Karena Pengkhianatan

Karena Pengkhianatan
Pembunuh Keluarga Ku?


__ADS_3

Setelah keluar dari kantor papa nya, atau lebih tepat nya mantan kantornya yang sampai saat ini masih kepemilikan masih diataskan dengan namanya.


Di dalam mobil, Sintia mulai membuka ponsel nya. Melihat file yang telah dia copy dari flashdisk papa nya tadi.


Di dalam file itu, terdapat beberapa video yang menurut Sintia sangat mengerikan. Wanita itu tidak berani melihat keseluruhan video di mana semua orang saling membunuh. Seperti nya itu adalah rekaman cctv. Namun, ada beberapa video yang telah di potong.


Tuk!! Tuk!!


Sintia terkejut, seseorang telah mengetuk pintu kaca mobil nya.


Sintia menoleh, dan terkejut melihat Mr Topi yang baru saja mengetuk pintu kaca mobil nya.


Wanita itu menurunkan sedikit kaca mobilnya, agar pria itu bisa mendengar ucapan nya jika dia berbicara.


"Ada apa?"


"Tidak ada, aku hanya ingin berbagi informasi dengan mu. Mungkin kita akan mendapat sedikit pencerahan" ujar Mr Topi.


"Apa kau yakin? bagaimana bisa aku mempercayai musuh suami ku?"


"Kau bisa mengingat awal mula dan hingga saat ini, aku tidak pernah menyakiti mu. Bahkan berkata kasar saja tidak" balas Mr Topi. Sintia membenarkan, itu juga adalah alasan mengapa dia tidak takut pada pria yang mengerikan ini.


"Bukalah" pinta Mr Topi.


Sintia menurutinya, dia memberi kode agar Mr Topi masuk ke pintu sebelah nya lagi.


Mereka berdua sudah berada di satu mobil. Agar lebih aman dari segala gangguan, Sintia membawa mobilnya ke tempat yang lebih aman. Yaitu, ke basemen hotel miliknya sendiri. Hotel yang tidak pernah di ketahui oleh danrem atau siapapun jika Sintia lah pemiliknya.


"Katakan pada ku, di mana kita?" tanya Mr Topi takjub


Tempat ini terlihat seperti taman. Awalnya lewat basemen, lalu tiba di sebuah taman yang indah.


"Ini adalah hotel milik ku, tidak ada yang mengetahuinya."


Mr Topi merasa tersanjung. " Apa aku orang pertama yang mengetahui ini?"


Sintia mengangguk ini memang pertama kalinya dia memberitahukan kebenaran ini kepada seseorang sebelumnya, dia tidak berani membicarakan ini kepada Verrel karena dia tidak mau Verrel mempertanyakan mengapa dia melakukan semua ini.


bukan hanya hotel banyak yang telah Sintia sembunyikan dari semua orang karena dia tahu orang-orang di sekitarnya tidaklah memiliki hati yang baik dan jujur kepadanya.


meskipun dia sudah jatuh hati kepada Verrel, tetap saja Sintia merasa was-was dan takut ditinggalkan oleh Verrel lalu hidup menderita.


Dia ingin apa yang menjadi miliknya akan selalu menjadi miliknya termasuk harta.


"jadi apa yang kau miliki untuk kau beritahu kepadaku Mr topi?"


pria itu tersenyum, dia merebut ponsel yang ada di tangan Sintia lalu menyuruhnya memberitahu Apa password ponsel tersebut.


Sintia terkejut "Apa yang kau lakukan kembalikan ponselku!"


"katakan Apa password nya aku akan membuka dan mulai membahas semuanya dengan mu!" ucap Mr topi.

__ADS_1


"Ayo katakan saja Apa password ponselmu" desak mr topi pada Sintia.


Cynthia mendengar lalu dia menekan password di layar ponselnya dengan MR topi yang memegang ponselnya.


setelah kunci ponsel Sintia terbuka Mr topi langsung membuka file yang tadi sempat Sintia lihat.


Sintia terkejut ternyata mr topi mengetahui bahwa dia telah mengcopy paste file yang ada di flashdisk papanya tadi.


"Bagaimana kau bisa tahu jika file itu ada bersamaku?", tanya Sintia terkejut.


"Aku mengetahui segalanya Sintia aku tahu kau juga mencurigaiku aku tahu kau tidak percaya kepadaku Aku tahu kau juga tidak percaya kepada Danrem" ucap mister topi membuat Sintia semakin tercengang.


"Ternyata kau penguntit hebat"decak Sintia.


"itu bukanlah permasalahannya Sintia"


" Lalu apa?"


Mr topi membuka salah satu file yang berisi urutan nama-nama orang yang tidak Sintia kenal sama sekali namun di akhir urutan itu terdapat sebuah nama yang sangat familiar di dalam benak Sintia.


"eldor"gumam Sintia terkejut.


"Ya Sintia, Mr eldor pria yang terlibat dalam pembunuhan yang ada di dalam video ini. aku tahu kau sudah mengetahui bahwa kau bukanlah Putri kandung dari Danrem Rafs. aku sudah mendapatkan informasi dari salah satu anak buah Verrel yang telah aku lenyapkan. "


Sintia mengerut bingung, dia tidak tahu apa hubungannya pembunuhan yang ada di video itu dengan dirinya yang bukan anak kandung Danrem.


