Karena Pengkhianatan

Karena Pengkhianatan
Semuanya Telah Di Mulai!


__ADS_3

Verrel kembali ke kamar, dia membawakan dua gelas jus alpukat.


Pria itu duduk di tepi ranjang sebelah istri nya berbaring. Mengusap pelan wajah Sintia, agar wanita teristimewa itu terbangun dari tidurnya.


"Sayang, ini. Aku membuat jus alpukat untuk kita berdua"


Sintia membuka matanya, dia tersenyum. "Pantas saja kamu lama di luar. Ternyata membuatkan aku jus"


"Iya sayang, aku tahu kamu sangat suka jus ini kan?"


Sintia mengangguk, perlahan wanita cantik itu pun bangun. Mengetatkan selimut ke dadanya.


"Terimakasih sayang" Sintia mengembalikan gelas jus yang telah dia minum setengah pada suaminya.


Verrel menerimanya, meletakan sisa jus ke atas nakas. Lalu, Verrel kembali menatap pada istri imutnya. Mengusap wajah yang mungkin tak selamanya akan tersenyum seperti ini kepadanya. Entah itu nanti di masa depan atau mungkin beberapa waktu ke depan.


Verrel hanya berharap, apa yang akan mereka lalui. Sintia selalu kuat menghadapi nya.


"Sayang, kenapa menatap ku begitu. Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu? Ayo katakan pada ku. Aku akan berusaha menguranginya"


Verrel menggeleng, merengkuh kepala istrinya agar merapat ke tubuhnya.


"Apapun yang terjadi di masa depan, apapun yang sedang kita lalui, tolong ingat satu hal. Aku sangat mencintai mu. Aku tidak akan pernah bisa kehilangan mu" ucap Verrel serius. Dia menahan kepala Sintia yang ingin mendongak kepadanya.


"Sstt... Istirahat lah, jangan pikirkan apapun. Aku hanya ingin memperingatkan mu agar mengingat ucapan ku" lirihnya lagi.


"Tentu saja, aku tahu kau sudah jatuh hati dan tidak bisa hidup tanpa Aku " balas Sintia.


Verrel terkekeh pelan, dia semakin mengeratkan pelukan nya pada istri nya.


Mereka sama sama tersenyum, namun memiliki pemikiran yang berbeda. Sintia memikirkan tentang pembalasan dendamnya kepada keluarga Rafs. Dan dia meminta maaf di dalam hatinya, bahwa dia melindungi semua ini dari suaminya. Sintia tidak mengatakan pada Verrel bahwa dia akan melakukan sesuatu yang mungkin akan mengancam hubungan mereka.


"Maafkan aku suami ku" batin Sintia.


...----------------...


Brak!


"Hei, santai. Mengapa harus ada kekerasan? bukan kah kita satu tim? musuh kita sama!"


"Apa maksud mu Mr Danrem Rafs?" geram Mr Topi. Sejak tadi emosinya terus di permainkan oleh Danrem. Jika dia tidak menginginkan informasi tentang Keluarga nya. Sudah di pastikan kepala kedua pria ini akan terpisah dari tubuhnya.


"Maksud dari sahabat ku adalah, kita memiliki musuh yang sama. Kau mencari pembunuh Keluarga mu? dan dia ingin mendapatkan putrinya kembali setelah di rebut oleh pembunuh Keluarga mu!" terang Asmar, senyum licik terbit di bibirnya.


"Duduk lah hmm...Mr. Topi?" suruh Danrem menyebut nama Mr Topi dengan ragu. Dia tidak yakin Mr Topi adalah namanya.


Huh.


Dengan hempasan paksa, Mr Topi duduk di hadapan mereka. Menyilang kaki nya di depan , seolah memperlihatkan bahwa dialah penguasa di antara keduanya.

__ADS_1


"Tampa bertele tele, cepat katakan. Siapa orang yang kau maksud, berikan bukti yang jelas pada ku!"


"Ohh tenang Mr Topi, kami sudah menyiapkan bukti lengkap untuk mu!"


Danrem memberi kode pada anak buahnya yang berdiri di belakang Asmar, meminta laptop yang sejak tadi anak buah nya pegang.


Setelah laptop menyala di hadapan nya. Dengan cepat Danrem memutar sebuah video. Di mana di dalam video itu, ada seorang pria masuk ke dalam ruangan dengan memegang senjata. Di tubuhnya terdapat lumuran darah.


Lalu, di video berikutnya. Pria yang ada di video sebelum nya keluar dengan menyeret mayat seorang wanita.


"Ma!!!"


Teg.


Danrem langsung menutup laptopnya. Menarik agar tidak bisa di gapai oleh Mr Topi.


"Sialan!!! keparat!!! berikan laptop itu. Aku harus melihat orang itu!!!"


"Oh tidak Mr Topi. Kamu tidak akan menemukan pria itu lagi sekarang. Karena dia sudah tidak ada di dunia ini. "


Mr Topi terdiam, matanya nya terasa panas menahan gejolak emosi. Kedua tangan nya mengepal, rahang nya mengeras menampakkan tulang pipinya.


