
"Boleh, kapan pun kamu mau datang! datang saja saya sama sekali tidak keberatan bahkan sangat bahagia jika kamu datang," sanggahnya Sameer sembari mengambil dompetnya dari dalam saku celananya itu.
"Kalau gitu tunggu aku yah Mas! Tapi mungkin agak malam datangnya soalnya aku harus selesaikan pekerjaan aku dulu baru otewe ke sana," balas Nada yang mengembalikan sisa uang belanjanya kepada Sameer.
Sameer mengambil semua barang belanjaannya dan juga uang kembaliannya," aku tunggu kamu sampai kamu datang, Mas akan kirimkan alamat rumahnya Mas!" Terang Sameer sambil berlalu dari hadapan Nada yang masih tersenyum manis ke arahnya Sameer.
Nada kembali melanjutkan pekerjaannya mengatur dan memeriksa semua barang-barangnya yang ada di rak lemari apa kah ada yang sudah ekspier atau kadaluarsa dan mengisi rak etalase lemari yang sudah kosong.
"Ya Allah... lancarkan semua proses pernikahan kami dan jadikanlah nanti pernikahan kami menjadi keluarga yang harmonis sakinah mawadah warahmah," gumamnya Nada.
Sameer sudah berada di dalam mobilnya, tapi baru saja ingin menyalakan stok kontak mobilnya tiba-tiba ia terlintas dengan masa lalunya sekitar kurang lebih lima tahun yang lalu. Dia mengingat dengan jelas perempuan yang berhasil ia rebut kesuciannya memakai pakaian kerja putih biru dengan bertuliskan di punggungnya indo April itu.
"Apa perempuan itu juga bekerja seperti Nada, apa aku harus mencarinya tapi aku sudah akan menikah dengan Nada!" batinnya Sameer yang kembali teringat dengan perempuan malam itu yang sebenarnya membantunya tapi,malah ia harus merenggut kehormatannya dengan paksa akibat pengaruh minuman alkohol.
"Apa aku tetap melanjutkan pencarianku untuk mengetahui siapa gadis bersamaku malam itu, karena tujuanku membuka cabang di daerah Makassar adalah untuk mencari perempuan itu tapi, kalau seperti ini apa aku lanjut atau stop saja karena aku akan segera menikah dengan perempuan yang mulai aku sayangi," cicitnya Sameer lalu segera mengemudikan mobilnya menuju jalan raya siang itu.
Sameer walaupun saat itu dalam keadaan mabuk tapi, dia teringat dengan jelas ketika ia melepaskan pakaian perempuan itu dengan paksa yang kala itu perempuannya memakai pakaian seragam kerja lengkap.
Sameer adalah warga asli Jakarta tapi, mama sambungnya memilih untuk tinggal di Bali bersama dengan adiknya Sameer untuk menjaga dan mengawasi usahanya Sameer di daerah pulau Dewata Bali tepatnya di daerah Jimbaran.
Sedangkan baru dua bulan, Sameer membuka usaha barunya di daerah Makassar karena kota inilah tempat ia bertemu dengan perempuan yang sudah mampu memporak-porandakan hati dan perasaannya serta jiwa raganya itu.
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar menunggu sore, aku akan mencicipi masakan calon istriku!" Batinnya Sameer dengan seulas senyumannya itu.
Sedangkan Nada segera menyelesaikan pekerjaannya itu dengan baik. Karena ada beberapa bahan makanan yang masih segar terutama daging dan sumber sayur mayur.
"Alhamdulillah aku tidak perlu repot-repot belanja di supermarket lain karena kebetulan sore ini baru saja datang bahan makanan yang cocok aku masakkan untuk Mas Sameer untuk makan malamnya itu," cicit Nada.
Sebelum meninggalkan tempat kerjanya indo April, Nada berbelanja beberapa bahan makanan yang sangat baik untuk kesehatan Sameer yang sibuk bekerja di luar.
"Sepertinya hari ini masak sayur sop dan ayam crispy pasti akan Mas sukai apa lagi dia lebih sering makan makanan jadi saja," gumam Nada lalu mengambil beberapa kilo ayam segar, daging sapi segar dan juga beberapa sayur seperti kol, kentang, wortel, tomat, cabai merah dan cabai hijau geriting, kemangi, timun, dan lainnya.
