Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 44 Malam Kedua


__ADS_3

Nada duduk di atas ranjang bagian ujungnya lalu terdiam sesaat menunggu reaksinya Sameer, tapi karena beberapa menit ia menunggu Sameer bereaksi tetapi hingga detik itu juga Sameer masih asyik dan sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Mungkin Mas Sameer tidak ingin aku berpakaian seperti ini sampai-sampai ia tidak berniat sedikitpun untuk melihatku walaupun sesaat saja, aku sangat sedih dan jujur aku juga kecewa," cicitnya Nada lalu kemudian menarik selimutnya hingga menutupi bagian seluruh tubuhnya dan hanya wajahnya saja yang kelihatan jelas.


Nada merasa tidak berhasil di malam keduanya mereka. Karena usaha keras yang sudah ia lakukan tidak berhasil.


Nada membalik tubuhnya ke arah tembok," sepertinya lebih baik aku tidur saja, perkataan dan ajaran para emak-emak tidak berguna," dengusnya seraya menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar.


Sameer tersenyum mendengar gerutuan istrinya karena sudah tersadar dari lamunannya ketika Nada sudah duduk di atas ranjang. Sameer segera membalik tubuhnya Nada dengan sedikit mengunakan kekuatannya.


" Sayangku! Apanya yang tidak berguna dan kenapa kamu harus marah-marah gitu?" Sameer sudah mengungkung tubuhnya Nada dan selimut yang dipakai untuk nutupi hampir seluruh tubuhnya Nada disingkapnya hingga hanya menyisakan Nada yang berpakaian lingerie saja.


Sameer cukup dibuat terbelalak hingga kedua bola matanya membelalak dan melotot seolah akan lompat dari tempatnya ketika melihat penampilan Nada yang sangat jauh berbeda dari kesehariannya itu.


Sameer perlahan mengendus wangi dari tubuhnya Nada perlahan dari ujung rambut hingga ujung kakinya, "Kamu cantik malam ini sayang, aku sangat menyukainya, bisa kah setiap kali menunggu kepulangan Mas kamu berpakaian seperti ini!" Pintanya Sameer yang sangat menyukai kekasih halalnya dalam penampilannya.


Nada menganggukkan kepalanya tanda ia akan melakukan apa yang diinginkan oleh suaminya itu. Baginya itu hal mudah dilakukan yang paling penting baktinya kepada suaminya sendiri dengan setulus hatinya itu dia siap untuk melakukan semua keinginan Sameer selama itu hal yang baik dan wajar saja serta tidak bertentangan dengan ajaran Islam.


Nada segera memberanikan diri untuk menggoda suaminya itu," bismillahirrahmanirrahim semoga apa yang aku lakukan kali ini membuat suamiku bahagia, aku ingin beribadah kepadaMu ya Allah… melalui pemenuhan kewajibanku terhadap suamiku ini dan semoga kami bisa beribadah kepadaMu ya Allah..." Batinnya Nada yang tersenyum simpul di hadapan Sameer yang membuat Sameer semakin tertantang untuk menaklukkan Nada malam itu juga.


Sameer membelai dengan penuh kelembutan kulit wajahnya Nada dengan jarinya yang cukup halus untuk ukuran pria dewasa.


"Aku sangat menyukai penampilan kamu saat ini, jadi Mas mohon setiap kali kita akan tidur aku minta berpakaian seperti ini terus ketika menunggu dan menantikan kehadiranku," ujarnya Sameer.


"Tapi, Mas bajuku dengan model seperti ini hanya beberapa potong lembar saja, aku malu kalau hanya itu-itu mulu!" Ucapnya Nada dengan penuh kelembutan dan suaranya dibuat manja agar Sameer mengerti dan menerima keluhannya itu.


Nada menatap intens suaminya dan sesekali tubuhnya menggelinjang kegelian menahan sentuhan demi sentuhan lembut yang dilakukan oleh Sameer diatas tubuhnya. Tangannya Sameer sudah menelusup ke mana-mana menikmati dan merasakan keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta.

__ADS_1


Sameer semakin gencar melakukan sosialisasi kepada setiap anggota tubuhnya Nada hingga membuatnya bagian paling bawahnya sesak penuh.


"Istriku, mungkin ini yang kedua tapi, aku yakin aku akan kewalahan melakukannya, jadi kalau aku sedikit kasar dan kamu rasakan sakit silahkan untuk memukul, mencakar atau menarik rambutku saja, asalkan jangan berteriak untuk menghentikannya, apa kamu sudah ngerti dengan semua perkataan ku?" Sameer sesekali mengecup satu persatu setiap inci tubuhnya Nada.


Nada hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan sekaligus permintaan dari suaminya itu. Ia hanya tersenyum malu-malu dengan wajahnya yang semakin memerah seperti buah tomat merah yang sudah matang.


Sameer membaca doa sebelum ia menggarap istrinya itu dan memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya di atas tubuhnya Nada yang membuatnya tergila-gila dan seolah Nada adalah makanan lezat yang tidak boleh dinikmati dan dihabiskan.


"Ya Allah… seperti ini ternyata rasanya menjadi seorang suami, aku berjanji akan membuat setiap hari Istriku dalam keadaan happy dan selalu bahagia menjalani kehidupannya," Sameer membatin.


Sameer tidak menampik dan menyangkal jika Istrinya malam ini sungguh sangat menggoda dan berbeda dari biasanya.


