap pemuda nomer dua.


"Ed*n,malam ini kita tidak perlu bayar seperti biasa,kita sudah dapat gadis yang masih rapet lagi.Tapi, kayaknya dia tidak pernah terlihat disini."ucap pemuda nomer satu.


"Bod* amat yang jelas sekarang aku mau pulang capek,lengket juga.Ngantuk mau tidur."ucap pemuda nomer tiga.


Akhirnya mereka tanpa perasaan meninggalkan tubuh Dini begitu saja di gubug tempat istirahat para pemetik teh dengan keadaan yang menge*askan.


Di kamar Harraz dan Bia sudah tiga kali Harraz menumpahkan lahar panasnya karena pengaruh obat laknat itu.Kini tubuhnya sudah terbaring di samping Bia yang sudah pulas dalam balutan selimut setelah Harraz membantunya membersihkan diri.


"Maafin aku sayang, kamu pasti tersiksa dengan apa yang aku lakukan barusan."gumam Harraz dengan mengecup kening istrinya.


......................


Pagi hari ,di rumah keluarga Harraz heboh karena Iin tidak menemukan Dini di kamar yang biasa dia tidur .


"Kamu sudah cari ke sekeliling rumah mah?"tanya Diki pada istrinya.


"Sudah pah,tapi nggak ada Diminta dimana-mana."jawab Iin dengan perasaan cemas.


"Harraz kamu lihat Dini dimana?" tanya Diki saat melihat Harraz yang terlihat baru bangun tidur karena memang terlihat muka bantal nya yang masih jelas terlihat.


"Nggak tahu, terakhir semalam...


"Semalam apa Harraz,kamu sama Dini ngapain hah?!" bentak Iin pada Harraz.

__ADS_1


Mendengar tuduhan Iin sontak Harraz memandang tajam tantenya.


Bersambung


__ADS_2