Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 38. Ijab Qobul


__ADS_3

"Alhamdulillah mereka sudah otw duluan ke sana makanya aku masuk ke sini untuk mengecek persiapan kalian," jelasnya Pak Abdul.


"Kalau gitu apa lagi yang kita tunggu, ayo kita segera berangkat ke mesjid sebelum terlambat," ujarnya Bu Atikah.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil masing-masing untuk berangkat ke masjid tempat pelaksanaan akad nikahnya antara Nada dan Sameer.


Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit mereka sudah sampai di masjid Al Jannah sebagai tempat pelaksanaan acara akad nikah antara Sameer El Rumi Sungkar dengan Nada Atiillah Ahmad.


Sameer sudah duduk di depan meja yang akan mereka pakai untuk sebagai tempat pelaksanaan akad nikahnya. Pak penghulu dan wali nikah pun sudah hadir dan duduk di tempat masing-masing.


"Bagaimana Pak, apa akad nikahnya sudah bisa dilaksanakan?" Tanyanya Pak Razak Al-Hashimi Penghulu yang khusus ditujuk untuk menikahkan kedua mempelai tersebut.


Pak penghulu menatap satu persatu orang yang sudah duduk di hadapannya dan juga keseluruhan ruangan tersebut.


"Insya Allah… kami sudah siap pak," jawab Pak Abdul Aziz Kadir.


Pak penghulu memegang genggaman tangannya Sameer," baiklah kita akan mulai ijab qobul nya," imbuhnya Pak Rozak.


"Siap Pak!" Timpalnya Sameer yang sesekali menghembuskan nafasnya dengan gusar dan kasar.


Apa yang dilakukan oleh Sameer diperhatikan langsung oleh Pak Abdul Aziz sehingga ia menyentuh lengannya Sameer untuk berusaha menenangkan Sameer yang jelas terlihat groginya itu.


"Kamu harus tenang, hal seperti ini pasti akan kamu lakukan dan alami, bapak juga pernah diposisinya kamu, kamu harus yakin jika kamu bisa melafalkan ijab qobul dengan baik dan lancar, Ingat harus yakin dan percaya sama diri kamu sendiri," terangnya Pak Abdul Aziz.

__ADS_1


Sameer tersenyum walaupun dalam hatinya tidak tenang karena takut dan cemas jika ia akan salah melafalkan ucapan lafal ijab qobul pernikahan. Sameer menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dan membuangnya perlahan-lahan hingga ia sudah siap untuk menikah.


Semua orang memperhatikan apa yang dilakukan oleh Sameer. Mereka tersenyum tipis menanggapi sikapnya Sameer yang grogi, nerfeus, canggung dan tidak percaya diri.


"Sepertinya Mas Sameer itu grogi untuk menikah coba kalian perhatikan," ujarnya Amelia yang berbisik di telinganya Denni.


"Iya juga, itu hal wajar terjadi pada semua calon manten pria, mungkin aku juga akan seperti ini jika berada di posisi Mas Sameer," ungkap Deni salah satu teman rekan kerjanya di Al fa Mi di dengan simbol A berwarna merah itu.


Teman kerjanya Nada memakai pakaian seragam berwarna ungu soft sedangkan para ibu-ibu tetangganya Nada memakai pakaian seragam khusus yang diberikan oleh Sameer. Semua kain yang dijahit untuk pakaian yang akan mereka pakai di acara akad nikah dan resepsi semuanya khusu dan spesial diberikan oleh Sameer yang memang pengusaha kain yang cukup sukses di beberapa berbagai daerah di tanah air Indonesia.


Ada tiga jenis kain yang diserahkan oleh Sameer. Mereka akan pakai di hari pengajian atau malam paccing, akad nikah dan resepsi pernikahan akan. Semua sumbangan yang diberikan oleh Sameer. Dan tidak tanggung-tanggung Sameer memberikan banyak jumlah meter kain untuk semua anggota keluarganya Nada.


Pak Rozak Ismail Marzuki sebagai penghulu yang ditunjuk oleh kua setempat untuk menikahkan Sameer dan Nada di hari jumat itu. Rencananya akad hari jumat pukul 10 pagi dan acara pesta pernikahannya hari minggu.


