Karena Pengkhianatan

Karena Pengkhianatan
Rencana Verrel


__ADS_3

Di dalam kantornya, Verrel termenung memikirkan istri nya yang sudah 7 hari tidak memberi kabar.


Tentu saja tidak akan memberi kabar, mereka berpisah dalam keadaan bertengkar. Ada kesalahpahaman di antara mereka berdua.


Verrel bukan tidak mau menjelaskan pada Sintia. Namun, dia harus menunggu wanita nya tenang untuk menjelaskan apa yang terjadi.


Jika dia menjelaskan pada Sintia dalam kondisi sama sama marah. Maka, kejadian yang sama akan kembali terjadi.


Hati nya rindu, ingin sekali dia memeluk istrinya, mencium pipi, kening bibir dan semua yang ada pada wanita itu.


"I Miss You Sintia Eldor"


Bersamaan itu, pintu ruangan kerjanya terbuka. Verrel cepat cepat menghapus air matanya yang sempat mengalir di pipinya.


Verrel terkejut, Sela memasuki ruangan nya. Bagaimana dia bisa masuk, apakah sekretaris nya tidak mencegahnya?.


"Hallo Verrel, lama tidak berjumpa" sapa Sela ramah. Dia memberikan senyum termanis nya.


"Sedang apa kau datang ke kantor ku." balas Verrel sinis.


Sela terkekeh pelan, dia duduk di kursi depan meja Verrel tanpa meminta ijin terlebih dulu pada pria itu.


"Sayang, aku datang ke sini untuk menghibur mum Aku tahu, kamu sangat kesepian dan juga bosa pada Sintia kan?"


Tangan Sela merayap mengelus punggung tangan nya, namun Verrel menepisnya.


"Jangan berani beraninya menyentuhku wanita ******!" peringat Verrel dengan suara penuh penekanan.


"Upss..Maaf sayang, aku hanya mengingatkan mu pada sentuhan yang dulu membuat mu ketagihan!"


Verrel tersenyum miring, menertawakan wanita itu di dalam hatinya.


"Kau pikir aku akan melirik wanita hamil dan jelek seperti mu?"


"Mungkin sekarang tidak, tapi setelah aku melahirkan. Kau akan menyukai aku lagi" balas Sela cepat.


"Mungkin di mimpi mu, tapi tidak dengan dunia nyata ini!"


"Kau itu bodoh, kau tidak tahu bukan siapa aku sebenarnya dulu?.


Baiklah, aku akan memberitahu padamu. Siapa aku sebenarnya, dari dulu hingga sekarang"


Sela mendengarkan, dia cukup penasaran dengan cerita pria ini.

__ADS_1


"Aku sengaja membuat mu tergila gila mengencani ku, mendekati ku. Namun, kenyataan nya. Aku tidak pernah tertarik padamu. Aku hanya memanfaatkan mu saja. Aku butuh informasi tentang papa mu dan juga adik angkat mu!"


"Jujur saja Sela, aku tidak pernah menghilang. Aku selalu ada di sekitar mu. Hingga kau mendekati pria brengsek yang hampir menikahi istri ku.


Sebenarnya, kau tidak hamil karena Rendi. Kau hamil anak dari preman yang suka mabuk mabukan di bar. Apa kau lupa?"


Sela melebarkan mata nya, mendengar apa ya baru saja Verrel katakan.


Bagaimana mungkin dia hamil anak dari berandalan tidak tahu diri itu.


"Jangan berusaha membohongi ku Verrel!"


"Aku tidak bohong, aku yang menyabotase semuanya. Kau tidur dengan Rendi bukan? lalu kau tiba-tiba sakit perut dan di bawa ke rumah sakit. Lalu dengan mudahnya anak buah ku menyuntikkan benih preman itu ke rahim mu. "


Brak!


Sela tidak terima, dia tidak percaya dengan apa yang pria itu katakan.


"Jangan sembarangan berbicara Verrel!" bentak nya berdiri dari duduknya.


Verrel tersenyum miring, dia sudah menantikan waktu ini. Di mana melihat wanita ini hancur seperti debu di tiup angin.


