
Sameer yang melihat Nada meninggalkan ruangan perawatannya segera bangkit dari duduknya lalu menarik selang infus nya.
Nada segera memutar kenop pintu itu dan sama sekali tidak berniat untuk menoleh sedikitpun ke arah belakang.
"Aaahhh!!!" Pekiknya Sameer ketika ia terjatuh ke atas lantai keramik karena belum memiliki tenaga untuk berjalan normal hingga ia tersungkur.
Nada hanya menoleh sekilas ke arah Sameer yang terjatuh tapi, tidak ada niat untuk berputar ia terus berjalan tanpa henti dengan deraian air matanya yang menetes membasahi pipinya.
"Nada!! Stop!! Tunggu Mas akan jelaskan semuanya?!" Teriaknya Sameer hingga tubuhnya sudah terjatuh di atas lantai.
Bu Sarah yang melihat putranya jatuh segera berjalan ke arah anaknya," Sameer! Putraku!" Pekik Bu Sarah yang sudah membantu anaknya bangkit dari posisinya itu.
__ADS_1
"Mama! Tolong cegah Nada untuk pergi dari sini, aku ingin meminta maaf pada Nada, aku terlalu banyak salah padanya," ratapnya Sameer yang sudah menangis tersedu-sedu meratapi kepergian Nada yang pergi tanpa pamit dan sepatah katapun.
"Sameer, sudah Nak biarkan saja Nada pergi mungkin ini yang terbaik untuk kalian berdua, hubungan kalian tidak perlu untuk dilanjut lagi," ujarnya Bu Sarah yang sedih dan terenyuh melihat nasib putranya itu.
Bu Sarah memapah putranya ke atas ranjang, ia segera memanggil perawat setelah menyadari jika disekitar pergelangan tangannya yang tertusuk jarum infus banyak menetes darah akibat dari tarikannya yang berniat melepaskan selang infus tersebut.
"Mama! Aku mohon hubungin nomor hpnya Nada dan tanyakan padanya apa dia baik-baik saja," itu ucapan ratapannya Sameer sebelum kembali tidak sadarkan diri karena dokter akhirnya memilih untuk menyuntikkan obat penenang ke dalam tubuhnya yang selalu berteriak histeris untuk bertemu dengan calon istrinya itu.
"Apa hebatnya sih perempuan itu, kalau anak kecil yang dihamilkannya adalah cucuku dengan berat hati aku harus mengakuinya dan bertanggung jawab sebagai neneknya tapi, aku tidak mau jika pernikahan mereka terjadi walaupun Sameer adalah pria yang telah merenggut mahkotanya, aku tetap tidak akan merestui hubungan mereka!" Umpatnya Bu Sarah.
Nada segera menghentakkan laju motornya ketika sudah berada di bibir pantai. Ia sengaja datang ke pantai untuk meredam emosi dan sakit hati serta kecewanya itu.
__ADS_1
"Aaaahhhhhh!!!" Jeritan hatinya Nada seolah ingin melepas semua beban beratnya yang sudah menjadi membuncah di dalam dadanya.
Nada terduduk di atas pasir putih di pantai itu. Deraian air matanya mampu mewakili perasaannya yang begitu sedih dan hancur berkeping-keping dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya.
"Apa itu alasannya sehingga Mas Sameer berniat untuk menikahiku, ternyata Mas Sameer hanya kasihan dan sekedar ingin bertanggung jawab saja sebagai papanya Ayesha sehingga ia ingin menikah denganku, aku terlalu berharap dan bermimpi tinggi jika Mas Sameer karena mencintaiku sehingga ia melamar ku, aku terlalu bodoh!!" Teriak Nada senantiasa menggenggam erat pasir ke dalam cengkraman tangannya.
Air laut yang membasahi sebagian tubuhnya itu sama sekali tidak dihiraukannya. Dia tetap berlutut di atas pasir dengan sesekali deburan ombak menyentuh kakinya itu.
"Kenapa!! Kenapa Mas Sameer tidak jujur padaku jika hanya ingin berniat untuk bertanggung jawab terhadap perbuatannya selama ini bukan atas dasar cinta dan suka padaku, aku saja yang terlalu naif dan bego telah berharap tinggi padahal kenyataannya itu hanya angan-angan aku saja," makinya Nada yang tidak tahu harus berbuat apa dengan ujian dan cobaan yang telah menghadang rencana pernikahannya yang sudah tersisa menghitung hari itu.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
__ADS_1
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
Betapa terkejutnya, shock dan kecewanya ketika mengetahui jika pria yang sudah mulai ia cintai dan sayangi ternyata pria yang sudah merebut dan mengambil kesuciannya itu dengan paksa.