
Nada ingin berjalan tapi Langkahnya terhenti karena Sameer Elrumi Sungkar segera menahannya dengan memberikan kode kepada istrinya agar terdiam saja dalam pelukannya. Sedang Sameer melanjutkan telponnya dengan asisten pribadinya yang ada di Bali.
Nada spontan mendekati Sameer lalu mengambil alih apa yang dilakukan oleh Sameer. Nada dengan telaten memasangkan kancing bajunya Sameer satu persatu hingga semuanya terpasang dengan lengkap dan rapi.
Untung tubuhnya Nada lebih pendek sedikit sekitar beberapa centimeter dengan tinggi badannya Sameer sendiri.
"Makasih banyak sayang," ujarnya Sameer seraya mengecup sekilas keningnya Nada.
"Tunggu aku akan berangkat ke sana senin pagi, kalau memang saya harus datang ke sana," ujarnya Sameer yang sudah duduk di atas ranjangnya dengan posisi tubuhnya memangku Nada yang hanya terdiam seperti patung saja sambil menjadi pendengar setia dari percakapan suaminya dengan sekretarisnya yang ada di Bali Denpasar.
Nada memperhatikan dengan seksama apa yang mereka bicarakan tapi, terbersit dalam benaknya yang ingin mengetahui siapa yang sedang diajak berbicara oleh suaminya apakah seorang wanita atau pria.
"Siapa yang ditemani Mas Sameer berbicara sampai-sampai sudah hampir setengah jam mereka berkomunikasi," batinnya Nada Atiillah Ahmad.
Sameer yang melihat istrinya yang seperti sedang banyak pikiran segera menyudahi dan menyelesaikan acara telponannya itu.
Sameer menarik tubuhnya Nada hingga wajah mereka saling berbenturan satu sama lainnya, "Sudah dulu yah Mbak, aku ingin keluar bersama istriku, kasihan sudah lama menungguku, ingat aku menunggu kehadiran Mbak Dewi dengan Mas Saleh di Makassar hari minggu harus datang! Aku tidak ingin ada kata tapi-tapian lagi oke! Apa lagi kalau penolakan," imbuhnya Sameer lalu mematikan segera sambungan teleponnya tanpa mengucapkan keluar salam seperti biasanya hingga Nada tidak mendengarnya.
Sameer segera membalik tubuhnya Nada hingga Nada sudah berada dalam kungkungannya itu.
"Mas, lihat sudah jam delapan lewat loh, apa mau disini atau di hotel saja?" Elaknya Nada yang menahan tubuhnya Sameer yang sudah hampir saja tidak mampu menahan keinginannya itu.
__ADS_1
Sameer hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulut istrinya itu. Mereka segera meninggalkan rumahnya Sameer dengan menenteng tiga buah paper bag yang berbeda warna dan ukurannya.
Ibu Annie yang melihat keduanya masuk ke dalam mobil tersenyum penuh bahagia," syukur Alhamdulillah makasih banyak ya Allah… semoga Engkau selalu menjaga dan melindungi pernikahan mereka dari gangguan mata jahat dan pikiran jelek dari semua orang yang berniat jelek hingga hanya maut yang memisahkan keduanya," Nyonya Annie yang berjalan kembali ke dalam rumah cucunya karena baru saja pulang dari melaksanakan shalat isya berjamaah di masjid Nurul Falah.
Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit saja yang mereka butuhkan untuk sampai di Hotel Clarion Makassar yang ada di jalan Andi Pangeran Pettarani.
"Sayang jika kamu belum siap katakan saja sejujurnya sama Mas tidak perlu ragu sungkan atau pun takut karena Mas tidak akan marah kok," jelasnya Sameer yang kembali mencium punggung tangannya Nada sebelum mereka turun dari mobilnya.
Nada tersenyum tipis," Insya Allah… aku sudah siap Mas, aku akan menyerahkan segalanya hanya untuk suamiku seorang Sameer Elrumi Sungkar khusus untuk malam ini lakukan apa pun yang bisa membuat Mas bahagia, saya sudah siap lahir batin."
Nada kembali mengecup sepintas bibirnya Sameer yang merah karena sama sekali tidak pernah terpapar atau pun mencicipi rokok apapun.
