
"Tidak, aku tidak bisa tenang. Semua ini harus jelas"
Sintia bergerak gelisah di dalam kamar, dia tidak bisa duduk dan berbaring dengan tenang.
Ceklek.
Widia masuk ke dalam kamar, menghampiri Sintia dan memberikan segelas air mineral.
"Ini, minum lah agar kamu tenang"
"Tidak Widia, aku tidak akan bisa tenang sebelum Verrel berbicara dengan ku!"
Widia menghela nafas berat, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Sintia. Permasalahan ini sangat rumit, dia tidak bisa sembarangan berbicara, kalau tidak Sintia akan salah paham dan situasinya semakin rumit.
"Widia, di mana Verrel. Aku harus bicara dengan nya. Aku tidak akan bisa istirahat jika Seperti ini terus!"
melihat video hanya diam saja Sintia pun memutuskan untuk keluar dari kamar. Dia akan mencari suaminya.
"Eh Sintia, Sintia!!!" panggil Widia, Sintia tidak bisa di tahan. Dia terpaksa melepas wanita itu pergi.
"Huh...Semua ini pasti akan sangat rumit" lirih nya.
Sintia berlari ke arah ruangan kerja Verrel. Membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dulu.
Di dalam ruangan terlihat Verrel sedang bersandar di sofa sambil memejamkan mata. Pria itu seperti nya sedang menenangkan dirinya.
"Verrel!"
Verrel terkejut, kelopak matanya dengan cepat terbuka dan mendapati istrinya sudah berdiri di hadapan nya.
"Sintia, kenapa kamu ke sini? aku sudah bilang sama kamu untuk istirahat!"
"Aku tidak butuh istirahat, tapi aku butuh penjelasan. Tolong beri aku penjelasan Verrel" Sintia ambruk di lantai, matanya mulai terasa kabur karena genangan air mata.
"Aku tidak akan tenang, dan aku juga tidak akan bisa hidup bersama orang yang telah membunuh keluarga ku!" suara Sintia mulai menegas, dia menghapus air matanya kasar. Menatap Verrel dengan tatapan tajam.
"Katakan pada ku, siapa kau sebenarnya. Apa yang kau inginkan dari keluargaku!!!"
Verrel terdiam, bibirnya terasa kaku ketika mendengar pertanyaan seperti itu dari istri nya. Dari wanita yang sangat dia cintai.
"Kau meragukan ku?"
"Kau tidak memberiku alasan agar aku mempercayaimu!" lirih Sintia.
Verrel menarik nafas,mengusap wajahnya dengan gerakan kasar. Menarik Sintia agar duduk di atas sofa bersama nya.
"Baik lah, aku akan menceritakan semua yang aku yakini. Terserah kau percaya atau tidak. Tapi, inilah kenyataan yang aku tahu." ucap Verrel dan mulai menceritakan pada Sintia segala hal yang dia ketahui.
"Sintia, aku tidak tahu apa hubungan keluarga mu dan Danrem itu apa. Aku hanya tahu, Ayah ku dan papa mu bersahabat. Mereka sering bertemu, tapi aku tidak melihat mu.
Sewaktu ketika, papa mu mengirim pesan agar ayah ku mengunjunginya. Aku dan papa ku pergi kesana, kami semua pergi ke sana.
__ADS_1
Namun, saat tiba di sana. Kami malah melihat sesuatu yang tidak di inginkan. Keluarga mu telah lenyap, tidak tahu siapa yang melakukan nya. Papa ku menyuruhku untuk diam dan jangan berisik, sedangkan dia menarik jasad kedua orang tua mu untuk mengebumikan nya! "
"Bagaimana kau bisa tahu jika itu keluarga ku??" sela Sintia yang masih mendengarkan.
"Aku melihat mu berada di dalam pelukan seorang wanita. ayah ku menolong mu, tapi seseorang yang datang entah dari mana membunuh ayah ku dan juga ibu ku yang sedang hamil di dalam mobil!"
"Orang tua mu sangat kuat, tidak ada yang bisa melawan mereka karena kekuatan dua orang yang saling mencintai melebihi kekuatan apapun. Mereka saling percaya dan kompak!"
Sintia menoleh ke belakang, Widia telah berdiri di ambang pintu bersama Reno.
Widia mendekat, menatap Verrel sebentar, lalu beralih menatap Sintia.
"Jika mereka terkuat, mengapa dia kalah oleh dua orang seperti Rea dan Danrem?" tanya Sintia.
"Itu karena kelicikan Rea. Dia membuat kesalahpahaman besar antara mama dan papa mu. Kepercayaan mama dan papa mu kepada dua orang itu, membuat mereka jadi bergerak lebih leluasa.
Rea memanipulasi mama mu, dia sengaja tidur tanpa sehelai benang pun di atas ranjang orang tua mu, ketika papa mu pingsan karena bius." terang Widia.
Dua cerita dengan versi yang berbeda. Sintia merasa pusing entah mana yang akan dia percaya.
Mr topi mengatakan bahwa keluarganya di bunuh oleh eldor. Dan sekarang, Verrel mengatakan bahwa keluarga nya terbunuh oleh Danrem.
Siapa yang harus dia percaya???
"Aku punya bukti yang kuat Sintia, aku bisa mengatakan pada mu Yang mana keluarga mu!" Reno angkat bicara. Dia mengeluarkan flashdisk dari dalam saku jas nya. Lalu mengambil laptop dan menghubungkan keduanya.
