Karena Pengkhianatan

Karena Pengkhianatan
Bertengkar!


__ADS_3

Rendi memegang pipi nya, menatap nanar pada wanita yang selalu dia hormati.


"Rendi!" Sela memeluk Rendi, menatap sinis pada calon mertua nya


Suasana menegangkan mendominasi ruang tamu rumah besar keluarga Jackson.


"Sebenarnya ada apa ini? Rendi baru saja keluar dari rumah sakit. Tapi kalian sudah menghujaninya dengan kata kata kasar. Bahkan mama mertua menamparnya!" Sela menatap sinis pada Sia.


"Tutup mulut mu Sela, kau juga bagian dari kehancuran Keluarga ku. "


"Apa?" sela menatap mereka secara bergantian. Dia tidak habis pikir, mereka malah menyalahkan dirinya sebagai sumber kehancuran Keluarga yang entah apa maksudnya.


"Papa sudah bangkrut, semua pemegang saham menarik semua saham mereka, bahkan sekarang bermunculan skandal. Beberapa kasus membuat harta yang di miliki papa harus di sita negara!"


"what?? kamu jangan asal bicara Kaila. ini tidak mungkin terjadi!" sangkal Rendi.


"Itulah kenyataannya, karena kau. keluarga kita hancur!" ucap Asmar.


Rendi menggeleng kuat, dia tidak bisa menerima semua ini.


"Kenapa? apa kamu sadar sekarang? hanya karena wanita kurang ajar ini, kamu menghancurkan keluarga kita!" ucap Sia.


"kenapa harus aku yang kalian kutuk, aku tidak tahu menahu tentang bisnis kalian. kenapa kalian malah menyalahkan aku? kenapa huh?"


"Itu karena kau pembawa sial! sejak kau mengacaukan hidup kakak ku, hidup kami pun ikut sial"


"Kau!!" Sela menahan geram pada adik Rendi, ingin rasanya dia menarik rambutnya, memukul wajah nya, lalu mendorong nya ke Jurang.


"Ma, pa. Bagaimana bisa terjadi? "


"Tentu saja bisa, ku dengar kau memperlakukan Sintia sangat buruk. sampai kau lupa, Sintia adalah wanita nya Mr Eldor!"


Deg.


tubuh Sela menegang, ketika dia mendengar nama Verrel di sebutkan.


"Tidak mungkin dia bisa melakukan hal sebesar ini" sangkal Rendi.


"Kenapa tidak kakak, apa kau tidak tahu. Verrel merupakan mafia licik yang sangat kejam. Tapi kau, malah membuat permusuhan dengan nya!"


"Dasar bodoh!"


Sela masih diam, dia masih mencerna ucapan keluarga Rendi yang membicarakan Verrel, mantan kekasih nya.


"Tentu saja kau tidak ingat Rendi. Karena anak ini hanya tahu bagaimana menghamburkan uang saja. Dia tidak becus dalam bekerja, dia tidak akan tahu apa apa!" ujar Sia muak kepada putra tidak berguna nya.


Asmar tidak mengeluarkan sepatah kata lagi. Dia sudah terlanjur lemas, kaki nya tidak sanggup menompang tubuh nya untuk berdiri.


...----------------...

__ADS_1


Di rumah besar milik Verrel, Sintia berdiri mematung menatap televisi.


Wanita yang baru saja menikah itu terkejut ketika melihat wajah mantan calon ayah mertuanya ada di tv.


Sebuah Stasiun tv menjelaskan tentang hancurnya JS Grup. Sintia menggeleng pelan, berharap itu adalah kebohongan, namun ini adalah kenyataan nya. Dia tidak bisa menyangkal nya maupun. membantunya berdiri.


"Bagaimana mungkin, Js grup hancur"


"Kenapa tidak mungkin honey?"


Sintia berbalik, menatap suaminya yang telah santai duduk di sofa.


"Verrel, apa kamu sudah mengetahui semua ini?"


Verrel mengangguk, dia tahu semuanya. bahkan dia yang menentukan sendiri, masa depan kelas untuk Js Grup.


"Kehancuran JS Grup, menimbulkan banyak skandal. Dengan begitu, seluruh harta nya haru di sita oleh negara!" Presenter membacakan berita terkini nya.


"Tidak, ini tidak mungkin. Mereka pasti panik, mereka pasti merasa kalut!" gumam Sintia khawatir.