Nada memilih beberapa jenis daging segar, seperti daging ayam olahan dan daging sapi yang masih sangat segar. Nada segera menyelesaikan pembayarannya dengan barang-barang yang sempat dibelinya itu.
"Apa Mbak Nada sudah mau pulang?" Tanyanya Roni anak baru di tempat kerjanya yang gilirannya untuk berjaga yang kebetulan dapat sip jaga malam.
"Pasti mau temui calon suaminya Iya kan Mbak!' imbuhnya Roni lagi.
Nada tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Roni," sepertinya gitu, rencananya mau bawa ke sana ini dulu baru pulang ke rumah," jelasnya Nada seraya mengangkat ke atas salah satu kantong kresek miliknya.
Roni hanya tersenyum tipis menanggapi dari sikapnya Nada" good luck Mbak, hati-hati di jalan!" Ucapnya Roni yang berjalan ke arah dalam toko yang kebetulan tadi dari bawa beberapa kardus bekas yang ingin mereka buang sebelumnya.
Nada segera mengirimkan chat ke nomor hpnya Sameer jika ia sudah akan berangkat ke rumahnya Sameer.
__ADS_1
Bipppp!
Hpnya Sameer yang tergeletak di atas meja nakas segera mengambil hpnya itu, sudut bibirnya tersungging dan terangkat ke atas," aku sudah lama menunggu kedatanganmu sayang," Gumamnya sembari membuka dan membaca pesan chatnya Nada.
Hanya butuh waktu dua menit saja pesannya Nada terkirim sudah ada balasannya dari Sameer.
"Jalan Adiyaksa nomor 10, bukannya ini alamat…" bathin Nada yang kembali teringat kejadian memilukan di dalam sebuah rumah yang di tempat itu pulalah ia dengan tepaksa memberikan kesuciannya kepada pria yang sama sekali tidak dikenalnya.
"Kenapa Mas Sameer harus tinggal di sana, aku tidak mungkin membatalkan niat dan rencanaku untuk memasakkan beberapa makanan untuk makan malamnya Mas Sameer," Lirihnya Nada sambil menyeka air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya itu.
"Aku sudah berjanji aku tidak boleh nenginkari janjiku ini," cicitnya Nada lalu menyalakan mesin motornya menuju komplek perumahan melati sesuai dengan alamat yang dikirimkan oleh Sameer.
Dengan berat hati Nada menuju tempat yang seharusnya ia sudah lupakan, tapi harus Kembali mengingat malam yang begitu kelam.
Waktu itu ia baru saja menjalankan motornya untuk pulang ke rumahnya. Nada sama sekali tidak pernah berfikiran jika hari itu sekaligus hari dimana ia akan selamanya berhubungan dengan pria yang telah menaburkan benih kedalam rahimnya.
Nada awalnya sudah ingin pulang ke rumahnya, tapi tiba-tiba ia melihat ada seseorang yang muntah-muntah di sekitar lokasi tempat kerjanya yang dulu. Nada lima tahun lalu bekerja sebagai pelayan salah satu restoran terkenal di Makassar.
Dari niatnya yang hanya ingin membantu pria itu dengan mengantar pulang pria itu ke rumahnya dengan mengendarai mobilnya si pria. Dengan hati nuraninya terpanggil untuk membantu pria itu.
Awalnya Nada berdua dengan salah satu teman kerjanya mengantar hingga pulang ke rumahnya si pria tapi, karena sesuatu dan lain hal. Teman kerjanya harus buru-buru pulang. Nada pun ingin meninggalkan pria di dalam kamarnya dalam keadaan yang muntah-muntah tapi, hatinya tersentuh dan terenyuh melihat kondisi dari Pria itu.
__ADS_1
Niat hati hanya ingin membantu untuk membersihkan sisa kotoran muntahannya hingga tangannya ditarik oleh pria itu hingga kejadian yang tidak pernah terduga dan dibayangkan oleh Nada pun terjadi. Nada terus berusaha untuk melawan tapi, apa daya ia tidak kuasa melawan kekuasaan dan kekuatan pria itu.