"Pria itu sudah terbunuh. Dia merupakan mafia licik yang menguasai kawasan selatan. Tapi Mr Topi. Meskipun Dia sudah tiada. Masih ada tempat mu melampiaskan dendam!" Danrem tersenyum misterius, dia melirik Asmar. Agar pria setengah baya itu mengeluarkan lembaran foto yang akan menjadi target nya.


Mengerti akan kode dari Danrem, Asmar segera mengambil lembaran foto di dalam tas nya.


"Ini dia, keturunan terakhir si mafia licik Eldor. Yaitu Verrel Eldor!" jelas Asmar.


Mr Topi mengambil foto yang berukuran 4x4. Menatap lama foto yang tidak asing di matanya.


"Verrel Eldor?" gumam nya.


"Yah, dia adalah musuh mu juga kan? sebelum kau mengetahui ini?"tebak Danrem.


"Sial!!! Akan aku tebas lehernya!!! berani sekali dia!!!!" teriak Mr Topi penuh amarah. Dalam sekejap, foto foto itu berubah menjadi kepingan kecil.


"Verrel Eldor!!!"


Danrem dan Asmar tersenyum menang. Kini mereka bisa dengan santai menyaksikan pertempuran yang sangat seru.


Mr Topi bangkit, dia pergi tanpa permisi. Danrem dan Asmar tidak perduli. Mereka merasa tugas mereka telah selesai.


"Lihat lah Asmar, kita akan sangat menikmati semua ini!. Setelah Sintia kembali, aku akan membuat dirinya menyetujui penyerahan hak atas segala harta papa dan mama nya. Sehingga mereka bisa dengan muda nya melenyapkan gadis itu.


Dahulu, sangat lama sekali. Rea dan Danrem adalah kaki tangan Feli dan Hino. Mereka sangat patuh dan setia.


Tapi, sayang sangat sayang. Sepasang suami istri itu membelok dan berkhianat. Beruntung Mr Topi tidak mengenali wajah nya. Karena memang pria itu di kirim oleh Feli dan Hino jauh ke luar negeri.


...----------------...

__ADS_1


"Sayang, aku harus pergi ke kantor sekarang. "


"Huh? kenapa? apa yang terjadi?"


Sintia menatap suaminya yang tiba-tiba ingin berangkat ke kantor. Apalagi saat ini pukul 5 sore.


"Kenapa tiba-tiba sayang, apa yang terjadi???" Sintia berdiri di hadapan suaminya yang tengah bersiap siap.


"Sayang, jangan khawatir. Aku hanya pergi sebentar dan menghadiri rapat penting saja. Jangan khawatir yah, hanya meeting dadakan" ucap Verrel meyakinkan istri nya. Dia tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Tadi Reno menghubungi nya dan mengatakan ada sedikit kekacauan di kantor dan beberapa bisnis nya terkendala.


"Benarkah, kamu tidak bohong kan?"


"Tidak sayang, aku tidak akan pernah berbohong pada mu..(tapi sedikit)" sambung Verrel dalam hati.


"Baiklah, aku akan membiarkan mu pergi."


"Bagus, kamu harus membiarkan aku pergi. Karena aku adalah suami terkuat dan tak terkalahkan!" ucap Verrel penuh kebanggaan. Sintia sampai berdecak melihat kenarsisan suaminya.


"Baiklah baiklah, suami ku yang tampan dan perkasa. Tidak akan ada yang bisa melawan mu" ujar Sintia, dia memeluk suaminya dengan manja, menenggelamkan wajahnya di balik kemeja yang masih belum terpasang kancing.


"Sudah, jangan buat aku tidak jadi pergi. Ini sangat penting sayang"


"Ahh...Andaikan aku bisa membuatmu tetap bersama ku" lirih nya sedih.


Verrel berdecak, istri nya mulai mengeluarkan jurus nya. Membuat dirinya ingin tetap berada di sini. Tapi, Verrel tidak bisa tetap tinggal, dia harus pergi dan menangani masalah ini.


"Aku harus pergi sayang, muachhh!"


"Baiklah hati hati, jaga mata dan diri mu. Aku tidak mau kau terpeleset oleh pesona wanita yang tidak tau diri!"


"Tenang saja, aku tidak akan terpesona oleh wanita mana pun. Hanya Sintia Eldor yang bisa membuat aku terpesona. Muachhh"


Verrel mengecup lama kening istrinya, memeluk erat seakan dia tidak ingin melepaskan nya lagi.


"Aku pergi yah"


"Baiklah, ini jas nya dan hati hati di jalan"


Sintia mengantar suaminya hingga ke depan pintu. Memperhatikan suaminya masuk mobil dan berlalu hingga tak terlihat lagi.


Setelah itu, Sintia pun masuk dan menutup pintu rumahnya sekaligus mengunci nya.


Rasanya rumah besar itu sangat sepi, tidak ada suaminya maka hidupnya terasa hampa. Padahal suaminya hanya pergi sebentar saja.


"Huh..Aku sangat kesepian, seperti nya butuh seorang baby" gumam Sintia berlalu ke kamar nya.


...****************...


Hallo guys, terimakasih sudah mengikuti perjalanan hidup Sintia. Semoga kalian terus menikmatinya.

__ADS_1


Jangan lupa tekan tombol like setelah membaca yah. Hal itu akan membuat aku semangat buat update. Jangan jadi pembaca gaib yah. tolong tinggalkan jejak nya


__ADS_2