Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Pesantren At'Tahrim


__ADS_3

Benar saja sesuai dengan rencana awal Dini ikut dengan saran Harraz dan rencananya Harraz beserta Bia juga Diki akan mengantarkan Dini ke pesantren yang terletak di sebuah daerah di Jawa Timur.


Harraz di bantu oleh abangnya Zaf pun akhirnya memunculkan untuk mengantarkan Dini secepatnya.


Sementara Iin dengan pendiriannya tetap tak ingin ikut akhirnya pun Diki tak mau memaksakan kehendaknya.


Mereka berempat mendatangi pesantren yang didirikan oleh salah satu sahabat Abah Said yang ada di daerah Mojokerto.


Harraz dan rombongan di jemput oleh orang kepercayaan Harraz yang ada di Surabaya.Mereka menggunakan mobil menuju pesantren yang di maksud.


Pesantren At-Tahrim mereka sudah sampai di depan pesantren yang memang tak sebesar pesantren AL'FURQON milik Abah Said.Namun, pesantren itu memang di khususkan untuk menampung orang-orang yang ingin belajar untuk lebih baik lagi dalam segi pendalaman agama.Kebanyakan dari orang yang ada disana kebanyakan mempunyai masalah yang dihadapi seperti bekas para PS* ,para narapidana ,Juga ada korban-korban seperti Dini.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ," ucap Harraz dengan rombongan.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..."sambut seorang laki-laki yang berumur kurang lebih seumuran dengan Zafri kakak pertama Harraz.


"Masyaallah Tabarakallah Gus Arraz, Alhamdulillah akhirnya njenengan Sudi menginjakkan kaki di tempat yang sederhana ini,monggo monggo .."ucap pria itu ramah menyambut kedatangan Harraz serta rombongan.


"Masyaallah mas,maaf jika kedatangan kami kurang berkenan si hati panjenengan."ucap Harraz dengan santun.


"Nggak apa-apa saya malah senang kamu datang kemari,mas mi juga sudah bicara sama saya dan kebetulan Abi juga sedang tidak di tempat.Makanya saya yang bisa bertemu dengan Gus Arraz ."ucap pria itu.


"Maaf mas ini Istri saya Bia dan ini om saya Diki dan ini anak beliau Dini yang akan tinggal disini."ujar Harraz mengenalkan istrinya pada pria itu.


"Iya saya Ilham anak dari Abi Yahya sahabat Abah Said ."ujar nya mengenalkan dirinya.


"Masyaallah Alhamdulillah saya beruntung bisa berkenalan dengan seorang pria Sholeh biasanya saya bertukar pikiran dengan keponakan saya dan sekarang tambah orang Sholeh yang saya kenal."ucap Diki dengan wajah penuh kebahagiaan


Bagaimanapun disini nanti Dini akan tinggal sementara dan juga pastinya dia akan selalu merepotkan anggota pesantren At'Tahrim


"Om bisa saja,kita adalah saudara.Sebagai saudara pun sudah pasti wajib membantu saudaranya yang lain saat dalam kesusahan.


"Assalamualaikum.." seorang wanita berhijab keluar dari arah dalam dengan membawa nampan berisi beberapa cangkir di atasnya.


Mata Bia membola saat melihat sosok perempuan yang dia kenal.


Perempuan itu pun menaruh cangkir-cangkir yang di bawanya di atas meja tanpa melihat orang-orang yang ada di sana.Saat perempuan itu akan undur diri tiba-tiba Bia memanggil nama seseorang.

__ADS_1


"Tante Winda..!!" panggil Bia


Perempuan yang baru saja akan melangkah pergi dia menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuhnya.


Bia berdiri dari duduknya melangkah mendekati perempuan itu yang menampakkan wajah bingung.


"Si_siapa yah?"tanya Winda dengan wajah bertanya-tanya.


"Tante apa kabar,ini Bia tan..masih ingat nggak?" tanya Bia dengan penuh kehati-hatian.


"Bi_bia, maksudnya Bia anak Tuan Abian ?" tanya Winda dengan wajah yang terlihat berubah sendu.


"I_iya tante,saya Bia anaknya Daddy Abi.Tante kenapa bisa disini?"tanya Bia penasaran.


"Saya memang tinggal disini."ucap Winda dengan menundukkan wajahnya.


