
Sabtu sore barulah mereka pulang dari hotel Clarion Makassar. Mereka memutuskan untuk menghabiskan malam minggunya bersama keluarga besarnya yaitu berdatangan dari luar daerah. Bahkan ada sebagian lagi keluarganya Sameer dari luar negeri terutama dari negara Singapura dan Malaysia.
Nada segera berbalik menghadap ke arah suaminya itu hingga mereka saling berhadapan satu sama lainnya, "Makasih banyak Mas, ini sangat cantik dan aku begitu tersanjung mendapatkan hadiah ini hingga aku tak sanggup berkata-kata lagi," lirihnya Nada yang air matanya menetes membasahi pipinya tanpa aba-aba itu saking terharunya mendapatkan hadiah pemberian dari suaminya itu.
Tangannya Sameer menarik lebih dekat lagi tubuhnya Nada hingga tonjolan dari tubuhnya Nada langsung bersentuhan dengan kulitnya shingga mampu menimbulkan efek samping yang sangat besar, "Sama-sama sayang, aku berjanji akan melindungi kamu, membahagiakan kamu seumur hidupku dan tegurlah aku jika kelak aku salah langkah,"
Nada mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Sameer,lalu kembali perlahan meee luuuu maaat dengan penuh kelembutan bibirnya Sameer. Liiii daaaahh mereka saling bertautan hingga saliva mereka saling bertukar. Kegiatan mereka berlanjut ke ronde kedua di kala sore hari itu.
"Sayang apa sebaiknya kita makan dulu baru pulang soalnya aku lapar banget," usulnya Nada yang memoles beberapa make up ke wajahnya sambil menatap ke arah suaminya melalui cermin besar yang ada di depannya itu.
Sameer menatap balik kearahnya Nada dengan senyuman simpulnya," dari kamu saja sayang, Mas juga sudah lapar," jawab Sameer sambil memasang kancing bajunya satu persatu.
Nada yang melihat suaminya melakukan pekerjaan itu segera berjalan ke arah Sameer yang berdiri tegak.
"Sini aku bantuin Mas," imbuhnya Nada sambil menggantikan pekerjaan suaminya dengan telaten dan hati-hati.
__ADS_1
Tatapan matanya tertuju pada bibirnya Nada yang merah merona membuatnya ingin menerkam istrinya saat itu juga.
"Kenapa setiap kali aku melihat bibirnya istriku membuatku langsung menginginkannya, apa aku minta saja atau langsung tak perlu basa-basi mungkin sekali sudah cukup," batinnya Sameer Elrumi Sungkar.
Apa yang dipikirkan seolah Nada dengan jelas mengetahui hal tersebut karena dari tatapan matanya Sameer yang liar dan penuh mendamba.
Sameer mendekatkan wajahnya ke telinganya Nada, "Sayang apa aku boleh minta sekali lagi enggak?" Tatapan matanya Sameer sudah berkabut Nada yang mendengar permintaan dari suaminya itu mau tidak mau harus mengiyakan walaupun seberapa ia malas untuk mandi lagi dan pastinya makai makeup lagi.
Nada mengecup penuh kelembutan bibirnya Sameer lalu menaruh jari telunjuknya di depan puncak bibirnya Sameer," kalau seperti ini aku akan mandi lagi padahal sudah cantik dan rapi!" Gerutunya Nada yang memonyongkan bibirnya ke hadapan Sameer.
Sameer semakin menarik tubuhnya Nada hingga tidak ada lagi sekat yang memisahkan jarak mereka berdua.
Nada bergidik ngeri," semalam saja rasa sakitnya belum pulih total ini masih mau ditambah lagi, kekuatan apa yang dimiliki oleh suamiku hingga seperti seseorang yang sama sekali tidak memiliki kelelahan dan rasa capek dikit pun," batinnya Nada yang langsung ngacir dari hadapan suaminya itu.
"Tunggu aku mau ganti pakaian dulu Mas!" Teriaknya Nada dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Nada akan mengganti pakaiannya dengan lingerie yang masih ada beberapa lembar uang belum ia pakai.
"Oke, tapi jangan lama yah," balasnya Sameer lalu bergegas untuk mengganti pakaiannya juga lalu memasukkan ke dalam lemari pakaian yang nantinya akan dia pakai untuk pulang.
Rencana yang awalnya untuk dipakai malam mingguan di rumah bersama keluarga besarnya kalau seperti ini jadinya batal lagi.
"Aku melakukan hal ini karena aku ingin mendapatkan seorang anak laki-laki, pasti kehidupan kami akan bahagia jika mendapatkan anak sepasang tapi, kalau dikasih cewek lagi aku tidak masalah ya Allah…" gumam Sameer Elrumi Sungkar yang berbaring di atas ranjang.
Berselang beberapa menit kemudian, Nada sudah keluar dari dalam kamar mandi. Awalnya pasti akan malu jika harus berpakaian sangat seksi, transparan bahannya tembus pandang seperti sekarang ini, tapi demi membahagiakan hati suaminya ia memberanikan diri apalagi pahalanya besar jika membahagiakan suami sendiri.
Sameer memperhatikan dengan seksama istrinya yang membuatnya langsung cenat cenut. Hingga pokok kehidupannya langsung berdiri dari posisinya dan terdesak seolah-olah rambatnya ingin menjalar kearah luar.
Sameer segera menyambut kedatangan istrinya dengan senyuman kemenangan," kamu sangat cantik sayang,kamu memang pantas menjadi istriku sayang karena selalu bisa dan mampu membuat aku bahagia hingga aku ingin terbang melayang tinggi hingga ke langit paling tingkat tinggi yang ke tujuh!" Pujinya Sameer dipersembahkan khusus untuk istrinya seorang.
Nada tersipu merona malu mendengar segala macam dan bentuk pujian yang diucapkan oleh Sameer khusus untuk istrinya seorang. Sameer langsung menggendong ala bridal style istrinya.
__ADS_1
Nada memakai pakaian lingerie seksi berwarna pink shoft dengan berjumbai bagian depannya dan juga bagian sampingnya memiliki pita sebagai tali pengikat.
Nada mengalungkan tangannya ke lehernya Sameer. Nada Atiillah Ahmad sangat bahagia karena ia tidak menampik jika kegiatan mereka yang sering mereka lakukan selama sudah resmi dan halal menjadi pasangan suami istri membuatnys juga ketagihan. Walaupun rasa perih dan panas ia rasakan di bagian daerah Intinya tapi, dia tidak mempermasalahkan semuanya.