
Hari dimana kompetisi sudah tiba.Bia seperti biasa dengan pakaian tertutup nya dengan warna hitam nya.
Kompetisi pun sudah mulai.Sorak Sorai dan juga ketegangan mewarnai kompetisi.
Para santri di golongkan sebagai zona.Sedangkan Bia dia meminta untuk di zona Ustadzah.Walaupun Harraz sedikit ragu namun,dia percaya kemampuan Bia yang tersembunyi.
"Ning Bia,maaf ada paket buat Ning Bia." ucap salah satu mba ndalem yang menghampiri Bia di tribun penonton.
"Dari mana?"tanya Bia dengan sedikit keras karena memang disana ramai sekali.
"Nggak tahu ning,nggak ada nama pengirimnya."ucap sang mba ndalem.
"Baik mbak,saya terima.Terimakasih yaa.." ucap Bia dengan menganggukkan kepalanya.
Akhirnya mba ndalem itu undur diri dan Bia melihat kotak yang ada di tangannya.Dia menghela nafas panjang.
"Dia mengirim teror lagi rupanya, kamu salah cari lawan sayang.."gumam Bia senyum devilnya terbit di balik cadar yang menutupi sebagian wajahnya.
Mata belinya terlihat melirik ke sana kemari, seperti nya musuh dia ada di sekitar pesantren.
"Dia akan bergerak di saat acara penting nanti di pesantren."ucapan Kanfa yang terngiang dalam otak dan pikirannya.
Bia berusaha untuk tenang dan tak terpengaruh dengan kotak yang ada di tangannya.Sampai tepukan pelan di bahunya mengalihkan pandangan ke orang yang sudah ada di sampingnya.
"Kotak misterius lagi ndok'?"tanya Umi Kalsum pada sang menantu dengan sedikit berbisik.
"Iya umi,nanti aku akan membukanya.Setelab kompetisi."ucap Bia.
"Lebih baik begitu,jangan sampai konsentrasi kamu terganggu.Bismillah..kamu pasti bisa."ucap umi Kalsum menyemangati menantunya itu.
Saatnya Bia dengan para Ustadzah turun untuk kompetisi berkuda kali ini.Nama Abia Kiradzki menggema di sebutkan kala Bia akan bertanding.
Para santri dan para ustadz dan ustadzah tentunya terkejut dengan Bia yang ikut dengan Zona berat pikir mereka.Karena memang para pengajar di Pesantren AL'FURQON sudah mahir berkuda.
__ADS_1
"Ning Bia Semangat !!" teriak Wati dengan wajah antusias nya.
"Ciayooo!!" teriak Bia menimpali ucapan Wati yang membuat orang-orang disana geleng-geleng kepala melihat tingkah Ning nya itu.
"Ning Bia yakin,akan ikut kompetisi berkuda dengan para Ustadzah,saya tidak ingin Ning Bia kenapa-kenapa karena kompetisi ini bukan kompetisi main-main."ucap Hilya yang ada di samping Bia sedang memasang pelindung di badannya.
"Ustadzah Hilya tentu tahu siapa Abia Kiradzki,dia nggak akan mundur dari apa yang sudah dia putuskan.Saya tahu,tahun lalu anda yang memenangkan nya tapi,siapa tahu tahun ini saya..kita nggak tahu kan,semoga keberuntungan ada di pihak Ustadzah Hilya.."ucap Bia dengan berbisik pada Hilya menerbitkan senyuman devilnya yang tersembunyi di balik niqabnya.
Hilya mendengar ucapan Bia tentu saja membuat dirinya panas.Kedua tangannya sudah mengepal.Rasanya dia geram dengan tingkah sombong dan meremehkan Bia.Apalagi melihat matanya yang serasa menantang Hilya.
"Aku pastikan kamu nggak akan pernah bisa menyingkirkan aku di lapangan ini.Kalau itu terjadi,aku nggak akan segan-segan membuatmu menyesal karena telah berurusan denganku."gumam Hilya memandang Bia dengan pandangan benci.
"Kita lihat saja nanti,apa yang akan kamu lakukan jika tahu siapa aku sebenarnya," batin Bia tersenyum sinis di balik niqabnya.
Ada sekitar sepuluh orang kontestan yang mengikuti kompetisi berkuda zona female ustadzah.Bia diantaranya.Walaupun status dia santriwati dia meminta untuk di masukkan ke zona para Ustadzah karena bagi dirinya untuk sekelas dia sudah bisa mengimbagi para ustadz dan ustadzah.
