Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 17. Kemarahan Bu Sarah


__ADS_3

Pak Udin terdiam dan tidak ingin ikut campur dalam hal itu. Pak Udin takut jika apa yang dikatakannya adalah salah dan tidak tepat. Wajahnya Bu Annie tampak sangar dan menakutkan.


Bu Anni masuk ke dalam mobilnya lalu mendudukkan bokongnya dengan cukup kasar, "Kita harus secepatnya ke rumah sakit, aku ingin bertemu dengan Sarah perempuan tidak tahu diri itu, syukur-syukur saya selama ini tidak menendangnya dan menyuruhnya pergi jauh karena ia tidak punya hak lagi untuk hidup bersama cucuku karena bukan putraku papanya Sameer yang memulai usaha ini semua ini tapi, usaha kerja kerasnya sendiri Sameer sehingga berdiri di puncak kejayaan usahanya itu," gerutunya Bu Anni.


"Aku yakin ini pasti gara-gara wanita ular itu, pastinya aku harus memberikan pelajaran untuknya agar ia sadar posisinya siapa di dalam keluarga Sungkar," tatapan matanya yang tajam menatap ke arah jalan yang dilaluinya.


"Kalau Mama sudah pergi dari sini, aku akan meminjam hp suster untuk menghubungi nomor hpnya Nada, sudah satu minggu aku tidak mendengar suaranya," gumam Sameer Elrumi Sungkar yang harus berpura-pura tertidur agar mama sambungnya itu pergi dari dalam kamar perawatannya.


Seorang perempuan setengah baya berjalan tergesa-gesa memasuki lobby rumah sakit Siloam Hospital Makassar. Di belakangnya berjalan satu orang yang selalu menemaninya selama berada di daerah Makassar.


"Apa Sarah melupakan statusnya di sini, kalau dua adalah hanya mantan istrinya mendiang putraku, kalau dia lupa berarti aku harus kembali mengingatkan padanya agar segera tersadar dari semua kekejaman yang dia lakukan karena aku sangat yakin jika hubungannya Sameer hancur pasti ada campur tangan dari Sarah aku yakin dengan sangat karena hanya dia yang paling punya alibi untuk melakukan perbuatan itu," cicitnya ibu Annie yang semakin mempercepat langkahnya.


Nada sudah berada di Kendari dan mulai aktifitasnya seperti yang sering ia lakukan di Makassar kota tempat kelahirannya.


Bu Sarah mengambil keuntungan dari semua kejadian ini. Diam-diam ia ingin mengambil alih semua usaha yang sudah dirintis oleh Sameer dengan susah payah. Usaha yang sudah ia bangun dari nol hingga maju dan sukses sampai detik ini.


Hal itu cukup membuat Bu Sarah memutar otak agar ia bisa meraup keuntungan yang besar tanpa sepengetahuan orang lain terutama Bu Annie dan Sameer sendiri sebagai pemilik perusahaan.

__ADS_1


"Ya Allah… semoga saja Nada tidak marah padaku dan terus melanjutkan rencana pernikahan kami, aku sangat mencintai Nada apa lagi aku sudah tahu kalau Ayesha adalah putri kecil kami, sisa satu minggu kami akan melangsungkan pernikahan dan disaat itu aku akan buktikan kepadanya jika waktu itu aku tidak bermaksud sedikit pun untuk sengaja merenggut mahkotanya tapi, karena aku akan meminta maaf dan apapun akan aku lakukan asalkan Nada memaafkan aku dan memberikan aku kesempatan satu kali lagi untuk mendapatkan kasih sayang dan kepercayaannya," lirihnya Sameer yang melihat jika Mamanya sudah beranjak dari tempat sebelumnya duduk tapi, senyuman sumringahnya segera pupus ketika melihat kedatangan Mama mertuanya itu.


"Kenapa nenek tua ini datang disaat yang tidak tepat, padahal selangkah lagi aku akan mendapatkan sebagian besar kejayaan dan kekayaan yang dimiliki oleh Sameer," umpatnya Bu Sarah.


Bu Sarah tersenyum penuh kelicikan saat menyadari jika orang yang membuka pintu itu adalah mantan anak menantuku.


"Kamu mau kemana Sarah! Kok buru-buru amat seperti seorang penjahat saja yang harus bersembunyi dari kejaran polisi saja!" Sarkasnya Bu Annie.


Bu Sarah gelagapan saking tidak percayanya dan tidak menyangka jika mantan ibu mertuanya telah datang dari ibu kota Jakarta.


