
Pulau Dewata Bali tepatnya di Denpasar. Sameer Elrumi Sungkar segera menyelesaikan pekerjaannya karena ia akan segera ke Surabaya.
"Kalau masalah restu aku sangat setuju sejak aku diam-diam mengetahui hal tersebut, karena aku sangat bahagia dan tidak sabar menunggu kalian jujur padaku dan akhirnya hari ini kamu sudah jujur dan gagah berani menyatakan cinta kalian dengan berniat dan berencana menghalalkan hubungan kalian ke jenjang pernikahan itu sangat membahagiakan bagiku dan tentunya dan khususnya untuk Mbak Yuni dengan Mbak Titin," ungkap Nada dengan penuh kelembutan dan ketegasan didalam setiap perkataannya.
"Syukur Alhamdulillah… kalau seperti ini Nyonya… kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Nyonya yang sudah mengijinkan kami selama ini bekerja disini dan satu hal yang Nyonya harus ketahui walaupun kami sudah menikah kami berencana untuk tetap bekerja di sini dan kalau boleh kami juga masih tinggal bersama dengan Nyonya dirumah ini juga, apa kah boleh Nyonya?" Tanyanya Mbak Yuni dengan penuh harap dengan tatapan teduhnya ke arahnya Nada yang sesekali menikmati buah segar yang dikupas dan dipotong oleh Mbak Ririn.
"Selamat Pak Sameer akhirnya bisa mendirikan cabang perusahaan di Bali," ucapan selamat dari beberapa orang yang datang menghadiri pembukaan acara peresmian salah satu cabang perusahaannya.
Sameer tersenyum bahagia,"makasih ucapannya Pak, mari kita sama-sama membangun perusahaan ini untuk kesuksesan dan kesejahteraan bersama," imbuhnya Sameer sambil membalas menjabat tangannya Pak Richard salah satu relasi bisnisnya yang menanamkan modalnya.
Mereka melanjutkan acara ramah tamah tersebut pembukaan acara. Sameer bersyukur karena semua terselenggara dengan baik sesuai dengan harapannya.
"Pak Sameer, sudah saatnya kita berangkat ke Kota Surabaya," ujarnya asistennya yang bernama Halid itu yang sedikit menundukkan kepalanya karena tidak mungkin langsung menatap intens ke arah Sameer sebagai pemilik perusahaan tekstil.
Sameer membalas tatapan dari Haliq," oke, kita berangkat sekarang karena saya tidak ingin menunda lebih lama lagi, saya ingin segera pulang ke Makassar menemui istriku."
Setelah acara selesai, masing-masing bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Sameer berbicara empat mata dengan orang yang diserahkan tugas dan tanggung jawab untuk mengurus semua yang ada di Bali.
"Laporkan apapun yang terjadi di perusahaan setiap minggunya, ingat jika ada orang yang berani bermain denganku hancurkan segera tanpa tak tersisa dan siapa pun itu karena aku masih mengkhawatirkan Mama Sarah bisa saja masih memberikan ancamannya," jelasnya Sameer di hadapan adik sepupu dari mamanya itu.
"Kamu tidak perlu khawatir dengan urusan perusahaan kamu di sini karena aku yang akan menangani semuanya dengan baik dan percayalah pada kami," timpal Reza Ahmad Adam adik sepupunya Sameer dari pihak mamanya yang cukup bisa diandalkan.
"Makasih banyak,kamu memang sedari dulu selalu bisa aku andalkan, kapan-kapan ajaklah istrimu ke Makassar bertemu dengan keluarga yang ada di sana," ujarnya Sameer.
"Itulah gunanya saudara, kita ini besar bersama apa yang tidak kamu ketahui tentang saya Sameer, hati-hati di jalan aku titip salam sama istri dan putrimu yang cantik itu, putrimu akan aku jodohkan nanti dengan putraku aku yakin mereka akan saling menyukai," tuturnya Haliq ketika mengantar adik sepupunya itu hingga ke depan mobil yang akan mengantar Sameer hingga ke Bandara Ngurah Rai Bali Denpasar.
"Kita lihat saja nanti, karena saya tidak pernah memaksakan kehendakku pada putriku aku berikan mereka kebebasan menentukan pilihannya untuk kehidupannya mereka, kalau gitu aku pamit dulu yah Abang, assalamualaikum," sahutnya Sameer dengan senyuman smirknya itu.
"Waalaikum salam," sahutnya Haliq yang tersenyum tipis.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Sameer dengan asisten pribadinya bernama Reza dengan sekretarisnya Nadira Juwita berangkat menuju ke Bandara Juanda Surabaya Jawa Timur.
Sameer duduk di dalam pesawat terbang sambil membuka galeri fotonya,ia memandangi tak jemu fotonya Nada dengan putri kecilnya Ayesha Almeera Aliya Sungkar.
"Sayang tunggu aku segera pulang menemuimu,Mas akan usahakan sudah sampai hari Kamis nanti sebelum acara anniversary kita berdua,"gumamnya Sameer lalu segera mencium wajahnya Nada yang memakai hijab pink itu di dalam layar hpnya.
Tiga hari kemudian, Nada belum tidur juga padahal sudah pukul 23:14 menit lewat sedikit. Ia masih memegang erat hpnya sambil duduk bersila di atas ranjang king size-nya.
"Kok sampai sekarang hpnya Mas Sameer belum aktif juga padahal dari jam 8 malam aku telpon tapi masih sama saja hanya operator seluler yang sedari tadi menjawabnya," gerutunya Nada.
Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi atau tinggalkan pesan setelah nada beet berikut ini.
"Sayang… suamiku aku sangat merindukan kamu pulanglah segera, i miss u.."
Nada memegang sebuah kotak kecil dengan pita pink diatasnya sedangkan warna kotak itu kombinasi pink ungu.
"Semoga saja Mas Sameer bahagia dengan kado khusus yang aku buatkan untuknya," lirihnya Nada sambil menguap karena sudah tidak mampu menahan rasa kantuknya.
"Kamu cukup lelah mungkin jadi tumben Mas pulang tanpa kamu sadari," cicitnya Sameer yang sudah mengganti pakaiannya dan bersiap untuk naik ke atas ranjangnya.
Tapi, sudut ekor matanya melihat ada sebuah kotak yang tersimpan di sampingnya Nada. Sameer segera mengambil kotak itu dengan sebuah tulisan di atasnya bertuliskan.
"Happy Anniversary yang pertama untuk suamiku tersayang Sameer Elrumi Sungkar."
Sameer mengecup keningnya Nada yang masih memakai hijabnya yang biasanya dia tidak pakai kalau sudah tidur. Sameer segera membuka kotak itu dengan tidak sabar ingin mengetahui apa isi dari kotak tersebut.
"Apa yah isinya? Kotaknya kecil begini apa yang bisa masuk?" Cicitnya Sameer.
Sameer membuka kotak itu dengan tatapan matanya tercengang melihat apa isi dari dalam kotak tersebut. Sameer begitu tersentuh dengan hadiah khusus untuknya yang begitu sudah ia nantikan selama satu tahun ini.
__ADS_1
"Ya Allah… syukuAlhamdulillah… makasih banyak ya Allah Engkau telah memberikan kado dari hadiah paling indah dalam hidup kami berdua," gumamnya Sameer dengan penuh bahagia saking bahagianya sampai-sampai air matanya menetes membasahi pipinya tanpa ia sadari.
Sameer segera bangkit dari duduknya lalu segera menghubungi beberapa asisten rumah tangganya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya yang akan ia berikan dan persembahkan untuk Istrinya tercinta dan berharap apa yang dilakukan oleh Sameer membuat bahagia istrinya.
"Ya Allah... pilihan aku untuk menikahi istriku adalah hal yang paling terbaik yang pernah aku lakukan dalam kehidupanmu dan keberkahan hidup ku semakin terasa setelah menikahimu istriku tercinta, aku berjanji kamu satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku dan hidupku hingga ke kehidupan ke kedua."
Sameer Elrumi Sungkar segera memerintahkan kepada seluruh asisten rumah tangganya dengan diam-diam tanpa menimbulkan suara sedikitpun karena,ia tidak ingin menganggu ketenangan tidurnya dan dalam istirahatnya Nada Atiillah Sungkar.
"Mas akan menjadi suami yang siaga dan juga tidak bakalan meninggalkan kamu dalam keadaan hamil seperti ini, aku ingin menebus kesempatan yang telah terbuang percuma dari dalam kehidupan Istriku tercintaku," gumamnya Sameer sebelum menyelesaikan pekerjaannya agar keesokan harinya bisa dinikmati oleh Nada.
Satu jam kemudian, Sameer bersyukur karena tengah malam buta,ia mengerjakan acara surprise party untuk istrinya tersayang.
"Semoga kamu suka dengan semua yang aku lakukan malam ini," Lirihnya Sameer sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang terasa lengket karena akibat keringat bercucuran membasahi pipinya karena aktifitasnya saat itu yang sangat membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra.
Sameer menyelesaikan semua pekerjaannya,lalu ikut naik untuk berbaring di atas ranjang king size-nya itu tepat di samping Nada. Sameer memejamkan matanya menuju pulau alam mimpi indahnya dan terlebih dahulu mencium puncak kepalanya Nada dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Aku akan selalu mencintaimu, hingga detak jantungku tak berdetak lagi dan hanya namamu yang akan menghiasi seluruh hidupku di dunia ini hingga ajal dan maut menjemput kita berdua," cicitnya Sameer.
Pagi sudah menjelang, ayam jantan berkokok lantang pertanda pagi sudah menjelang. Perlahan matahari sudah masuk melalui celah jendela semua orang.
Sameer masih bergelung dalam selimutnya, sedangkan Nada yang merasakan ada suatu benda yang mengenai permukaan perutnya yang sudah buncit itu cukup terkejut sehingga mau tidak mau ia bangun dari tidurnya itu.
Nada segera melihat siapa pemilik tangan itu sebelum ia bereaksi sedangkan Sameer sama sekali tidak bergeming dalam tidur lelapnya itu.
"Syukur Alhamdulillah… Mas Sameer sudah datang," gumamnya.
Baru ingin membalas memeluk tubuhnya Sameer,ia kembali dikejutkan dengan suasana dalam kamar pribadinya itu. Di tembok ia melihat banyaknya balon gas yang terpasang dengan cantik dan rapi. Di bagian tengahnya, ada tulisan happy anniversary yang ke satu.
Nada menutup mulutnya saking bahagianya dengan kejutan yang diberikan oleh suaminya itu. Bukan berhenti sampai di situ saja, tetapi Nada kembali tersenyum penuh kegirangan melihat banyaknya bunga hidup yang masih segar memenuhi seisi kamarnya yang membentuk love.
__ADS_1
"Makasih banyak ya Allah… aku sangat bahagia melihat semua ini, apa Mas Sameer sudah mengetahui kalau aku hamil yah?" Batin Nada.