
Sesampainya di rumah sakit, Sintia di sambut oleh mama nya dengan tangisan. Memeluk Sintia dan meraung raung seperti ibu dan anak pada umum nya saat berbagi kesedihan.
Widia yang juga di sana merasa sedikit aneh. Dia tahu dari cerita Verrel, bahwa Mama Sintia tidak terlalu dekat dengan putrinya. Kecuali dengan Sela.
"Ma, gimana keadaan papa ma?"
"Papa mu ada di dalam, dia sedang koma nak. "
"Koma??"
"Iya, setelah mendengar perusahaan bangkrut. Papa mu langsung syok dan tidak sadarkan diri"
Sintia menangis, mama nya langsung memeluk nya.
"Sabar ya ma, papa pasti sembuh kok"
"Tapi Sintia, mau bagaimana lagi. Semua sudah hancur, kita tidak punya apa apa lagi. "
"Tapi, bagaimana mungkin ma? perusahaan baik baik saja. Tidak ada hal aneh yang bisa membuat perusahaan kita bangkrut. Kenapa kita juga ikut bangkrut seperti JS grup."
"Itu karena suami kamu!"
Sela keluar dari kamar rawat papa nya. Dia berdiri di hadapan Sintia dengan tatapan sinis.
"Hei, jaga ucapan kamu yah. Jangan melibatkan Verrel dalam hal ini!" sanggah Widia.
Sela melirik wanita itu sebentar, lalu kembali menatap Sintia.
"Sadar lah Sintia, pria itu tidak baik untuk mu. Dia hanya ingin mempermudah jalan nya untuk menghancurkan kita semua!"
"Jaga bicara mu Sela! tidak sadarkah kamu. Siapa yang sedang kau fitnah!" peringat Sintia. Dia tahu Verrel, dia yakin Verrel tidak akan melakukan hal ini kepada keluarga nya.
"Aku tahu, dia adalah suami mu. Suami seorang yang tidak berguna!"
Plak!
Rea menampar putri sulungnya. Hal ini tentu membuat Sintia dan Widia terkejut.
"Jaga ucapan kamu Sela, dia itu adik mu. Sudah cukup kamu membuat adik mu menderita!"
"Tapi ma, semua itu benar. Gara gara Verrel, keluarga kita hancur. Pertama dia menghancurkan keluarga Rendi, lalu keluarga kita. Apa sebenarnya yang kalian inginkan!
Katakan Sintia, apa yang kalian ingin kan huh?"
Sintia menggeleng pelan, dia masih belum cukup fokus untuk menerima semua ini.
__ADS_1
"Kamu bicara apa sela, aku tidak mengerti! satu hal yang aku tahu. Verrel tidak akan melakukan hal itu!"
"Jika dia melakukan hal itu, berarti kalian telah melakukan kesalahan!"
Widia tersenyum, ternyata Sintia cukup bijak dalam berpikir.
"Sintia, apa kamu meragukan orang tua mu??"tanya Rea.
"lihat kan ma, orang yang mama bela. Dia bahkan tidak percaya kepada kalian. Dia malah membela bajingan itu!"
"Cukup sela! Verrel adalah suami ku. Jangan sekali kali kau berkata buruk tentang nya!" teriak Sintia penuh penekanan.
Rea terkesiap, dia memegang kedua bahu Sintia. Menatap lekat ke manik mata putri bungsu nya.
"Sintia, kenapa kamu lakukan ini? apa karena aku yang telah banyak membuat kesalahan?? jadi kamu bisa berbuat seperti ini??"
"Tidak ma, bukan seperti itu. Meskipun kalian pernah membuat kesalahan pada ku. Kalian tetap orang tuaku!"
"Alah bacot! jangan banyak omong Sintia, nyatanya kau juga membela Verrel." sela Sela.
"Tentu saja dia membela suaminya, apa kau tidak akan membela Rendi huh?" Widia angkat bicara, yang langsung di balas oleh Sela.
"Diam kau, jangan banyak bicara. Kau bukan siapa siapa di sini. Kau tidak bisa ikut campur!"
"Oh ya? apa aku orang asing yang tahu rahasia mu Sela? tentang siapa kamu sebelum menjadi perusak hubungan adik mu dan mantan tunangan nya?"