"Hei, kenapa kamu malah khawatir. Biarkan saja mereka menyelesaikan Masalah mereka! "


"Tapi Ve, mereka itu mantan calon mertua ku. Aku tidak boleh jahat pada mereka!"


Verrel tidak berkata kata lagi, dia hanya menatap istrinya yang fokus menonton berita.


"Setelah mereka melakukan semua ini pada mu, kamu masih memikirkan mereka?"


"Wahh, Sintia. Kamu sungguh hebat. Hati mu besar, tapi aku tidak! aku tidak akan membiarkan kamu melakukan apapun untuk mereka. " tegas Verrel.


Sintia terkejut, suaminya mendadak berubah menjadi pria dingin lagi.


"Ada apa Verrel, kenapa ka-"


"Susah lah, aku malas berdebat. Sekarang istirahat lah!", titah Verrel memotong ucapan Sintia.


Sintia tidak habis pikir, dia beralih ke depan suaminya. Menatap nya dengan tatapan tidak percaya.


Bisa bisanya Verrel melarang nya berbuat baik. Dia tahu, mereka tidak melakukan apapun di saat dia hancur. Tapi, mereka juga manusia yang memiliki hati dan perhatian.


"Aku beritahu pada mu, Kehancuran JS Grup. Itu karena aku, aku yang telah melakukan hal besar ini!"


"Apa??"


"Kamu jangan bercanda!!"


Ruang ber- AC, kini terasa panas meskipun suhu nya sedikit lebih rendah dari biasanya.


Emosi mendominasi hati sepasang suami istri yang baru saja menikah ini.

__ADS_1


"Aku tidak bercanda! dan aku melakukan nya demi kamu. Aku akan membuat semua orang yang menyakiti mu hancur!"


"Termasuk kedua orang tua mu!"


Tubuh Sintia bergetar, ucapan Verrel membuatnya takut.


"Ke-kenapa, apa yang membuat kamu seperti ini?" tanya Sintia terbata bata.


"Susah lah, lebih baik kamu istirahat sekarang!" Verrel mengakhiri pertengkaran mereka. Dia berlalu begitu saja.


Sedangkan Sintia, dia terhenyak di lantai. Matanya mulai berkaca kaca, kemarahan Verrel membuatnya menjadi takut.


"Tidak, dia tidak boleh melakukan hal itu!" Sintia menggeleng kuat, dia tidak akan membiarkan Keluarga nya hancur. Dia harus mencegah Verrel, sebelum semuanya terlambat.


Meskipun Keluarga nya berlaku buruk terhadap nya, Sintia tetap menyayangi mereka. Kemarahan nya hanya bersifat sementara saja. Dia tidak benar benar marah, namun dia hanya kecewa.


Verrel melangkah masuk ke dalam ruangan kerja nya. Dia butuh waktu sendiri.


Dia menggebrak meja kerja nya sendiri, untuk melampiaskan kemarahan nya.


Sintia memihak keluarga nya, padahal Verrel melakukan semua ini demi membela dirinya. Tapi, dia malah mencegah nya?


"Cih, aku tidak akan berhenti Sintia. Aku akan menghancurkan mereka semua. Sebelum itu, aku akan menunjukkan pada mu, siapa orang yang telah kamu bela itu!" Tangan Verrel mengepal, mata nya menatap tajam ke depan.


Ceklek.


"Verrel, ada apa kamu memanggil ku ke sini?"


Reno melangkah masuk, berdiri di samping bos nya.


"Cari tahu, apa apa saja yang pernah keluarga istri ku lakukan! "


"Baik!" jawab Reno patuh. Tanpa bertanya untuk apa, dia akan melaksanakan apapun yang Verrel perintahkan.


Brak!


Lagi, Verrel kembali menggebrak meja nya sendiri.


"Apa yang terjadi, mengapa kamu semarah ini?",


"Tidak ada, aku hanya marah karena istri ku membela JS Grup!" jawab Verrel singkat.


"Apa kalian bertengkar?"


Verrel tidak menjawab, namun Reno tahu apa jawaban nya.


"Dia sangat keras kepala!" dengus Verrel lagi.


"Tenang Verrel, dia butuh waktu. Kebusukan orang orang yang dia anggap benar tidak mudah untuk mengungkapkan nya. Meskipun kita dengan mudah bisa menghancurkan mereka.

__ADS_1


Tapi, di mata Sintia kau akan terlihat jahat!" jelas Reno panjang lebar.


__ADS_2