Sintia terkejut, Video yang dia miliki sama seperti video yang Reno punya.
Video di mulai, Widia menutup mata merasa ngeri dengan adegan pertumpahan darah itu.
"Dia adalah papa nya Verrel, Mr Eldor. Dan Dia adalah papa mu!" tunjuk Reno.
Sintia melihat dengan seksama, video ini tidak ada di dalam rekaman videonya. Kemungkinan ini adalah kelanjutan nya. Mengapa harus terpotong?. Sintia mulai berpikir jerni.
"Mengapa video nya hanya ketika Mr eldor menyeret jasad papa ku saja??? Di mana ketika papa mu di bunuh?"
"Itu karena ayah ku terbunuh di tempat yang tidak ada cctv." jawab Verrel.
"Benarkah? aku malah berpikiran yang lain. lihat video ini, papa mu membawa senjata dan itu berdarah." tunjuk Sintia. Matanya mulai memanas melihat orang tuanya terkapar.
"Jangan berpikir buruk Sintia, apa yang baru saja kami ceritakan. Itulah nyatanya!"
"Tidak, kenapa aku tidak boleh berpikiran buruk??" Sintia mulai histeris, dia menatap Verrel tajam.
"Aku telah mendapatkan video yang lebih lengkap, dan di situ aku melihat Mr eldor itu membunuh semua orang!!"
"Sintia!" Verrel membentak.
Sintia balik menatap Verrel dengan tatapan tidak percaya.
"Kamu bahkan membentak ku??? kamu mulai kasar dan kehabisan kesabaran dengan ku???"
__ADS_1
"Jangan katakan kalau ayah ku yang berkhianat Sintia!"
"Itulah kebenarannya Verrel, jika ayah mu adalah Sahabat papa ku, maka ayah mu lah yang telah berkhianat dan membunuh keluarga ku!!"
Verrel berdiri, berhadapan dengan istri nya yang kini terlihat berbeda dari yang dia lihat selama ini.
"Kau berpikir kotor Sintia, karena itulah aku membentak mu. Aku mencintai mu, aku tidak berniat apapun dengan mu. Aku hanya ingin membalaskan dendam kedua orang tua kita. Aku yakin Danrem lah yang melakukan semua ini!" jelas Verrel, dia berusaha membujuk istri nya dengan suara lembut. Memegangi bahu istri nya yang malah menjauh.
"Aku tidak bisa mempercayai mu Verrel. Aku akan mencari tahu sendiri. Jika aku menemukan bukti, bahwa keluarga mu lah yang membunuh keluarga ku, maka bersiaplah berhadapan dengan pistol ku Verrel!" ucap Sintia serius, tatapan mata nya lurus ke manik mata Verrel.
"Ingat itu" lirihnya lagi sebelum dia pergi dari sana.
"Sintia!!! Sintia!!"
"Sudah Widia, jangan di kejar " seru Verrel mencegah Widia yang hendak mengejar istri nya.
Sintia berlari ke kamar nya, mengambil pistol dan tas selempang yang selalu dia bawa kemana mana. Tak lupa Sintia juga membawa kunci mobil nya.
Dia berniat pergi dari sana, dia tidak bisa tetap tinggal bersama pria itu sebelum kebenaran nya terungkap.
Di kediaman nya, Satria duduk manis di singgah sana yang selalu menjadi incaran para mafia licik.
Namun, karena kecerdikan dan kecerdasan nya. Tidak ada yang mampu mengalahkan nya kecuali Verrel yang menjadi lawan seimbang.
Di saat pria itu menikmati kedamaian nya. Tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka dan muncullah seorang pria berjas hitam.
"Lapor boss"
Satri mengangguk, memberikan kode agar pria itu masuk lebih dekat dengan dirinya.
"Sulit untuk di jelaskan dengan kata kata, tapi anda bisa melihat berkas ini agar lebih jelas boss" jawab pria itu sambil mengulurkan berkas yang dia bawa pada Satria.
Satria pun menerima berkas itu, dan langsung melihat isi nya.
"Ternyata benar, Sintia bukan anak kandung Danrem. Mereka benar benar tidak ada ikatan darah dan Danrem adalah??? Asisten?"
"Benar boss, seseorang telah mengirimkan berkas ini kepada kami agar kami menyerahkan pada boss." terang anak buah nya.
"Selidiki, siapa yang telah mengirimnya pada ku!"
"Kami sudah melakukan itu, data orang ini sangat susah untuk di tebus, bahkan akun yang mengirim email kepada kami pun tidak bisa di retas. Kami yakin, mereka bukan orang sembarangan "
Satria terdiam, memikirkan siapa yang telah mengirimkan semua ini kepadanya.
"Boss, kami juga mendapatkan sebuah catatan kecil dari pengirim"
"Katakan!" seru Satria.
"Jangan lengah terhadap putri angkat Danrem. Jangan sampai salah langkah. Jika tidak, kau akan menyesal seumur hidup mu! Lihat lah leher dan bagian lengan nya!"
"Putri angkat? maksud nya Sintia??" gumam Satria.
__ADS_1
Dia memberi kode agar anak buahnya segera pergi, dia akan menghubungi seseorang untuk mengawasi Sintia. Dia tidak akan lengah, meskipun tidak tahu siapa yang mengirim semua ini. Tapi, Satria yakin. Orang ini tahu tentang semua yang terjadi!.
Satria juga yakin, bahwa video video itu dia yang mengirimnya!