
Nada melayani suaminya dengan setulus hati dan sepenuh jiwa raganya. Nada tidak ingin setengah-setengah menjalani pelayanannya kepada suaminya itu. Setelah beraktifitas yang cukup panjang. Mereka memutuskan untuk pulang dari Hotel Clarion Makassar menuju rumahnya.
Nada memakai pakaian lingerie seksi berwarna pink shoft dengan berjumbai bagian depannya dan juga bagian sampingnya memiliki pita sebagai tali pengikat.
Nada mengalungkan tangannya ke lehernya Sameer. Nada Atiillah Ahmad sangat bahagia karena ia tidak menampik jika kegiatan mereka yang sering mereka lakukan selama sudah resmi dan halal menjadi pasangan suami istri membuatnys juga ketagihan. Walaupun rasa perih dan panas ia rasakan di bagian daerah Intinya tapi, dia tidak mempermasalahkan semuanya.
Hari minggu telah datang, segala persiapan dari wedding organizer telah melakukan kerjanya dengan baik. Gedung resepsi acara pernikahan antara Sameer Elrumi Sungkar dengan Nada Atiillah Ahmad sudah dipadati oleh banyaknya tamu undangan memenuhi gedung tersebut.
"Nikmatilah masa ini, karena aku akan segera kembali dan menuntut balas dendam atas penderitaan yang telah kalian berikan, ingat Bu Annie hari ini mungkin kamu masih bisa tersenyum melihat kebahagiaan cucumu tapi esok kamu akan meratapi penderitaan cucu dan cicitmu, jadi tunggulah aku!!" Umpatnya orang itu sambil menghancurkan gelas minuman air mineral kemasan yang berada di dalam genggaman tangannya.
Orang itu meninggalkan depan gedung hotel tempat pelaksanaan acara pesta resepsi pernikahan dengan aura yang penuh dendam dan kebencian.
Semua ibu-ibu dan bapak-bapak yang didapuk menjadi panitia penyelenggara pernikahan sudah hadir. Dari raut wajah mereka nampak kebahagiaan. Mereka turut berbahagia atas pernikahan Sameer dengan Nada yang sudah mereka sebagai anak dan keponakan kandung mereka sendiri.
Mantan rekan kerjanya pun sudah datang dengan pakaian seragam yang sudah mereka sepakati. Semua orang yang datang ke pesta tersebut mengangumi keindahan dan dekorasi gedung itu.
"Ya Allah… subhanallah cantiknya pengantin mempelai pengantin wanitanya," pujinya Bu Edah yang sudah berdiri di depan Nada yang masih berada di dalam ruangan menunggu Sameer selesai berganti pakaian pengantin.
Nada yang mendengar segala pujian dari orang-orang semakin dibuat tersipu malu. Wajahnya merona memerah saking malunya mendapatkan pujian yang bertubi-tubi.
__ADS_1
"Iya bener yang dikatakan oleh Bu Edah, aura wajahmu semakin terpancar aura pengantin barunya," timpalnya Bu Hilda istrinya pak Abdul Aziz selaku ketua RT di wilayah perumahannya Nada.
"Semua yang dikatakan oleh orang benar Mbak Nada, kamu sangat cantik dengan pakaian ini kami bahkan terpukau dan mata kami silau melihat penampilanmu," sahut Amelia teman kerjanya di Aal faa Mii dii.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, makasih banyak atas segala bentuk pujiannya, aku sangat bahagia dengarnya, aku ucapkan makasih banyak sudah menyempatkan diri untuk hadir di pestaku," jelasnya Nada yang sesekali melirik ke arah suaminya yang kebanyakan terdiam ketika dimake up oleh team wo untuk membantu memakai pakaian pengantin.
Pintu berdecit masuklah seseorang dari luar dengan berpakaian rapi dengan tubuhnya yang cukup tinggi.
"Maaf ganggu, sudah waktunya pengantin kita naik ke pelaminan karena sudah banyak tamu undangan yang datang," tuturnya pria yang menjadi MC acara tersebut.
"Makasih banyak Pak, kami akan segera ke sana," ujarnya Pak Abdul.