"Maksudnya Mama apaan sih?! Aku tidak mengerti dengan perkataan dari Mama, Emangnya aku melakukan kesalahan apa sih?" Tampiknya Bu Sarah dengan raut wajah yang pucat pasi dan gestur tubuh yang gelisah dan gemetaran.


"Mama bicaranya kok ngelantur dan menurut aku ngawur gitu Mak, aku santai dan tidak ada apa-apa yang terjadi padaku, mungkin aku seperti ini karena aku kelelahan menjaga Sameer seorang diri," elaknya Sarah yang sengaja memutar balik faktanya dan keadaan.


"Sudahlah,kamu pulanglah istirahat aku yang akan mengurus semua berkas kepulangan cucuku kasihan kamu jika harus terus menerus tinggal di RS bisa-bisa kesempatan dan rencana kamu gagal jadi Mama menyuruh dan mengijinkan kamu pulang rebahan dan berfikir kira-kira rencana kamu berhasil atau tidak tapi! Satu hal yang perlu kamu ketahui jika apapun akan aku lakukan untuk melindungi dan mempertahankan milik dari hak cucuku jadi berfikir ulang jika kamu berniat untuk memiliki apa yang bukan milikmu!" Sarkasnya Bu Annie yang duduk di hadapan ranjang cucu pria tunggalnya itu.


Bu Sarah segera terburu-buru meninggalkan kamar rawat inap Sameer karena tidak ingin apa yang sudah ia rencanakan dengan matang menuai kegagalan gara-gara ia sendirian yang membukanya karena berhasil masuk akal perangkap Bu Annie.

__ADS_1


Sameer segera membuka matanya karena mendengar keributan di dalam kamarnya,ia tersenyum bahagia melihat neneknya sudah datang dari Jakarta.


Bu Annie memegang erat pergelangan tangannya Sameer dengan tatapan teduhnya itu, "Maafkan Nenek sayang! karena ada anggota keluarga nenek yang meninggal sehingga baru datang," ucapnya penuh penyesalan.


Sameer tersenyum tipis," tidak apa-apa kok Nek! Aku sangat mengerti dengan hal itu, tapi aku mau minta tolong antar aku ke rumahnya Nada karena aku ingin bertemu dengan Nada sudah satu minggu aku tidak melihat dan mendengar suaranya Nek!" Imbuhnya Sameer yang meminta kepada neneknya agar keinginan dan permintaannya itu.


Ibu Annie tidak tahu harus berbuat apa, karena ia juga tidak mau melihat cucunya sedih dan kecewa setelah tahu jika Nada sudah pergi jauh dari hidupnya dan hal ini semuanya bisa terjadi karena campur tangan dari Mama tapi tirinya itu.


"Aku harus berbicara apa pada Sameer kasihan dia harus kembali terpisah dengan anaknya dan juga calon istrinya itu, apa mungkin aku jujur saja karena lambat laun mereka pasti juga akan beritahu kepada Sameer apa sebenarnya yang terjadi," batin Bu Annie.


"Sameer! Sebaiknya kita pulang dulu ke rumahnya nenek setelah kamu baikan barulah kita menemui Nada," tolaknya Bu Anni yang sengaja mengulur waktu dan menghalangi Sameer untuk menyadari kenyataan yang terjadi.


"Tapi, Nenek aku ingin meminta maaf dan juga pernikahan kami tinggal enam hari lagi, a-ku mo-hon Nenek kabulkan permohonan dan keinginanku ini, aku tidak bisa menahan kerinduan ini aku bisa gila jika tidak bertemu dengan calon Istriku," rengek Sameer yang sudah seperti anak kecil saja.


Bu Annie serba salah dan dibuat kesulitan dan dilema dengan apa yang harus ia lakukan dan katakan pada Sameer yang sudah menangis seperti anak kecil yang sedih dan terpuruk hingga semakin ketakutan jika Nada pergi jauh dari sisi hidupnya.


Sameer sudah berlutut di hadapan neneknya itu yang memohon dengan sangat atas belas kasihnya.

__ADS_1


"Nenek! aku takut jika Nada pergi jauh dari hidupku dan bersembunyi dariku karena aku sudah berusaha untuk menelpon nomornya tapi, sudah berulang kali juga gagal dan selalu berada di luar jangkauan aku tidak mungkin dalam keadaan seperti ini bertamu ke rumahnya aku yakin pasti ia akan khawatir," imbuh Sameer yang sudah meneteskan air matanya dengan wajah memelasnya.


__ADS_2