"Bisa kita bicara tan,Bia pengen banget ngobrol sama tante.. Ustadz apa boleh saya minta ijin untuk bicara sebentar dengan saudara saya ?"tanya Bia pada Ilham


"Silahkan Ning, mba Winda bisa ikut Ning Bia kok.."ucap Ilham.


"Terimakasih ustadz."ucap Bia


...****************...


Kini Bia dan Winda duduk di sebuah dipan bambu dengan pemandangan sawah di depannya dan serta parit.


Tempat itu masih ada di wilayah pesantren At'Tahrim.


"Tante,Bia mau minta maaf soal apa yang terjadi sama Tante dulu.Kalau Bia nggak memperpanjang masalah dulu mungkin Tante nggak seperti ini."ucap Bia dengan tulus.


"Kenapa minta maaf,saya malah terima kasih sama kamu.Kalau dulu kamu nggak menegur kesombongan saya mungkin,saya dan mas Rafif akan mengalami hal lebih buruk lagi.Semenjak mas Rafif menalak saya,saya tinggal di Bogor dan satu hari saya merasa hidup saya sangat suram sampai akhir saya bertemu dengan Marhamah istri dari ustadz Ilham.Beliau menyuruh saya datang kemari untuk menenangkan diri ."ungkap Winda


"Istri Ustadz Ilham,dimana beliau?"tanya Bia karena semenjak tadi dia tak melihat sosok yang di sebut Winda.


"Beliau sedang mengajar dan juga mengontrol pesantren.Nanti bisa ketemu sebelum makan siang.Biasanya beliau sudah pulang ngajar jam sebelas."ucap Winda.


" Tan,apa tante masih komunikasi dengan om Rafif?" tanya Bia dengan pandangan yang sulit diartikan menatap Winda.

__ADS_1


"Sejak kita berpisah nggak ada komunikasi Bia,kenapa?"


"Tante sudah menikah lagi?"


Winda tersenyum mendengar pertanyaan Bia


"Kamu ini masih seperti dulu,nggak ada basa-basi kalau nanya."ucap Winda terkekeh mengingat mulut pedas Bia dulu.


"Hehehe..sudah biasa tan,maaf kalau salah ."


"Tan_tante belum kepikiran Bi,masih ingin memperbaiki diri.Oh iya,om kamu bagaimana?" tanya Winda maksudnya menanyakan Rafif.


"Om Rafif sudah menikah lagi dengan sepupu mama Bia,mereka tinggal di Malang sama eyang Leha."ucap Bia.


Winda menghela nafas panjang.Ada rasa sesak dalam hatinya dan ada rasa yang masih mengganjal di hatinya.


"Kenapa tan,apa ada masalah?"tanya Bia lagi melihat wajah Winda yang mendung.


"Tante masih punya keinginan untuk meminta maaf ke ibu,tapi..tante takut.Takut karena kesalahan tante yang banyak dan begitu menyakiti hati beliau."ungkap Wind dengan sedih.


"Tante,apa yang terjadi memang sudah menjadi tapi, jika niat baik kita lakukan Insyaallah suatu saat akan di Qobul sama Allah.Nanti, biar Bia bantu ngomong sama Eyang."ucap Bia menggenggam tangan Winda


Winda tersenyum tipis melihat Bia yang dulu dia lihat begitu tomboi dan juga berpakaian pres body sekarang penampilan nya 180Β° berbeda.


"Terimakasih , tapi jika ibu nggak sudi bertemu jangan di paksa ya Bi,tante bisa ngerti perasaan Ibu pasti kecewa atau bahkan sakit hati sama tante."ucap Winda


"Iya tan,"jawab Bia dengan singkat.


"Kamu sekarang sudah menikah,tadi itu suami kamu?"tanya Winda yang penasaran dengan kehidupan Bia.


"Alhamdulilah tante, Bia sudah menikah dengan Gus Arraz anak Kyai Said dari Malang,oh iya Bia minta tolong,titip saudara suami Bia namanya Dini ,dia sedang menghadapi ujian dalam hidupnya tan"ucap Bia


Dia pun menceritakan tentang Dini secara garis besar.Bia pun merasa lebih tenang karena ada orang yang bisa di percaya untuk menjadi teman Dini sekaligus bisa menjaga Dini yang notabene nya mengalami trauma.


Bersambung.


Untuk yang bingung siapa Winda dia ada di cerita "Menikah Muda" yang pernah terlibat masalah dengan Bia karena kasus ponsel.

__ADS_1


Untuk latar Pesantren hanya khayalan author yaa..πŸ™


__ADS_2