"Kalau gitu let's go tidak perlu menunda lama lagi, karena hari ini aku akan buktikan dan tunjukkan siapa Papanya Ayesha Almeera Aliya Sungkar itu!" Tegasnya Sameer lalu mengunci rapat pintu mobilnya.
"Maaf apa Anda Pak Sameer Elrumi Sungkar?" Tanyanya salah satu Resepsionis Hotel.
"Benar sekali, saya sendiri Mbak," jawab Sameer yang tersenyum ramah di depan beberapa resepsionis itu.
Nada yang melihat suaminya tersenyum tipis sedikit merasakan cemburu dan tidak menyukai melihat ada seorang Mbak itu yang tersenyum genit dan bersikap centil seolah mencari perhatian dari suaminya.
"Ya Allah… apa ini perempuan tidak lihat saya di sampingnya Mas Sameer, apa aku terlalu slim sehingga mereka tidak melihat sosok aku yang jelas-jelas berada di sampingnya Mas Sameer!" umpatnya Nada yang tersenyum sinis.
__ADS_1
Sameer tanpa sengaja melihat perubahan dari raut wajahnya Nada segera merangkul pinggang Istrinya itu dengan posesif. Nada menatap ke arah suaminya lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Mbak yang sengaja ingin mencuri perhatian dari Sameer suaminya itu.
"Sayang, apa kita masih lama disini? Kakiku pegal nih harus berdiri terus-menerus!" Ketusnya Nada yang tersenyum penuh maksud ke hadapan mereka.
Sameer sangat mengetahui dengan pasti apa penyebab Nada berbicara seperti itu refleks mengecup pipinya Nada. Apa yang dilakukan oleh Sameer membuat wajahnya merah merona saking terkejutnya dengan kelakuannya Sameer di hadapan banyak orang.
Sedang semua orang yang melihat streaming live tersebut dibuat terperangah dengan keromantisan kedua pasangan pengantin baru itu. Nada tidak menyangka jika Sameer akan melakukan hal seperti itu di depan umum.
"Ya Allah… Mas nekat yah tapi aku suka karena mereka akan mengetahui siapa yang pantas bersikap centil dan genit di depannya Mas Sameer hanya aku Nada Atilah Ahmad seorang saja, tapi apa Mas tahu kalau aku marah dan jeles melihat perempuan sok kecantikan itu yah!" Nada membatin.
Sameer segera meraih kunci kamarnya tanpa sepatah kata lagi dengan menggandeng penuh kemesraan tangannya Nada menuju ke arah lift. Sameer yang melihat kondisi lift kosong melompong memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaiknya
"Mas tadi senang banget berbincang-bincang dengan perempuan itu, apa karena mereka cantik dan bening gitu jadi Mas mengumbar senyumannya ke semua orang!" Ketusnya Nada yang kesal seraya menolehkan kepalanya ke arah samping kiri.
Sameer tersenyum lalu mengungkung tubuhnya Nada ke dinding lift," Mas tahu tadi kamu cemburu, mulai detik ini Mas tidak akan tersenyum lagi kepada orang lain yang sama sekali istriku tidak mengenalnya, apa kamu sudah senang?"
Nada menatap ke arah dalam bola matanya Sameer," Mas boleh tersenyum kepada siapapun tapi, ingat hati ini hanya untukku seorang bukan untuk wanita manapun di dunia ini! Tapi tersenyum hanya sekadar senyuman saja karena senyum itu ibadah yang paling ringan dan mudah dan aku tidak mungkin menghalangi Mas untuk beribadah," sanggahnya Nada.
Nada berbicara seperti itu untuk menegaskan jika ia tidak ingin membatasi pergaulan suaminya. Sameer tidak lagi menanggapi perkataan dari mulutnya Nada. Tetapi, ia langsung me lu mat bibir seksinya Nada hingga tubuhnya Nada terhimpit dengan tubuhnya Sameer. Suara deru nafas keduanya saling memburu dan mengisi ruangan lift tersebut.
Ting…
__ADS_1
Suara lift yang terbuka mengakhiri kegiatan mereka di malam itu. Sameer segera menggendong tubuhnya Nada hingga ke depan kamar tidur yang sudah dipesannya sebelumnya. Nada segera mengalungkan tangannya karena takut jika ia terjatuh.