Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 52


__ADS_3

Bu Annie masih merasakan sedikit pusing dan mual sehingga Sameer membantu neneknya berjalan ke arah dalam ruang keluarga, "Sameer! ini sudah tidak boleh dibiarkan kita harus segera bertindak untuk melaporkan ke pihak berwajib karena menurut feelingnya nenek sepertinya ada orang yang sengaja melakukan hal ini," imbuhnya Bu Annie.


Nada sudah berbaring di atas sofa ruang tengah tepatnya tempat mereka bersantai sejenak. Sudah terendus bau minyak kayu putih dari ruangan itu karena sebagai obat untuk membuang rasa mualnya.


"Siapa pun orangnya mau hanya serius ataupun bercanda aku tidak akan lepaskan mereka karena sudah membuat wanita yang aku sayangi dan hormati cukup menderita," batinnya Sameer dengan penuh kesal.


"Mas! Kepalaku pusing sekali, padahal sudah diolesi minyak kayu putih juga tapi,kok belum sembuh juga yah," keluhnya Nada yang kepalanya direbahkan di atas pangkuannya Sameer.


Sameer mengelus puncak hijabnya Nada lalu sesekali memijat dengan perlahan kepalanya istrinya itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Mas, kita sepertinya tidak punya musuh kan, tapi kok ada orang yang tega mengerjai kita dan juga apa sih alasan mereka melakukan hal itu padahal itu kan hukumnya dosa kan!' imbuhnya Nada yang mengerutkan keningnya saking tidak percayanya mendapatkan ujian seperti itu dan juga baru kali ini lihat hal seperti itu juga dalam kehidupannya.


Sameer menerawang jauh dan memikirkan kira-kira orang yang besar kemungkinannya melaksanakan hal keji dan jelek serta tak bermoral seperti itu.


"Apa Mama Sarah yang melakukannya! Tapi kalau Mama gimana juga caranya karena masih mendekam di penjara hingga enam tahun ke depan dan juga ia tidak memiliki keluarga lain di Makassar ataupun di Jakarta juga," batinnya Sameer yang kebingungan dengan semua insiden yang membuat keluarga dan orang-orang tersayangnya menderita.


"Sameer jangan kamu tunda-tunda lagi kalau Nada sudah membaik kita harus segera ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini supaya kedepannya tidak akan ada lagi kejadian seperti ini, tapi kita tidak punya musuh dan tidak pernah cari permusuhan dengan orang lain juga, makanya nenek masih keheranan dengan apa yang terjadi sebenarnya ini, apa motifnya kira-kira yah?" Tanyanya Bu Annie yang sudah duduk di sofa dengan posisi yang baik.


"Mas! Bagaimana dengan Mbak Yuni dan Mbak Ririn apa mereka sudah baikan?" tanyanya Nada sambil melihat ke sekelilingnya karena melihat kedua orang itu belum muncul juga.


Mbak Narsih berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan yang berisi beberapa gelas minuman sambil menaruh benda itu ke atas meja..


"Syukur Alhamdulillah, mereka sudah baikan tapi katanya butuh istirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh mereka Nyonya!" Jawabnya Mbak Narsih yang asli orang Jawa itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau seperti itu,saya turut bersyukur mendengarnya, mereka sangat marah dan mengutuk keras perbuatan orang yang picik dan pemikiran sempit tersebut! Alhamdulillah aku lagi nyuci piring jadi aku ga sempet lihat kalau aku ada mungkin aku sudah pingsan!" Kesalnya Mbak Narsih.


"Sudah… sudah jangan bahas lagi tapi sekedar masukan untuk kedepannya jangan sekali-kali buka pintu depan kalau bukan orang yang dikenal akrab, apa lagi kalau hanya kurir ataupun siapapun itu, rumah harus diperketat penjagaannya kita harus nambah cctv rumahmu Sameer karena tidak selamanya kamu berada di sampingnya terus anak dan istrimu untuk jaga-jaga saja," jelasnya Bu Anni.


"Benar sekali apa yang Nyonya katakan Tuan Muda, aku meminta maaf karena keteledoran aku sehingga hal ini bisa terjadi, tapi, insya Allah… kedepannya tidak akan terjadi seperti ini lagi," ujarnya Pak Udin penuh penyesalan.


