
Di dalam kegelapan, di sudut kamar nya. Sintia menangis sembari memeluk lutut nya.
air mata bercucuran mengaliri pipi yang telah lembat.
"mengapa semua ini terjadi? apa kesalahan ku? mengapa aku di perlakukan seperti ini??"
Pertanyaan pertanyaan silih berganti menghampiri hati nya. Sintia masih tidak bisa menerima sikap kedua orang tua nya. terutama mama nya.
Sejak kecil, dia di perlakukan seperti anak tiri. Mengalah, merelakan, semua harus dia lakukan demi sang kakak.
Beberapa waktu lalu dia dapat mentolerir semua sikap itu. Dia berpikir bahwa harapan kedua orang tua nya ada di bahu kakak nya.
Namun, bagaimana ketika kakak nya berbuat kesalahan, mengapa semua orang seakan buta?? mengapa??
Sintia semakin menjadi jadi, Isak tangis nya semakin keras terdengar di belahan malam.
Verrel yang mendadak ada urusan tidak tahu soal ini. Dia meninggal Sintia di kamar nya ketika gadis itu tidur di mobil, dan Verrel memindahkan nya ke kamar.
"Salam boss"
"Ada apa?"
Seorang pria maju mendekati Verrel, membawa laporan yang harus Verrel lihat.
"Ini adalah informasi soal Keluarga Jackson. Dalam hitungan detik, berita akan keluar, mereka akan hancur di muka publik." terang pria itu.
Verrel tertawa sinis, dia merasa sangat bahagia mendengar laporan ini.
"Bagus, kerja bagus. Pria itu bekerja sangat bagus. Baru kemarin aku memberinya perintah. Dan tugas nya selesai dalam waktu singkat.
cukup mengesankan!"
"Reno, berikan apa yang dia inginkan. "
"Baik boss" jawab Reno yang sejak tadi setia berdiri di belakang Verrel.
Sedangkan pria yang membawa berita tadi, pamit undur diri.
"Berapa yang ingin anda berikan kepada perusahaan kecil itu?" tanya Reno setelah pria pembawa laporan pergi.
Reno duduk di depan Verrel, menatap pria itu intens.
"Berikan berapa yang mereka butuhkan. Tapi ingat, terus pantau mereka. Jika ada yang salah, hancurkan saja!"
"Baik!"
Verrel tersenyum lebar, dia senang air nya musuh istri nya akan hancur. Dia tidak sabar lagi, melihat mereka dengan wajah menyedihkan di hadapan publik.
"Verrel, bagaimana kondisi Sintia? apa dia baik baik saja? setelah apa yang terjadi di rumah orang tua nya?"
Verrel terdiam, pertanyaan Reno membuat dia teringat dengan istri nya.
"Oh astaga, aku meninggalkan nya terlalu lama" Verrel segera bangkit, dia akan kembali ke rumah dan melihat istrinya. apa dia masih tidur atau sudah bangun.
__ADS_1
"Mau kemana?" teriak Reno, namun sayangnya Verrel sudah terlanjur pergi, dan tidak mendengar pertanyaan Reno.
"Huh dasar, boss mafia bucin" dengus Reno.
Verrel kembali ke kamar nya, dia heran melihat kamar nya terlihat sangat gelap. Pria itu mengingat diri nya sebelum pergi tadi, lampu kamar dia hidupkan.
Teg.
Saat lampu di hidupkan, betapa terkejutnya Verrel melihat Sintia menangis di sudut kamar nya.
"Sintia?"
"Apa yang terjadi? mengapa kamu menangis?"
"Sintia??"
"Sintia!!"
Gadis itu tidak bereaksi, dia hanya diam dan terisak. Matanya terlihat sembab,
"Sintia, apa yang terjadi????"
"Hiks...Hiks...Aku sendirian, aku sendirian. Apa salah ku Verrel, mengapa mereka melakukan ini pada ku? kenapa?"
"Aku sudah melakukan apapun untuk mereka, tapi mengapa mereka melakukan semua ini pada ku. kenapa???"
Verrel terdiam, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Mendengar luapan isi hati Sintia, membuat Verrel tahu apa yang menyebabkan Sintia seperti ini.
"Hikss...Mama, Papa, Kakak...Semuanya tidak perna memikirkan perasaan ku. Mereka hanya tahu tentang reputasi dan perasaan mereka"
"Kenapa????"