Suara tembakan terdengar dan menandakan bahwa kompetisi di mulai.Para peserta membawa kudanya berpacu di lintasan.
"Dasar perempuan sok cantik dan sok unggul.Lihat saja kamu pasti akan malu dengan kekalahan mu ini.."batin Hilya memacu kudanya dengan kencang.
Suasana kompetisi sungguh meriah apalagi adanya Bia mereka sangat penasaran dengan sosok Bia di arena kompetisi.
Di sisi Bia dia merasakan ada yang tidak beres dengan kudanya.
"Astaghfirullahal'adzim..ada apa ini kuda Umay .."batin Bia karena merasakan ada yang tak beres dengan pelana kudanya /saddle
Kejadian tak beres yang dialami Bia tak luput dari perhatian para penonton yang hadir dan mulai berbisik.Bia terlihat gelisah.
"Adik Bro..ada apa dengan kuda kamu?" tanya Harraz dengan perasaan khawatir.
"Waduh Aa bro,maaf Umay nggak tahu soal ini tadi anak-anak sudah cek nggak ada yang salah sama persiapan kakak ukhti."jawab Umay dengan berbisik pada sepupunya itu.
"Bah,kenapa itu Bia..ada yang nggak beres."ucap umi Kalsum yang juga khawatir dengan keadaan menantunya.
__ADS_1
"Doakan semoga nggak papa mi,kita nggak bisa gitu saja menghentikan kompetisi cuma karena ada yang nggak beres dengan menantu kita." Jawab Kyai Said.
Sementara Hilya merasa akan menjadi pemenang di pertandingan saat ini sangat tinggi walaupun Jihan sempat menyerobot posisi memimpin.
Semua penonton melotot dengan merasa sesak nafas saat Bia yang beraksi yang tak wajar.Pelana kuda yang sudah goyang dan dengan gerakan tak terduga pelana itu jatuh.Namun,Bia masih stay di atas punggung kuda hitam milik Umay.
"Astaghfirullahal'adzim ." ucap para penonton yang melihat aksi Bia yang di luar nalar mereka.
"Aa' bro,itu kakak ukhti apa nggak papa kayak gitu ?" tanya Umay pada Harraz.
Harraz gelengkan kepalanya melihat atraksi istrinya.
"Darah black diamond nggak diragukan lagi,"gumam Harraz melihat aksi sang istri.
Sedangkan Bia yang terlihat mengarahkan kudanya untuk berlari lebih cepat dan benar saja kuda itu berlari dengan kencang dengan tubuh Bia yang terlihat masih nyaman-nyaman saja diatas punggung kuda hitam itu.Hilya melotot tak percaya dengan apa yang dia saksikan kuda yang di tunggangi Bia melesat mendahului kudanya.Dengan santainya Bia menunggangi kuda itu dengan polos dan seperti di alam liar.
Garis finish sudah di lalui Bia dan dengan ajaibnya kuda yang di tunggangi nya berhenti dengan cantik.
Sorak Sorai para penonton terdengar riuh.Bisik-bisik dan serukan nama Ning Bia menggema dari arah tribun penonton.Bia turun dari kudanya dan Jihan yang sudah turun pun memeluk Bia dengan senyuman bangga.Jihan sempat merasakan jantungnya hampir copot karena melihat Bia yang melesat melewatinya dengan kuda tanpa pelana.
"Ahhhh..keren Ning ku ini,mau diajari kayak tadi dong," ucap Jihan pada Bia.
"Itu adalah ketidak sengajaan saja ,nggak ada di dalam kurikulum berkuda."ucap Bia santai.
Jihan mencebikkan bibirnya dengan ucapan Bia.Jihan tak menyangka jika Bia bisa mengalahkan Hilya si juara berturut-turut.
"Selama Ning Bia, akhirnya ada juga yang lebih hebat dari saya."ucap Hilya memberikan selamat pada Bia.
"Terimakasih ustadzah Hilya,saya nggak sehebat itu kok.Hanya antisipasi menghadapi sifat licik manusia."ucap Bia dengan senyuman smirknya di balik niqabnya.
Sedangkan Hilya mendengar ucapan Bia merasa semakin tidak menyukai Bia yang selalu berhasil mencuri perhatian para penghuni pesantren AL'FURQON.
Bersambung
__ADS_1