Semua ini dia sengaja siapkan untuk menghancurkan keluarga Rafs. Verrel tahu, Danrem dan Rea sangat menyayangi putri mereka. Meskipun mereka dengan mudah menghancurkan putri orang lain.


Sela berlalu dari hadapan Verrel, niatnya datang ke sini hancur bersama perasaan nya yang baru saja Verrel hancurkan.


Sela tidak tahu bagaimana reaksi Rendi dan juga semua orang saat tahu bayi yang dia kandung buka anak Rendi.


ahh, Sela menggeleng kuat. Dia tidak akan membiarkan siapapun tahu.


Di ruangan nya, Verrel tersenyum menang. Dia mengambil berkas di dalam laci nya. Senyum licik terbit di bibirnya menatap isi dari berkas itu.


"Kini waktunya, keluarga kalian hancur!"


Verrel menghubungi Reno, meminta pria itu untuk menjalankan tugas nya sekarang.


"Kalian akan benar benar hancur. Setelah menghancurkan keluarga ku. Maka, sekarang aku yang akan menghancurkan kalian sama seperti kalian menghancurkan keluarga ku." gumam Verrel mengerikan, tatapan nya tajam menatap lurus ke pintu ruangan nya yang masih terbuka lebar oleh sela.


"Ahhk...Dia tidak akan bisa menghancurkan aku begitu saja. Lihat saja nanti, aku akan meminta papa ku untuk menghancurkan pria sialan itu!"


Sela menggerutu, langkah kakinya dengan cepat memasuki rumah.


Saat memasuki ruangan tengah. Langkah Sela terhenti, dia mendapati semua orang tengah berkumpul di sana.

__ADS_1


"Mama, papa...Om dan Tante ada di sini?"


"Aku juga ada di sini Sela!" sahut pria berjas coklat tua.


Sela berbalik, menatap Rendi yang duduk di belakang nya.


Ada apa ini, mengapa semua orang berkumpul di rumahnya. Mama dan papa nya tidak memberitahu apa apa soal ini.


"Duduk lah sela, ada yang harus kita bicarakan!" suruh Rea dengan nada dingin.


Sela menuruti perintah ibu nya, dia duduk di sebelah Rendi. Saat dia menyentuh pria itu, dengan kasar Rendi menepisnya.


"Ada apa ini, mengapa kau seakan jijik dengan ku?" protes Sela.


"Sudah cukup Sela, jangan bersikap baik lagi. Aku sudah muak dengan mu. Aku pikir, kesalahan ini hanya kau lakukan dengan aku! tapi ternyata kau benar-benar murah!"


"Apa?"


Sela terkejut mendengar ucapan Rendi. Mengapa pria yang sangat memujanya ini, kini mencaci nya.


"Sudah cukup Rendi, biarkan Rea dan Danrem yang berbicara!" cegah Sia.


"Ayo Rea, jelaskan pada nya dan tanyakan padanya. Anak siapa yang dia kandung!"


Deg.


Bagaikan mendapat Sambaran petir, Sela sangat terkejut dan merasa kejang kejang mendengar ucapan calon ibu mertuanya.


"Aku tidak berpikir hal hal yang mungkin terjadi saat kau menolak aku nikahi Sela. Tapi, saat ini aku tahu mengapa kau tidak memiliki keinginan itu." ujar Rendi lagi, dia terlihat sangat kecewa.


"Apa yang kamu bicarakan Rendi. Aku hanya tidak mau terlalu cepat menikah. Tapi, jika Sekarang kau mau menikah.Maka ayo menikah!" putus Sela dengan suara nada tinggi.


"Tidak! aku tidak akan menikahi mu. Sampai kapan pun, aku tidak akan menikahi mu Sela!" ucap Rendi lantang.


Sia tersenyum senang, sedangkan Rea dia hanya menahan tangis mendengarnya.


"Rendi apa maksud mu. Kenapa kamu bicara seperti itu??"


"Itu karena kau mengandung anak yang tidak jelas!" ucap Rendi lantang dan penuh emosi.


Pria itu juga mengeluarkan beberapa lembaran kertas yang berisi tentang proses memasukan bayi tabung.


"Baca ini, dan jelaskan pada mereka. Aku sudah muak!" ujar Rendi pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2