
Perasaan yang dirasakan oleh Nada tiba-tiba merasakan keanehan. Sebenarnya tempat sudah lama ia lupakan dan hapus serta ia kubur dalam-dalam.
Nada tidak ingin mengingat malam kelam itu lagi," ya Allah… aku harus kuat, aku tidak boleh lemah dengan semua ini, mungkin alamat rumahnya Mas Sameer hanya kebetulan saja dengan alamat dari pria malam itu Papanya Ayesha putriku," batinnya Nada.
Awalnya Nada berdua dengan salah satu teman kerjanya mengantar hingga pulang ke rumahnya si pria tapi, karena sesuatu dan lain hal. Teman kerjanya harus buru-buru pulang. Nada pun ingin meninggalkan pria di dalam kamarnya dalam keadaan yang muntah-muntah tapi, hatinya tersentuh dan terenyuh melihat kondisi dari Pria itu.
Niat hati hanya ingin membantu untuk membersihkan sisa kotoran muntahannya hingga tangannya ditarik oleh pria itu hingga kejadian yang tidak pernah terduga dan dibayangkan oleh Nada pun terjadi. Nada terus berusaha untuk melawan tapi, apa daya ia tidak kuasa melawan kekuasaan dan kekuatan pria itu.
Dengan berat hati dan penuh pertimbangan Nada segera menjalankan mesin mobilnya menuju alamat rumahnya Sameer yang sesuai dengan sharelock yang dikirimkan oleh calon suaminya itu.
Sameer yang mengetahui jika calon istrinya sudah menuju ke rumahnya segera bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Nada Atillah Ahmad
"Rumahku tidak boleh nampak berantakan semuanya harus rapi, aku juga harus segera mengganti pakaianku sebelum Nada sampai," gumamnya Sameer.
Nada sesekali menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar karena terlalu takut untuk kembali ke jalan itu. Jalan yang penuh kenangan pahit dalam hidupnya. Tempat itu yang memberikan sejuta luka dan kenangan yang tak mungkin bisa ia lupakan selama hidupnya.
Kejadian itu sudah terjadi sekitar kurang lebih lima tahun, tapi kadang bayang-bayang saat pria itu berhasil merenggut mahkotanya yang sangat berharga dalam kehidupannya.
"Ya Allah… berikanlah aku kekuatan dan kesabaran agar aku bisa melewati semua ini, aku juga tidak mungkin membatalkan rencanaku untuk memasakkan makanan untuk calon suamiku," Lirihnya Nada.
Kendaraan roda dua yang dipakainya kadang berhenti tepatnya di bawah lampu merah. Hijab merah marun yang dipakainya kadang terbang tertiup angin.
Nada segera mematikan mesin mobilnya saat berada di jalan masuk kompleks perumahan Mawar. Ia harus berhenti jika ingin masuk kedalam daerah tersebut. Pak security segera memeriksa dan bertanya kepada Nada.
"Maaf Mbak! Anda mau ke mana kalau boleh tahu?" Tanyanya Pak security itu.
Nada tersenyum ramah ke arahnya Pak security," saya ingin ke rumahnya Pak Sameer kebetulan saya ada keperluan Pak!" Jawab Nada yang tersenyum ramah.
"Ohh Pak Sameer Pria asli dari Jakarta kan yang baru beberapa bulan tinggal di sini!" Imbuhnya Pak Jamal yang bertuliskan namanya di bagian dadanya.
__ADS_1
"Iya Pak! Benar sekali apa yang Bapak katakan," balasnya Nada.
Pak security segera berjalan ke arah palang pintu utama perumahan itu untuk segera membukanya.
"Makasih banyak Pak atas bantuannya," ucapnya Nada lalu segera naik kembali ke atas motornya itu.
"Sama-sama Mbak, hati-hati yah!" Serunya Pak Jamal.
Nada hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Pak Jamal sembari membunyikan klakson motornya itu.
Pit!!!
Sameer sudah mondar-mandir di depan pintu masuk rumahnya," kenapa Nada lama banget datangnya, bukannya katanya sudah ada di depan!" Cicitnya Sameer yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Nada.
Nada tiba-tiba tubuhnya merasakan keanehan, tubuhnya gemetaran saat melihat bentuk dan model rumahnya Sameer yang sama persis dengan rumah pria itu bahkan cat tembok pun juga sama sama sekali tidak ada yang berbeda.
"Kenapa rumahnya sama dengan rumah papanya Ayesha putri kecilku, apa jangan-jangan," Nada menggelengkan kepalanya.
Malam kejadian itu Nada melihat wajah pria itu dipenuhi dengan cambang, kumis tipis dan juga jenggot serta rambutnya sedikit panjang.