"Aku sudah tahu semuanya Sela, jadi jaga sikap mu!" ujar Sintia. Dia masuk ke dalam kamar rawat papa nya.
"Cih.." Sela pun ikut berbalik dan ikut masuk ke dalam menyusul Sintia.
Kini di luar hanya Widia dan Rea. Mereka saling melempar pandangan.
"Apa yang kau ketahui tentang putri ku?"
Huh?
Widia cukup terkejut mendengar pertanyaan mama Sintia. Dia berpikir kesedihan tadi real Ternyata hanya drama.
Lihat lah sekarang, bagaimana Rea menatap dirinya.
"Hmm begitu ingin tahu kah??"
"Jangan mempermainkan aku, bocah!" peringat Rea.
Bukan nya takut, Widia malah tersenyum misterius.
__ADS_1
"Bahkan aku tahu tentang rahasia mu. dan mama nya Sintia!"
Deg.
Seakan jantung nya berhenti berdetak, raut wajah Rea langsung berubah seperti air muka Sela tadi. Ibu dan anak sama saja.
"Jangan berlagak sok tahu apa apa. Aku adalah mama nya Sintia, jangan coba coba mengarang cerita!"
",Waw,,, jika aku mengarang cerita dan itu tidak benar. Mengapa kamu malah takut hm??"
"Aku tidak takut, tapi ingat lah. Aku tidak akan membiarkan lalat busuk seperti mu berkeliaran di sekitar keluarga ku!" ancam Rea. Setelah itu, dia pun masuk ke dalam ruangan suaminya di rawat. Memulai drama yang sedang dia perankan.
"CK, dari wajah mu saja aku sudah tahu, apa yang aku ketahui adalah benar!" gumam Widia.
Wanita itu pun pergi dari rumah sakit tersebut, Meninggalkan beberapa pengawal di sekitarnya tanpa sepengetahuan siapapun.
...----------------...
"Apa?? Danrem masuk rumah sakit???"
"Iya Verrel, Sekarang Sintia ada di rumah sakit!"
"Sejak kapan?"
"Sejak tadi sore. Awalnya dia pergi sama aku ke sana. Mama nya mendadak baik, semua orang terlihat beda . Aku yakin mereka merencanakan sesuatu!" ucap Widia.
Verrel mengangguk, dia juga berpikir hal yang sama.
"Tentu saja mereka merencanakan sesuatu. Sudah pasti dan jelas. Rafs Grup tidak bangkrut. Aku tidak melakukan apapun kepada mereka. Bahkan orang orang ku juga. Aku menjaga hal itu karena memikirkan Sintia. Tapi, mereka malah memfitnah ku!"
"Seperti nya mereka ingin memisahkan kamu dan Sintia" ucap Reno.
"Aku juga berpikiran begitu" sahut Widia.
"Cih, kita lihat saja. Apa yang akan mereka dapatkan." Verrel mengepalkan kedua tangan nya. Kesabaran nya sudah habis, nafsu menghabisi keluarga Rafs dan Jackson sudah menggebuh sejak lama. Karena ada Sintia, Verrel jadi menahan nya. Tapi, tidak sekarang. Dia akan melancarkan aksinya.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Widia menatap kedua pria itu. Dia sengaja datang ke kantor Verrel untuk mengatakan semua ini. Dia yakin Sintia belum menghubungi Verrel.
"Aku akan pura pura tidak tahu. lihat bagaimana reaksi Sintia ketika pulang nanti. " jawab Verrel.
"Sebaiknya kamu kembali ke rumah sakit. Aku yakin Sintia pasti mencari diri mu di sana. Karena semua ini hanya kamu dan dia yang tahu" ujar Reno.
"Reno benar, kamu harus kembali ke sana."sahut Verrel.
"Baik lah, aku akan kembali ke sana. Kata pengawal, Keluarga Jackson juga ada sana. Seperti nya mereka ingin menghasut Sintia bersama sama." ucap Widia.
__ADS_1
Verrel tidak bereaksi, dia hanya diam dengan tatapan lurus ke depan. Di dalam lubuk hatinya, dia sangat mempercayai istri nya. Sintia tidak akan melakukan hal yang bodoh.