Sintia terus berteriak histeris, meraung raung meluapkan isi di hatinya. Dia tidak bisa menahan nya lagi, dia tidak bisa menahan sesak itu sendiri.
Melihat ketidak berdayakan istri nya. Verrel langsung membekap wanita itu, merengkuh tubuhnya masuk ke dalam pelukan hangatnya.
"Jangan pernah berpikir, kamu itu sendiri Sintia."
"Tapi, aku sendiri Ve"
"Tidak!, kamu tidak sendirian " Verrel mengurai pelukan Meraka, menangkup wajah m Sintia, agar menatap lurus padanya.
"Kamu tidak sendirian, kamu punya aku, Reno , dan Widia. Bahkan semua orang orang mu juga akan bersama mu, melindungi mu dari semua kejahatan mereka!"
"Kamu tidak sendirian, kamu tidak sendirian, tolong ingat itu!"
Verrel kembali memeluk Sintia, memberikan ketenangan ke dalam hati sang istri.
Hiks...Hiks...
Cukup lama Sintia menangis di dalam pelukan Verrel, hingga akhirnya dia tertidur pulas.
Verrel menatap nya, menanamkan tekad bulat di dalam hati. Bahwa dia akan membuat semua orang yang telah menyakiti istri hancur!.
__ADS_1
Sebut saja sekarang mafia kejam itu sedang bucin. Meskipun dia tidak tahu perasaan nya
terhadap Sintia benar atau salah, yang jelas Verrel merasa ingin melindungi istri nya.
Verrel membaringkan Sintia dengan sangat hati hati di atas ranjang. Menatap wajah basah istri nya, menghapus sisa air mata di sudut mata Sintia.
"Aku berjanji, akan membuat mereka menyesali perbuatan mereka. Satu persatu mereka akan hancur!" ucap Verrel berjanji.
Pria itu menarik selimut, menyelimuti tubuh nya dan juga tubuh istrinya. Lalu, dia pun ikut terbang ke alam mimpi, menyusul Sintia kesana.
...----------------...
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Kenapa semuanya bisa hancur seperti ini? proyek gagal, kemitraan kita di putuskan. Apa yang terjadi???"
Mr Jackson berteriak pada anak buah nya. Dia baru saja mendapat kabar. Semua kemitraan nya menarik semua saham mereka di perusahaan mereka.
Lalu, beberapa skandal mulai bermunculan.
"Maaf tuan, ini semua karena tuan muda Rendi"
"Apa?" Mr Jackson melebarkan matanya, membaca sebuah email yang baru saja di tunjukkan oleh sekretaris nya.
Sebuah surat pernyataan yang seseorang kirimkan kepadanya.
"Jangan mencari penyebab kesalahan, tapi tanyakan lah pada putra anda. Atas apa yang telah di lakukan!. Mr.El"
Kedua tangan Mr Jackson mengepal, mendengar sekretarisnya membacakan isi Email tersebut.
"Ini email dari Eldor Group boss, saya yakin itu. Mr El. adalah lambang mereka" terang sekretarisnya.
Mr Jackson berpikir keras, dia harus melakukan apa? dalam sekejap perusahaan yang sudah berdiri bertahun tahun, hancur dalam sekali jentikan tangan.
"Apa yang sudah bocah tengil itu perbuat!"
Belum keluar dari rumah sakit, tapi putra tidak berguna nya itu sudah membuat kehidupan nya hancur.
"Hancur sudah.." lirih nya pelan.
Semua orang tahu, jika Mr Eldor susah melaju sesuatu, maka lebih baik menghindar. Dari pada mereka hancur berkeping keping.
"Besok, berita pasti akan keluar. Dan keluarga ku yang menjadi topik utama." lenguh Mr Jackson.
Brak!
"Suami mu!"
Sia masuk ke dalam ruangan suaminya tanpa mengetuk terlebih dulu. Keadaan Sanga darurat, sehingga dia lupa untuk mengetuk terlebih dulu.
"Ada apa kamu ke sini sia. Aku sedang membahas sesuatu yang penting!"
"Tapi ini penting juga suami ku!" balas Sia panik, nafas nya tersengal sengal.
__ADS_1
Sia melirik sekretaris suaminya, seakan memberi perintah agar pria itu keluar dari ruangan.