"Ternyata memiliki istri yang berhijab itu keuntungan yang tidak terkira nilainya karena apa yang menjadi milik kita sepenuhnya, hanya seorang suami yang menikmati indahnya tubuh istriku tanpa mendapatkan tatapan liar dari pria hidung belang di luar sana," gumam Sameer Elrumi Sungkar.


Nada sudah dibuat tak berdaya dan tidak sabar menunggu perlakuan selajutnya dari suaminya itu.


"Tunggu sayang, aku nikmati yang ini dulu agar kamu nanti rileks kedepannya," imbuhnya Sameer yang naik turun di atas puncak gunung Himalaya serta melewati lembah perbukitan hingga ke dasar jurang terdalam yang membuat Sameer tidak bisa berkutik dan berbicara lagi.


"Tapi aku….," Hingga teriakannya Nada yang terdengar begitu mendayu dan seolah teriakan Nada hanya terdengar seperti orang yang bergumam saja di telinganya Sameer.


"Bersiaplah, aku akan memulainya," tuturnya Sameer yang sudah bersiap.


Nada hanya tersenyum manis menanggapi perkataan dari suaminya itu seraya tersenyum penuh kebahagiaan. Malam itu menjadi malam penyatuan dua insan dalam ikatan tali pernikahan yang suci. Sameer memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan, Ia takut apa yang ia lakukan membuat istrinya terganggu ataupun kesakitan.


Raut wajahnya Nada langsung berubah ketika Sameer mulai melakukannya hingga mencapai bagian paling terdalam dengan percobaan beberapa kali hingga akhirnya berhasil juga membobol gawang padahal ini bukan yang pertama mereka berbuat seperti itu.


Nada tersenyum bahagia walaupun sakitnya bagian bawahnya dan sudah mampu melupakan semua kenangan pahit dan buruknya sekitar delapan tahun lalu. Ia mampu menekan rasa takut dan kekhawatiran serta kecemasan berlebihnya.

__ADS_1


Suara rin tiii haaan kesakitan dan ke nikk maaa taaan yang dirasakan keduanya memenuhi seluruh penjuru ruangan hotel yang sudah nampak berantakan. Kelopak bunga mawar merah sudah berserakan hampir memenuhi seluruh sudut ruangan kamar tersebut.


Walaupun sakit sekali dan perih yang dirasakan oleh Nada, tapi ia tidak ingin menghentikan kegiatan yang disukai oleh suaminya karena, ia berniat untuk meraih pahala yang sebesar-besarnya dalam ibadah yang panjang dalam hidupnya itu.


"Aku Nada Atiiilah berjanji akan memberikan segalanya untuk Mas dan melakukan yang terbaik untuk suamiku seorang," cicitnya Nada ketika teriakan keenakan di rasakan oleh Sameer bersamaan dengan sem buu raan laaa vaaa panas ke dalam rongga rahimnya Nada.


Peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh kedua pasangan suami istri itu. Mereka tersenyum disesi terakhir kegiatan mereka. Sameer tumbang di sampingnya Nada dengan senyuman manisnya ditujukkan oleh Sameer untuk istrinya seorang.


Sameer mendekap erat tubuhnya Nada dengan hangat dan tak lupa mengecup sekilas keningnya Nada dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Tidurlah! Aku yakin kamu pasti sangat capek dan kelelahan meladeni permainannya Mas," imbuhnya Sameer sembari menarik selimutnya untuk menutupi ke-dua tubuh mereka yang masih tidak terbungkus dengan sehelai lembar benang pun itu.


Sameer meraih dua kotak tissue yaitu tissue basah dan kering setelah membersihkan seluruh tubuhnya, gilirannya ia membersihkan seluruh tubuhnya Nada dengan menggunakan tissue tersebut dengan telaten dan hati-hati.


Saking capek dan ngantuk nya Nada hingga Ia sudah tidak menyadari dengan apa yang dilakukan oleh suaminya sendiri di atas tubuhnya. Sameer hanya tersenyum smirk melihat ulah perbuatannya di atas setiap jengkal tubuhnya Nada.


Begitu banyaknya tanda kepemilikan yang dia simpan di atas kulit mulusnya Nada yang berwarna kemerah-merahan.


"Aku cukup ganas menggarap tubuhnya Nada, entah kenapa aku setiap melihat tubuhnya seolah ada yang berontak ingin lepas dari tempatnya hingga seperti ini lah hasilnya istriku, semoga jika esok dia bangun tidak terkejut melihat bentuk tubuhnya yang sudah berubah seperti macan tutul, ini ulah seorang suami yang dibuat tergila-gila hingga hampir kehilangan kewarasannya itu," Sameer membatin dan masih tidak percaya dengan perbuatannya sendiri di atas permukaan kulitnya Nada.


Sameer tersenyum sumringah jika mengingat apa yang terjadi dan telah mereka lakukan hingga jam 2 tengah malam mereka baru selesai kegiatannya.


"Aku sudah tidak bisa menghitungnya hingga aku sudah lupa dengan apa yang aku perbuat," gumam Sameer lalu kembali me nge cuup puncak rambutnya Nada yang sudah terlelap dalam tidurnya dan dalam buaian mimpinya itu.


"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah Engkau telah memberikan aku perempuan sholeha cantik yang sangat baik dan pengertian," lirih Sameer dikala ia mulai memejamkan matanya untuk menuju kebuaian mimpinya.


Kegiatan yang mereka lakukan dalam ikatan tali suci pernikahan membuat keduanya tersenyum penuh kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2