
Nada tersenyum malu-malu mendengar berbagai pujian dari semua orang berdatangan ke rumahnya untuk meramaikan acara syukuran kecil-kecilan yang sengaja dibuat oleh Bu Annie neneknya Sameer untuk merayakan pernikahan cucu tunggalnya itu.
"Saya sama sekali tidak keberatan Papa, yang paling penting Papa pulang bawa calon adik untuk Ayesha, itu yang paling penting," terangnya Ayesha yang sebenarnya sudah diwanti-wanti oleh Nenek, Mbak Rini dan Mbak Yuni untuk mengijinkan kedua orang tuanya untuk pergi ke luar negeri dalam rangka honeymoon.
Sameer bersyukur apa yang sudah ia rencanakan berjalan lancar dan sukses dan ia berharap semuanya berjalan lancar dengan perjuangannya untuk merebut hatinya Nada Atiillah Ahmad dan menghalalkannya sebagai istri sekaligus pendamping hidupnya untuk selamanya hingga maut yang memisahkan mereka.
"Makasih banyak Bu Annie makanannya benar-benar membuat lidah kami bergoyang menikmati kelezatan semua hidangan makanan ini," pujinya Bu Edah yang baru saja menyelesaikan acara makan siangnya itu.
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah, jika kalian menyukai makanan yang disediakan oleh Nada untuk kalian, kalau acaranya selesai silahkan Ibu yang urus dari sisa hidangan yang ada karena sepertinya Nada tidak bisa melakukannya karena lihat sana suaminya selalu ikut kemanapun Nada berjalan," gurauannya Bu Anni.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah Nada dan Sameer yang lengketnya seperti perangko saja.
"Biasa lah Bu, kalau pengantin baru jaman sekarang itu semuanya pada gercep seolah tidak akan bisa jika menundanya keesokan harinya," kelakar Bu Erna yang tersenyum tipis.
Semua orang semakin dibuat tertawa dengan goyonan dari para emak-emak rempong itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah kami sangat puas dengan kualitas dan warna kainnya Bu dan saya mewakili ibu-ibu disini untuk mengucapkan makasih banyak dan kami sangat bersyukur karena Nyonya Annie sudah memberikan kami banyak kain untuk kami pakai dan kalau boleh jujur belum ada keluarga dari calon pengantin pria yang memperlakukan kami dengan sangat istimewa padahal kita ini bukan keluarganya kalian dan juga hanya sekedar tetangganya Nada saja," tampiknya Bu Erna yang ikut menimpali percakapan keduanya.
Bu Anni tersenyum simpul mendengar pujian yang tak hentinya ia dapatkan walaupun sejujurnya dan sebenarnya bukan ingin mendapatkan pujian dari mulut orang-orang tapi karena bentuk rasa syukur dan kebahagiaannya karena cucunya sudah mengakhiri masa lajangnya diusianya yang ke 30 tahun itu.
"Ya Allah… ibu-ibu saya mewakili Sameer khusus mengucapkan makasih banyak karena selama Nada tinggal di komplek ini, Nada cukup terlindungi dan aman karena berkat kebaikan kalian, dari itulah cucuku memberikan kain untuk kalian yang hanya apa lah artinya itu jika dibandingkan dengan kebaikan kalian semua," ungkap Ibu Annie.
"Tidak perlu sungkan untuk berterima kasih kepada kami karena semua itu kami lakukan karena sudah menganggap Nada sebagai anggota keluarga kami sendiri kok Bu, iya kan ibu-ibu," jelas Bu Edah yang meminta persetujuan ke arah para tetangganya itu yang masih bersantai di tempat syukuran tersebut.
__ADS_1
Sedang ditempat lain, Nada sedikit malu karena kelakuan suaminya yang selalu memintanya untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Padahal rekan kerjanya Nada samakin banyak berdatangan untuk meramaikan dan memberikan ucapan doa restu kepada kedua mempelai pengantin baru tersebut.
Sameer sudah merajuk seperti anak kecil saja dan kadang membuat Nada tersenyum malu-malu menanggapi sikap dan kelakuannya Sameer yang sebentar-sebentar memintanya untuk masuk dengan berbagai alasan yang terkadang berpura-pura ingin buang air lah ini lah dengan banyak alasan yang belum berhasil.