Percakapan mereka berlanjut sambil menikmati minuman hangat untuk meredakan rasa mual mereka semua. Hingga bunyi bel di depan pintu mereka berbunyi.


"Pak Udin! Tolong pintunya dibuka dulu,lihat siapa yang datang!" Pintanya Bu Annie.


Pak Udin segera berjalan ke arah pintu depan hingga ke pintu pagar besi dan melihat ada beberapa warga masyarakat dan juga pak RT maupun pak RW.


"Assalamualaikum," sapanya Pak Abdul Azis selaku kepala RT setempat.


"Makasih banyak Pak Udin," ucapnya Pak Abdul dan yang lainnya.


Mereka berjalan masuk kedalam rumah ruangan tamu. Sameer, Nada dan Bu Annie segera berjalan ke arah bagian depan setelah mengetahui ada beberapa tetangga dan tokoh masyarakat yang bertamu dan berkunjung kerumahnya sore hari itu.


"Maaf menganggu istirahatnya Ibu Annie dan pak Sameer," tuturnya Pak Abdul Aziz yang membuka pembicaraan diantara mereka.


Bu Annie tersenyum ramah," tidak apa-apa kok Pak,kami sangat senang kalian berkunjung ke rumah kami ini," pungkasnya Bu Annie sembari memberikan kode kepada Mbak Narsih untuk segera membuat minuman dan kue khusus untuk beberapa bapak yang hadir di dalam rumahnya Sameer.


"Maafkan kedatangan kami ini untuk mengkonfirmasi kepada kalian karena kami sempat mendengar teriakan dan kehebohan yang terjadi beberapa jam yang lalu, kami ingin bertanya dan memastikan apa sebenarnya yang terjadi?" Imbuhnya Pak Abdul Aziz yang menatap intens ke arah Sameer.

__ADS_1


Sameer sedari tadi menggenggam tangannya Nada untuk memberikan kekuatan karena hingga detik itu,Nada masih mengalami sedikit pusing.


Sameer menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar," sebenarnya begini pak kami mengalami kejadian yang aneh dan ini terjadi bukan baru kali ini saja dan saya sudah ngalamin dua kali hanya saja saya merahasiakannya dari keluargaku karena tidak ingin membuat semua orang khawatir dan sekitar dua jam yang lalu ada seseorang yang mengirim benda yang cukup aneh dan menakutkan untuk keluargaku terutama istriku hingga saat ini kondisinya belum stabil juga," jelasnya Sameer dengan panjang lebar.


"Pak Udin tolong ambil hpku yang ada di atas meja di dalam sana!' perintah Bu Annie yang memerintahkan kepada Pak Udin.


Pak Udin yang mendapatkan perintah segera berjalan terburu-buru mengerjakan tugasnya itu dengan baik.


"Ini Nyonya Besar!' ujarnya Pak Udin sambil menyerahkan sebuah benda pipih ke hadapan mereka lalu mengulurkan tangannya ke arah Nyonya Annie.


Bu Annie segera mengambil hpnya dari uluran tangannya Pak Udin security sekaligus tukang kebun di rumahnya Nada.


"Makasih banyak Pak Udin, dan silahkan Bapak-bapak diperiksa apa kira-kira maksud orang tersebut mengirimkan potongan kepala kucing dan tikus itu ke dalam sebuah kotak?!" Sarkas Bu Annie.


Semua bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir tersebut cukup dibuat terkejut dengan hanya mendengar nya saja, padahal mereka belum melihat bukti langsung dari apa yang mereka katakan.


"Ya Allah… tega banget orang itu yah?" Ucapnya Bu Edah.


"Iya, lihatlah apa yang mereka kirim sungguh tidak bermoral dan pasti mereka memiliki Maksud yang terselubung dari apa yang dia lakukan ini," tebaknya Pak Razak yang cukup ngeri melihat foto dan video yang ada.


"Kalau menurut saya ini ada motif tersembunyi Pak RT, karena orang tidak mungkin melakukan hal ini semua jika tidak ada niat jahatnya," timpalnya Pak Kadir.


"Jangan asal nebak dulu bapak dan ibu-ibu bagaimana kalau kita laporkan semua tindakan orang ini! Bagaimana menurut Kamu Sameer?" Tanyanya Pak Abdul Aziz.

__ADS_1


__ADS_2