"Ya Allah… semoga saja Mas Sameer tidak ada hubungannya dengan papa biologisnya Ayesha Bagaimana kalau mereka adalah keluarga apa yang akan harus aku lakukan kalau seperti itu," lirih Nada yang masih berdiri dengan helm dikepalanya masih terpasang.
"Nada!" Sapanya Sameer yang membuat Nada terjingkat kaget mendengar suara yang tiba-tiba datang dari balik punggungnya itu.
"Aahhhh!!" Teriaknya Nada yang tersentak kaget dengan menjatuhkan helmnya ke atas aspal saking terkejutnya mendengar suara yang tanpa ia duga sebelumnya.
Sameer yang melihat reaksinya Nada sangatlah menyesali karena ia sama sekali tidak berniat dan bermaksud untuk membuat Nada terkejut hanya sekedar menyapa saja.
"Maaf, Mas tidak bermaksud untuk membuat kamu kaget!" Ucap Sameer yang meminta maaf di hadapan Nada.
__ADS_1
"Ti-dak a-pa sa-ya hanya sedikit terkejut saja kok Mas," kilahnya Nada yang berusaha menutupi kegugupannya dengan berbicara tergagap.
Sameer tersenyum cengengesan seraya menarik dengan lembut tangannya Nada, , "Kalau gitu apa lagi yang kamu tunggu,yuk kita masuk cacing di perutku sudah berteriak minta diisi makanan," candanya Sameer sambil mengelus perutnya.
Nada dengan berat hati berjalan ke arah dalam rumahnya Sameer dengan perasaan yang tidak menentu, rasa takut lebih dominan memenuhi rongga dadanya itu.
Pintu itu terbuka lebar dan masuklah Nada ke dalamnya, tapi ingatan tentang malam itu langsung berputar di kepalanya seperti kaset kusut yang sedang diputar. Hal itu terjadi karena semua perabot dan suasana dalam rumah itu sangatlah sama dan tidak ada bedanya dengan rumah pria yang ditolongnya dalam keadaan mabuk tapi berhasil merenggut kesuciannya itu.
Nada langsung terdiam dan langkah kakinya terhenti begitu saja," tidak!!! Lepaskan aku!! Jangan sentuh aku!!" Teriaknya Nada lalu sekuat tenaga menghempaskan tangannya Sameer.
Sameer dibuat terkejut setengah mati dengan reaksinya Nada yang tidak terduga itu.
"Nada! Apa yang terjadi padamu sayang?" Tanyanya Sameer sambil berusaha untuk membujuk Nada untuk menenangkan dirinya Nada. Nada yang melihat Sameer segera menjauh dan tidak ingin disentuh.
"Stop!! Jangan coba-coba untuk berani mendekatiku, dasar pria brengsek, bajingan!! Aku akan membalas semua perbuatanmu padaku!!" Geramnya Nada yang menatap tajam ke arah Sameer.
"Apa yang terjadi padamu Mas! Ini mas Sameer calon suamimu,aku bukanlah penjahat seperti yang kamu katakan!" Sanggahnya Sameer yang terus berusaha untuk membujuk Nada.
"Bukan!!! Kamu adalah pria bajingan yang sudah aku tolong tapi kamu tega mengambil kesucianku!!" Pekiknya Nada yang membuat Sameer sangat terkejut mendengar perkataan dari Nada.
"Ini tidak mungkin!! Pasti bukan Nada gadis malam itu!" Ujarnya Sameer.
Nada mulai mengamuk dengan melempar berbagai barang dan benda yang berada dalam jangkauan tangannya. Sameer yang hanya terdiam membisu dan tak bergeming ditempatnya yang sedang memikirkan dan berusaha untuk mengingat kejadian itu tak mampu bergerak dan menghindar hingga kepalanya terkena lemparan benda tumpul yaitu vas bunga yang kebetulan berada di atas meja sofanya itu.
Nada semakin menjadi dan brutal ia seolah kembali kejadian beberapa tahun silam itu. Padahal ia melupakan jika ia berniat datang untuk memasak makanan untuk calon suaminya itu.
Darah segar sudah mengucur deras dari arah ujung pelipisnya hingga mengenai wajahnya. Sameer sama sekali tidak menghindar sedikit pun karena sudah menyadari kesalahannya bahwa Nada adalah perempuan yang telah Ia per ko sa dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan baik.
Air matanya menetes membasahi pipinya, ia terpukul dan penuh penyesalan karena gara-gara kelakuannya waktu itu walaupun bukan karena keinginannya sendiri perbuatan bejaknya itu terjadi.
__ADS_1
"Ya Allah… maafkanlah aku… aku tidak sengaja melakukan semua itu," ratapnya Sameer yang sudah berlutut di hadapannya Nada dengan penuh penyesalan.