
Nada saking bahagianya sampai-sampai terharu melihat kado spesial dari suaminya di hari jadi pernikahannya yang pertama tahun ini.
Nada menutup mulutnya saking bahagianya dengan kejutan yang diberikan oleh suaminya itu. Bukan berhenti sampai di situ saja, tetapi Nada kembali tersenyum penuh kegirangan melihat banyaknya bunga hidup yang masih segar memenuhi seisi kamarnya yang membentuk love.
"Makasih banyak ya Allah… aku sangat bahagia melihat semua ini, apa Mas Sameer sudah mengetahui kalau aku hamil yah?" Batin Nada.
"Ya Allah… makasih banyak Engaku telah memberikan aku pasangan hidup yang begitu tulus padaku, begitu besar rasa sayang dan cintanya padaku dan aku berharap perasaannya padaku tidak akan pernah berubah dan tidak akan ada wanita lain di dalam hatinya suamiku," gumamnya Nada seraya mengecup sekilas bibirnya Sameer yang masih asyik terlelap dalam tidurnya.
Nada mengelus setiap inci wajahnya Sameer. Nada baru menyadari dengan baik jika suaminya itu begitu tampan sampai-sampai ia sekarang cemburu jika ada perempuan yang mendekati suaminya itu.
"Pantesan putriku Ayesha Almeera Aliya Sungkar itu cantik karena papanya sungguh ganteng dan mempesona sehingga aku tidak mampu berpaling darinya," gumamnya Nada.
Apa yang dilakukan oleh Nada dan yang dikatakan olehnya dalam gumaman nya ternyata diam-diam Sameer mendengar perkataan itu yang membuatnya tersenyum bahagia karena selama ini Nada terkesan malu-malu untuk mengakui hal itu di depan nya.
Nada yang sedang menikmati indahnya dekorasi ulang tahun pernikahan di dalam kamarnya tanpa menyadari jika Sameer sudah bangun. Sameer langsung mendekap erat tubuhnya Nada dari arah belakang lalu langsung menyandarkan kepalanya di pundaknya Nada sambil mengendus baunya Nada. Itu lah kebiasaan barunya Sameer setiap hari.
__ADS_1
Tangannya menelusup masuk ke dalam pakaian tidurnya Nada yang cukup transparan itu," sayang apa kamu menyukainya?' tanyanya Sameer.
Nada bukannya menjawab malah menggelinjang kegelian akibat ulahnya Sameer yang begitu lihai memainkan benda yang berada di dalam sana.
"Aahh!! Eehhmm Mas!" Lirihnya Nada.
Sameer yang mendengar lirihannya Nada dengan ekspresi wajahnya yang sudah meminta hal lebih semakin menggencarkan aksinya dan serangannya itu.
"Suamiku… aahhh!" Cicitnya Nada yang sudah mulai tertantang.
"Iiihh Mas… apaan sih sedari tadi sudah itu baru sekarang ngomong untuk minta," ketusnya Nada yang memonyongkan bibirnya ke depan sehingga apa yang dilakukan oleh Nada membuat Sameer gemes dan semakin tertantang saja.
Sameer tanpa ragu spontan membalik tubuhnya Nada hingga posisinya ia di atas tubuhnya Nada. Sang istri pun tidak mau kalah, ia mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Sameer dengan tatapan memuja dan seolah memberikan kode kalau apa yang dilakukan oleh Sameer di atas tubuhnya boleh dilajutkan lagi lewat tatapan matanya yang berbinar terang.
"Mas harus pelan yah, jangan seperti biasanya karena aku lagi hamil anak kita Mas," imbuhnya Nada dengan sedikit malu-malu hingga wajahnya memerah merona saking malunya dengan perkataannya sendiri.
__ADS_1
"Siap Istriku tercinta, Mas akan melakukannya dengan sangat hati-hati, Mas hanya ingin bertemu dengan mereka agar mereka mengenali sejak dini siapa papanya itu," timpalnya Sameer dengan senyuman penuh dengan misteri itu.
Nada hanya tersenyum malu menanggapi perkataan dari suaminya itu. Pagi itu mereka berkultivasi ganda menurut komik yang sering dibaca oleh author. Kemesraan mereka dipagi buta itu menjadi bumbu dalam kehidupan keluarga kecilnya mereka.
Hanya deru nafas yang saling memburu, ngos-ngosan memenuhi ruangan kamar pribadinya pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta.
"Seperti ini rasanya yah kalau sang istri sedang hamil, aku semakin merasa tertantang dan seolah tidak ingin berhenti mau lagi dan lagi, apa yang ada pada Istriku membuatku terlena jatuh dalam pesona perempuan hamil anak kembar ini yang tidak lain adalah istriku sendiri, aku berjanji padamu atas nama calon bayi kami aku Sameer Elrumi Sungkar tidak akan pernah berubah sedikitpun perasaanku pada Nada Atiillah Ahmad hingga akhir hidupku selamanya," batinnya Sameer.
Kegiatan mereka di pagi itu sama sekali tidak terusik dengan kegiatan orang-orang yang berlalu lalang di dalam rumahnya. Para asisten rumah tangganya sedang sibuk membagikan beberapa sembako ke beberapa tetangga yang ada di sekitar lingkungan perumahannya.
Mbak Ririn dan Mbak Yuni segera mengendarai mobilnya Nada karena akan berangkat ke beberapa panti asuhan akan menyalurkan bantuan sesuai dengan perintahnya Nada.
Bukan hanya di panti asuhan saja, tapi daerah yang berada di sekitar perumahan yang memang terdapat beberapa warga masyarakat kurang mampu masuk ke dalam daftar pembagian sembako tersebut.
Malam harinya rencananya mereka akan mengadakan syukuran kecil-kecilan acara ulang tahun pernikahan mereka yang ke satu. Banyak tamu undangan yang masuk list daftar termasuk dari beberapa sahabat rekan kerjanya Nada, ibu-ibu pengajian,para emak-emak dan bapak-bapak tetangga, orang tua siswa di sekolahnya Ayesha Almeera Aliya Sungkar, dan juga guru-gurunya.
__ADS_1