Karena Pengkhianatan

Karena Pengkhianatan
Kejutan Dari Suami


__ADS_3

"Verrel, kamu bawa aku kemana??"


"Hei, hati hati aku tidak bisa melihat jalan"


Sintia memegangi tangan suaminya, entah kemana pria itu membawanya. Jantung nya berdegup cepat, bibir nya tak henti hentinya tersenyum.


"Ok honey, apa kamu siap?"


"Tentu"


Verrel pelan pelan melepas penutup mata Sintia.


Untuk beberapa waktu, Verrel membiarkan istrinya menatap keindahan yang telah dia siapkan.


"Waw.." Sintia berdecak kagum, dia tidak tahu harus berkata apa apa lagi. Dia hanya bisa menatap pemandangan indah dari sana.


Di atas gedung yang sangat tinggi, menghadap ke arah pantai. Mata hari hampir terbenam, Verrel cepat cepat menyuruh anak buah nya untuk mengambilkan kursi.


"Ini boss"


"Thanks you " sahut Sintia. Anak buah Verrel jadi salah tingkah, Sintia benar benar sangat rendah hati. Menganggap semua orang sama, bahkan dia menghargai bawahan Verrel.


"Hei, cepat sana pergi. Jangan mengganggu waktu romantis ku!" decak Verrel.


"Hei, kenapa kamu malah berteriak dan mengancam nya?"


Verrel terdiam, dia menggeram pada anak buahnya yang langsung kabur menahan tawa.


Verrel bisa saja marah dan membentak siapapun. Tapi, dia tidak berkutik di hadapan istri nya.


"Ah sudahlah sayang, jangan marah marah. Ini hari yang indah"


"Ayo duduk"


Verrel menuntun istri nya duduk di kursi berwarna merah, menghadap ke matahari terbenam.


"Wah, sangat indah. Tuhan yang maha esa. Menciptakan karya yang maha indah seperti ini" ungkap Sintia.


Verrel tersenyum, dia senang melihat istrinya sangat senang.


Entah sejak kapan rasa ini hadir, kebahagiaan Sintia sudah menjadi salah satu harapan Verrel.


Secara diam diam, Verrel mengambil foto istrinya. Mengabadikan keindahan yang tiada Tara.


"Oh God, kenapa aku baru sadar jika istri ku sangat cantik, hati nya lembut seperti kapas. untuk kali pertama nya aku bersyukur telah memanfaatkan Sela. Berkat dirinya, aku bisa bertemu dengan wanita ini. Sangat di sayangkan jika dia berada di tangan yang salah" batin Verrel.


"Sayang..." panggil Verrel lirih.


Sintia menoleh, senyum manis tercetak di bibirnya.


"Yes honey, ada apa?"


Suara lembut Sintia membuat Verrel gugup. Dia tidak pernah merasakan kegugupan separah ini.


"Ya ampun, bagaimana ini bisa terjadi pada mafia kejam ini?" maki Verrel pada dirinya sendiri.


"Verrel?"


"Eh. iya" Verrel tersentak dari lamunannya.

__ADS_1


"Kamu lagi melamun?"


"Ah tidak honey aku tidak melamun"


"Lalu?"


"Lalu?" beo Verrel.


CK. Sintia berdecak kesal, suaminya bersikap seperti orang bodoh sekarang.


"Sorry, sorry honey. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu"


"Yah, katakan lah"


"Aku suka pada mu"


"Wahh...Apa ini?"


"Yah itu, aku suka pada mu" ulang Verrel.


"Sebentar sayang, aku masih tidak mengerti apa yang kamu maksud. Suka? apa itu cinta. Atau hanya sekedar suka?"


"Sayang, sejak kapan suka dan cinta berbeda?" sela Verrel.


Sintia memutar mata malas, suaminya ternyata benar benar bodoh.


"Kau bisa saja menghancurkan kemegahan istana Keluarga Jackson. Tapi, kau terlalu bodoh untuk soal cinta" ledek Sintia.


"Begini sayang, apakah kamu suka makan eskrim?"


Verrel mengangguk menjawab nya.


"Lalu, apakah kamu mencintai eskrim?"


"Sama sayang, tidak ada bedanya. Suka dan cinta itu berbeda. Kamu suka belum tentu cinta. Kamu cinta sudah pasti suka kan?"


"Huh?"


Verrel terdiam, ucapan istri nya memang benar.


"Sekarang, kamu mengatakan suka padaku? apakah itu sebuah ungkapan cinta?"


"Tentu, ini ungkapan cinta" balas Verrel polos.


Plok.


Sintia menepuk keningnya sendiri. "Bagaimana mungkin kamu begitu kaku dalam mengungkapkan rasa cinta. Tempatnya begitu romantis, tapi kata kata mu sangat sangat kaku".