"kau mungkin bingung tapi aku akan membuatmu mengerti"


"aku tahu kau berfikir dan rela yang membunuh kedua orang tuamu bukan?" tanya Mr topi yang diangguki oleh Sintia.


"dan aku tahu kau mendapatkan informasi itu dari suami mu"


Lagi lagi Sintia mengangguk, jantung nya berdetak lebih cepat. Dia belum siap mendengarkan kenyataan yang mungkin tidak ingin dia dengarkan.


"Aku tidak tahu siapa orang tua kandungmu tapi aku akan mencari tahu dan aku pasti bisa menemukan siapa orang tua kandung mu. Aku berjanji dengan hal itu. Tapi satu hal Sintia, di dalam pembunuhan yang ada di dalam video itu terdapat dua keluarga salah satunya adalah keluargaku dan mungkin salah satunya adalah keluargamu. melihat Verrel yang gigih mengatakan kepadamu untuk menjauhi Danrem dan menuduh Danrem sebagai dalang pembunuhan keluargamu, aku mulai mencurigai suamimu. mungkin saja dugaanku benar, keluargaku dan keluargamu dibunuh oleh keluarga Verrel eldor."


Tidak, ini tidak mungkin. Sintia menggeleng kuat, dia tidak bisa menerima kenyataan ini. Suaminya tidak mungkin melakukan hal itu kepada keluarganya.


"aku tahu kau tidak akan bisa menerima kenyataan ini tapi itulah kenyataannya Cynthia kau jangan bodoh dan jangan mau ditindas oleh suamimu sendiri"


"dia menikahimu memiliki maksud tertentu dia ingin menguasai seluruh hartamu dan dia tidak ingin hartamu jatuh ke tangan Danrem "


tubuh Sintia bergetar keringat dingin mulai muncul dari kuningnya.


"Bagaimana mungkin dia melakukan ini dia sudah berjanji kepadaku akan membalaskan dendam atas kematian keluargaku"gumam Sintia.


"Jika dia ingin membalaskan dendam keluargamu dan mengetahui keluargamu lenyap dibunuh oleh Danrem dan Rea, itu artinya dia mengenal keluargamu.


lalu apakah dia melihatkan bukti kepadamu Apakah dia memberikan sesuatu yang membuatmu yakin bahwa dia mengenal keluargamu?"


Ucapan Mr topi terus menghantui benak Sintia. Pria itu memang benar. Verrel tidak pernah mengatakan dan memberitahu siapa kedua orang tuanya. Dia hanya membenarkan dugaan nya tentang pernyataan Elena.

__ADS_1


Sintia tiba di rumah, dia mendengar pertengkaran Verrel dan Reno di ruangan tengah.


"Tenang Verrel, jangan emosi. Sintia tidak akan pergi kemana mana, jangan panik dulu"


"Tapi Reno, Mr Topi dan Danrem sangat berbahaya....Mereka bisa saja mencelakai Sintia, apa kau tidak berpikir itu?"


"Kenapa kau terlalu takut aku dekat dengan Mr Topi Verrel?"


Sintia menatap suaminya berlari cepat mendekat kearahnya, lalu memeriksanya.


Entah apa itu, Sintia tidak peduli. Perhatian yang selama ini suaminya berikan hany untuk menutupi kesalahannya.


"Mengapa kau begitu menjijikan Verrel?"


Deg


Jantung Verrel seakan berhenti berdetak, mendengar pernyataan yang tidak pernah ia ingin dengar dari bibir Istrinya.


"Apa maksud kamu sayang? jangan berbicara aneh. Jelaskan pada ku apa yang kamu tahu?"


"Untuk apa?" Sintia mendorong suaminya, dia merasa jijik dekat dengan suaminya.


Widia dan Reno terkejut, sama seperti Verrel. Mereka bingung dengan pernyataan Sintia barusan.


"Kemarin, kalian menuduh Danrem sebagai pembunuh Keluarga kandung ku bukan? itu artinya kalian mengenal Keluarga kandung ku."


"Sintia, apa kamu baru saja menemui Danrem? apa dia mencuci otak mu?"


"Sudah cukup Verrel, jangan berbicaralah lagi. Dengan siapapun aku bertemu, itu tidak penting. Aku hanya ingin tahu, mana bukti kalian mengenal keluarga ku!" teriak Sintia histeris, air matanya tak terbendung lagi.


"Sayang, kamu lelah. Kita akan membicarakan ini nanti!" bujuk Verrel. Pria itu berusaha untuk tetap tenang.


"Widia, bawa dia ke kamar. Biarkan dia istirahat" suruh Verrel melirik kearah Widia.


"Baiklah"


Widia mendekati Sintia, membawa wanita itu masuk ke kamar untuk beristirahat.


"Aku tidak mau, aku ingin menyelesaikan semua nya sekarang!" tolak Sintia.


"Aku tidak akan menjelaskan apapun Sintia, kecuali kau sudah tenang. Kita akan berbicara saat itu" ucap Verrel dengan nada datar.


Melihat Verrel akan pergi, Sintia bergerak ingin mencegah nya. Tapi, Widia dan Reno menahan nya.


"Sudah Sintia, sebaiknya kamu istirahat. Setelah itu baru berbicara dengan kepala dingin " ujar Reno.


"Tapi..",


"Reno benar Sintia, sebaiknya kamu istirahat dulu!" sahut Widia.


Sintia pun pasrah, dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2