Nada menyambut uluran tangannya Sameer dengan senyuman penuh bahagia," makasih banyak," ujarnya Nada dengan berusaha untuk menenangkan dirinya yang mulai grogi dan sedikit gemetaran.
Sameer yang mengetahui hal tersebut membuatnya tersenyum penuh arti sambil berbisik di telinganya Nada dan memperhatikan daerah sekelilingnya yang sudah sepi karena semua orang sudah keluar dari ruangan tersebut.
"Tarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan setelah itu jangan lupa baca bismillahirrahmanirrahim," imbuhnya Sameer yang berusaha menenangkan hati Istrinya yang masih sedikit grogi itu.
Nada berusaha untuk bersikap tenang dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Sameer kepadanya.
__ADS_1
"Bagaimana apa kamu sudah baikan atau masih butuh nafas buatan mungkin akan bisa membantumu untuk lebih bersikap tenang dan rileks," guraunya Sameer yang tersenyum simpul.
Nada hanya melototkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari suaminya itu.
"Mas kalau masalah gituan pasti laju dan jago deh, tapi aku sedikit bisa santai mendengarnya sih," balasnya Nada sambil mengapit tangannya Sameer sehingga mereka sudah bergandengan tangan menuju altar pernikahan.
"Kamu tahu enggak dari semua perempuan yang cantik di dunia ini, kamulah yang paling tercantik dimataku tidak ada wanita satupun di dunia ini bagiku yang bisa mengalahkan kecantikan kamu hingga rambutmu pun memutih rasa yang ada di dalam hatiku dari sejak delapan tahun yang lalu hingga 80 tahun ke depan kamu adalah permaisuri hatiku belahan jiwaku," terangnya Sameer sambil terus berjalan bergandengan tangan bersama sang istri tersayang.
"Makasih banyak sayang, semoga aku bisa membalas semua rasa itu yang ada di dalam hatimu Mas, entah apa yang bisa aku lakukan agar membuat Mas juga selalu bahagia," tampiknya Nada.
Sameer tersenyum tipis kearahnya Nada," ada beberapa hal yang aku minta padamu pertama, aku tidak mau ada pria lain yang mendekatimu, kedua aku ingin setiap hari memakan masakan dari tanganmu sendiri selama aku berada di dekatmu, ketiga jangan pernah berhenti untuk mencintaiku dengan tulus sepenuh hatimu walaupun apapun yang terjadi padaku dan gimanapun keadaan aku kedepannya," tuturnya Sameer Elrumi Sungkar dengan penuh keyakinan dan mantap.
Sameer dan Nada sudah berada di atas pelaminan, satu persatu semua tamu undangan telah hadir memadati dan memeriahkan acara dan juga memberikan ucapan doa restu. Acara berlangsung cukup ramai, hampir semua tamu undangan berasal dari anggota keluarga dari tetangganya Nada dan juga teman kerjanya Nada. Serta dari pihak Sameer yang mengundang banyak tamu terutama rekan kerjanya yang berasal dari Sulawesi Selatan.
Berbagai masakan disediakan oleh pihak Bu Annie yang membuat dan memanjakan lidah para tamu. Semua orang menyantap dan menikmati berbagai hidangan makanan yang tersaji di atas meja. Semua masakan khas Nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Doa khusus dari para tamu yaitu semoga pernikahan kedua mempelai pengantin menjadi keluarga yang harmonis, bahagia selalu, sakinah mawadah warahmah dan langgeng hingga kakek nenek dan memiliki keturunan yang Sholeh dan sholehah.
"Syukur Alhamdulillah... acaranya sesuai dengan harapan kami, ya Allah... aku sangat bahagia melihat cucu dan cicit ku tersenyum bahagia aku berharap pernikahan mereka menjadi ladang pahala untuk keduanya, Nenek sangat bersyukur karena kalian sudah menjadi pasangan suami istri," Bu Anni membatin dengan senyuman sumringahnya.
__ADS_1
"Aku terpaksa memakai pakaian seperti ini dan memakai wig rambut palsu ini agar tidak ketahuan oleh orang-orang, aku akan datang kedalam kehidupan sehari-hari mereka dan akan membawa kepedihan yang nantinya akan kalian sesali, tunggulah pembalasanku!" umpat orang tersebut.