Verrel terdiam, dia sedikit bingung dengan topik mereka saat ini.


"Sudah lah, aku tidak peduli. Terpenting bagi ku, aku mencintai mu. Kau milik ku dan siapapun tidak boleh menyentuh milik ku"


"Wahh....Lihat lah, tuan pemarah kita sedang mengklaim milik nya" tawa Sintia. Dia terlihat sangat bahagia. Apalagi mendengar ungkapan cinta Verrel. Meskipun tidak romantis dengan rangkaian kata yang indah. Sintia tetap menerimanya, dia merasa senang walaupun belum tau apa yang dia rasakan.


"Terimakasih telah mencintai ku"


"Tidak perlu berterimakasih. Apa kamu juga merasakan hal yang sama?"tanya Verrel penuh harap. Dia menggenggam kedua tang istrinya, menatap lekat ke manik mata Sintia.


Awal nya Sintia gugup, dia belum bisa memastikan perasaan nya terhadap pria ini.

__ADS_1


"Oh ayolah sayang, mengapa kamu masih menanyakan hal itu. Bukan kah semua nya sudah jelas? aku tidak berdaya, mau suka atau tidak suka. Aku tetap milik mu bukan?"


"Hmm... Tentu" Verrel memeluk istrinya, meskipun ada sedikit rasa kecewa di hatinya. Sintia tidak menjawab sesuai yang dia inginkan.


Langit mulai gelap, mata hari sudah tenggelam dengan sempurna.


"Ayo berdiri sayang"


Verrel menuntun Sintia berdiri, lalu membawanya ke tepi pagar bangunan itu. Menatap jauh ke tengah laut yang seakan terlihat dekat di mata mereka.


"Hitung lah dengan suara lantang, satu sampai tiga. Sesuatu yang indah akan muncul di hadapan mu"


Sintia menatap bingung pada suaminya, namun Verrel hanya membalas dengan gidikkan bahu.


Karena penasaran dengan apa yang akan muncul. Sintia pun langsung berteriak menghitung dari satu hingga tiga.


"Satu!! Dua!! Tiga!!"


Blussssss...


PAM!!!!


Kembang api meroket ke langit, lalu meletup di langit. Beberapa detik nama Sintia muncul di langit.


"Wahh...."


"Lihat lah"


Sintia melihat ke laut, di sana terdapat banyak lampu yang menyala. Membentuk nama nya dan nama Verrel.


Tak terlukiskan lagi rasa bahagia Sintia saat ini. Dia merasa momen ini adalah momen yang paling indah di dalam hidupnya.


"Sintia, aku tahu mengapa kamu sebahagia ini di hari ini. pergi ke mall, memasak dan tidak marah kepada ku. Karena itu kan" Verrel menunjuk ke langit.


"Happy birthday Sintia Rafs"


"Verrel, kamu?" Verrel mengangguk, membalas senyum haru istri nya.


"Sayang, Happy birthday. Semoga panjang umur. Aku tidak tahu, apakah ini yang terbaik bagi mu. Aku harap aku yang pertama mengucapkan ini kepadamu"


Sintia terdiam, dia sangat syok dengan kebahagiaan ini. Untuk pertama kali nya dia di beri kejutan seperti ini.


"Ve.. Bagaimana kamu bisa tahu?"


"Jika seseorang mencintai sesuatu, dia pasti akan mencari tahu tentang hal yang dia cintai. Tidak kah begitu?"


Sintia menangis haru, suaminya benar benar membuatnya menangis. Dia tidak menyangka, ini akan ada di dalam hidupnya.


Bahkan, kedua orang tuanya tidak pernah melakukan hal ini. Mereka hanya mengingat dan membuat kejutan untuk kakak nya saja. Sementara dirinya, hanya sebuah ucapan saja.


"Verrel, kamu bukan hanya mengucapkan yang pertamakali di tahun ini. Tapi, pertamakali dalam hidupku!


Kau mengingatnya, aku bahkan lupa jika hari ini adalah hari kelahiran ku. aku baru sadar, hati ku berubah menjadi lebih ringan sejak bangun tidur tadi. Ternyata inilah alasan nya"


"Thanks you Verrel, thanks you honey"


Sintia memeluk erat suaminya, mengecup lembut kedua pipi Verrel, lalu terakhir mendarat pada bibir Verrel.


Verrel cukup terkejut, namun dia menerima nya dengan sangat senang. Bahkan mereka berciuman hingga kehabisan nafas.

__ADS_1


Katakan lah, malam itu adalah malam kebahagiaan bagi mereka berdua.


Thanks you readers Ku, aku sangat menyayangi kalian. Terimakasih telah mengikuti kisah ini. Dan bersiaplah, sebentar lagi kita akan memasuki zona menegangkan... Semoga aku mampu memuaskan kalian dengan tulisan ku.


__ADS_2