Teman kerjanya Nada memakai pakaian seragam berwarna ungu soft sedangkan para ibu-ibu tetangganya Nada memakai pakaian seragam khusus yang diberikan oleh Sameer. Semua kain yang dijahit untuk pakaian yang akan mereka pakai di acara akad nikah dan resepsi semuanya khusu dan spesial diberikan oleh Sameer yang memang pengusaha kain yang cukup sukses di beberapa berbagai daerah di tanah air Indonesia.


Ada tiga jenis kain yang diserahkan oleh Sameer. Mereka akan pakai di hari pengajian atau malam paccing, akad nikah dan resepsi pernikahan akan. Semua sumbangan yang diberikan oleh Sameer. Dan tidak tanggung-tanggung Sameer memberikan banyak jumlah meter kain untuk semua anggota keluarganya Nada.


Nyonya Annie Annisa Sungkar menginginkan pesta diselenggarakan di Jakarta tahun depan tepatnya Januari awal 2023. Tapi, tanggal pelaksanaan belum dipastikan oleh kedua pihak karena rencananya awal setelah resepsi pernikahan mereka di Makassar, Nada dan Sameer akan berbulan madu ke Paris Perancis negara terromantis di dunia sekaligus negara mode.


"Kalau sudah siap, tolong ikuti apa yang saya katakan," pintanya Pak Rozak.


"Saya siap Pak Ustad!" Jawab Sameer dengan tegas yang sudah bisa bersikap tenang setelah membayangkan wajahnya Nada yang tersipu merona malu di depan matanya.

__ADS_1


Sameer mengucapkan basmalah di dalam hatinya agar dirinya bisa tenang," ya Allah… lancarkan lah semuanya semoga saya lancar melafalkan ucapan akad nikah ku," batinnya Sameer.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Sameer Elrumi Sungkar dengan Ananda Nada Atiillah Ahmad dengan mas kawin uang tunai 20 juta 22 ribu rupiah dan emas seberat 12 gram 24 karat dan juga seperangkat alat sholat dibayar tunai," ujarnya Pak Rozak.


Sameer menatap tajam ke arah Pak Roxak dengan genggaman tangannya yang cukup kuat, "Saya terima nikah dan kawinnya Nada Atiillah Ahmad binti Ahmad Djaelani dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucapnya Sameer yang sudah mengucapkan ikrar janji pernikahannya seumur hidupnya.


Pak Penghulu menatap ke sekeliling penjuru sudut ruangan masjid yang berada di lantai dua itu," bagaimana para saksi, apa kah Sah?" Tanyanya yang mengeraskan suaranya agar semua orang mendengar perkataannya.


"Sah!!" Tanpa ragu semua orang mengucap kata sah dengan teriakan yang cukup menggema memenuhi seluruh sudut ruangan masjid itu.


"Syukur Alhamdulillah," imbuhnya Pak Rozak lalu segera mengucapkan beberapa doa ucapan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan acara akad nikah pagi itu.


Bu Annie dan yang lainnya merasa bersyukur karena apa yang mereka harapkan berlangsung dengan baik dan sukses.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah… cucuku satu-satunya akhirnya bisa merasakan kebahagiaan,sejak kedua orang tuanya meninggal dunia seolah senyuman yang dia perlihatkan tidak tulus tapi hari ini aku melihat senyumannya itu penuh dengan kebahagiaan yang hakiki semua ini berkat kehadiran Nada dan Ayesha putrinya, aku sangat bahagia ya Allah…," Bu Annie membatin.


Semua orang yang hadir di dalam ruangan masjid tersebut menangis penuh haru. Mereka bahagia karena akhirnya perempuan muda yang harus hidup dalam penuh perjuangan dan cobaan akhirnya menikah juga.


Seorang anak yatim-piatu harus memutuskan untuk hidup mandiri dan memilih untuk pergi dari panti asuhan tersebut dan mulai hidup berjuang dengan saudara angkatnya bernama Mbak Annisa Auliani Resky yang sudah meninggal dunia sekitar kurang lebih dua tahun lalu.


"Alhamdulillah, selamat sayang kamu sudah menjadi seorang istri," ujarnya Amelia sambil memeluk tubuhnya Nada.


Mereka semua meneteskan air mata kebahagiaan. Mbak Rini pun maju ke hadapan Nada lalu memeluk tubuhnya Nada penuh bahagia.

__ADS_1


"Selamat Mbak Nada kamu sudah resmi jadi istrinya Tuan Muda Sungkar," ucap Mbak Rini yang tidak bisa menahan kesedihannya.


__ADS_2