Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 7. Perasaan Aneh


__ADS_3

Nada segera mengambil tas handbag nya yang kebetulan tersimpan di atas meja. Ia segera merogoh tasnya dan mencari keberadaan hpnya itu.


"Aku sebaiknya mencoba untuk menelpon nomor hpnya Mbak Annisa," cicitnya Nada yang segera mengaktifkan layar tombol touchscreen hpnya itu.


Nada dibuat kebingungan dengan putri kecilnya tidak ada di rumahnya bersama dengan pengasuhnya. Nada segera menelpon nomor hpnya Mbak Annisa perempuan yang sejak Nada hamil hingga detik ini selalu membantu untuk merawat Ayesha.


"Ya Allah… semoga anakku baik-baik saja dan mereka berdua selamat," batinnya Nada yang mengaktifkan layar hpnya itu.


Sameer yang duduk di sampingnya selalu setia menemani Nada seraya menggenggam tangannya Nada. Entah dorongan dari mana yang membuat Sameer begitu rela dan tulus memberikan perhatiannya kepada Nada.


"Perasaan apa yang terjadi padaku ini, setiap kali berdekatan denganku hatiku selalu merasakan ketenangan dan kedamaian, hanya melihat senyumannya saja sudah mampu membuatku serasa tidak ada beban apa pun yang aku alami," batinnya Sameer Nasri Elrumi Sungkar.


Berulang kali ia mencoba menghubungi nomor hpnya Mbak Annisa tapi, hasilnya masih belum diangkat. Hanya tut tut saja yang terdengar hingga ke telinganya.

__ADS_1


"Mungkin, Mbak Annisa sudah tidur, coba lihat ke arah jam dinding sudah jam hampir jam 3 subuh, jadi pasti mereka sudah tidur, tapi coba cek hp kamu sempat Mbak Annisa mengirim chat!" Imbuhnya Sameer.


Nada tanpa banyak pikir dan protes ia segera memeriksa semua aplikasi chating nya. Ia tersenyum bahagia saat membaca chatnya Mbak Annisa.


"Syukur Alhamdulillah… putriku dengan Mbak Annisa baik-baik saja, kenapa aku tidak kepikiran untuk memeriksa hpku sebelumnya yah!" Lirihnya Nada yang menyunggingkan senyumnya.


"Bagaimana hasilnya, apa putrimu baik-baik saja?" Tanyanya Sameer sambil mengarahkan kebelakang anak rambutnya Nada yang menghalangi matanya.


Berselang beberapa menit kemudian, Sameer berpamitan untuk pulang. Ia tidak ingin menginap nanti kedepannya menimbulkan masalah dan fitnah lagi untuk Nada dan anak semata wayangnya itu.


Sebelum pergi Sameer menjelaskan tentang kapan Mama dan kakeknya akan datang melamarnya," dua hari lagi Mama dan nenek akan datang ke sini untuk meminangmu menjadi istriku sekaligus jadi calon ibu dari anak-anakku kelak!" Ujarnya Sameer yang secara tidak langsung seakan melamar Nada saja.


Nada tersenyum ramah sebelum berbicara, "Apa boleh kita bicara tentang semua ini, tapi bukan sekarang kita bicaranya besok sore saja, apa Mas Sameer punya waktu untuk itu?" Nada menatap ke arah Sameer dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


"Oke kamu atur waktu dan tempatnya saja, kalau sudah hubungi aku saja," tuturnya Sameer sebelum meninggalkan rumahnya Nada.


"Iya Mas," balasnya Nada yang tersenyum simpul ke arah calon suaminya itu.


"Assalamualaikum, aku pulang dulu insya Allah besok kita ketemu lagi, kamu istirahat yah, jangan banyak pikiran lupakan saja yang terjadi hari ini dan selamat malam, met mimpi yang indah!" Ujarnya Sameer sebelum meninggalkan rumahnya Nada.


Tapi,baru mau membuka pintu pagar besi bercat biru itu dibuka oleh Sameer, Nada berteriak ke arahnya Sameer," Mas jaketnya gimana? Apa mau diambil sekarang saja?" Tanyanya Nada yang berjalan perlahan menuju Sameer yang berdiri dengan tangannya yang menggantung di atas handle pintu tersebut.


"Terserah kamu saja mau simpan atau mau dibuang juga tidak apa-apa kok," imbuhnya Sameer sembari mengarahkan pandangannya ke arah Nada yang sudah berdiri di depannya dengan pakaiannya yang masih seperti sebelumnya dengan pakaiannya yang sudah tidak utuh.


Sameer kembali dibuat terperangah dengan tubuhnya Nada yang terekspos begitu seksinya sehingga Sameer berpikiran yang tidak-tidak. Tapi, Sameer segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa aneh itu yang tiba-tiba menggerogoti tubuhnya.


"Aku harus segera pergi dari sini jika tidak aku tidak bisa menjaga dan menjamin keamanannya Nada," gumamnya lalu segera berjalan ke arah luar meninggalkan Nada yang berdiri bengong karena merasa aneh dengan sikapnya Sameer itu.

__ADS_1


__ADS_2