Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 12. Sameer Jadi Korban


__ADS_3

Nada histeris melihat semua isi dalam rumah calon suaminya Sameer Elrumi Sungkar. Ia masih ingat dengan jelas tata letak ruangan tamunya mulai dari semua furniture hingga cat temboknya masih seperti sekitar kurang lebih lima tahun lalu.


Darah segar sudah mengucur deras dari arah ujung pelipisnya hingga mengenai wajahnya. Sameer sama sekali tidak menghindar sedikit pun karena sudah menyadari kesalahannya bahwa Nada adalah perempuan yang telah Ia per ko sa dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan baik.


Air matanya menetes membasahi pipinya, ia terpukul dan penuh penyesalan karena gara-gara kelakuannya waktu itu walaupun bukan karena keinginannya sendiri perbuatan bejaknya itu terjadi.


"Ya Allah… maafkanlah aku… aku tidak sengaja melakukan semua itu," ratapnya Sameer yang sudah berlutut di hadapannya Nada dengan penuh penyesalan.


"Tidak!! Jangan mendekat kalau kamu mendekat aku akan lempar kamu lagi!" Geramnya Nada Atiilah Ahmad yang sudah meluapkan semua kekesalan, kemarahan serta rasa kecewanya ketika dirinya merelakan kesuciannya direnggut oleh pria yang sudah terluka dan berdiri di depannya tanpa ada rasa takut dan gentar sedikitpun itu.


"Ya Allah… ternyata Nada adalah gadis malam itu, kenapa harus seperti ini!!" Umpatnya Sameer dengan wajahnya yang sudah hampir seluruh pipinya terkena darah dari luka lemparan vas bunga yang mengenai daerah pelipisnya.


Sameer semakin maju kehadapan Nada dan tidak takut sedikitpun dengan ancaman dari Nada.


"Kenapa!! Kamu tega melakukan hal itu padaku! Kenapa!! Apa salahku padamu?!" Teriaknya Nada yang tatapan sorot matanya sudah semakin penuh kebencian terhadap Sameer.


"Nada! Please aku mohon tenanglah gimana caranya aku menjelaskan semuanya jika kamu terus mengamuk dan tidak mau tenang!" Bujuk Sameer yang sama sekali tidak mempedulikan lagi keadaannya yang sebenarnya sudah tidak baik-baik saja.


Karena Nada yang cukup besar dan suaranya menggema di dalam ruangan tamu membuat dua security yang sedang berjalan mengelilingi area kompleks perumahan secara tidak langsung mendengarnya segera masuk ke dalam rumahnya Sameer yang kebetulan pagar dan pintu rumahnya tidak tertutup.


Mereka dibuat terkejut dengan kenyataan yang ada," apa yang terjadi di sini, kenapa Pak Sameer bisa terluka!?" Tanyanya Security yang bername tag Rizal itu melihat vas bunga dan banyak benda lainnya yang sudah berhamburan ke atas lantai.


"Tidak apa-apa kok Pak, calon istriku hanya ketakutan karena….," Ucapannya Sameer terpotong dan belum selesai hingga membuat Sameer terjatuh terkapar di atas lantai keramik tepat dihadapannya Nada.


"Tuan Sameer!" Teriak ke-dua security itu segera bertindak untuk menyelamatkan nyawanya Sameer.


Nada yang melihat tubuhnya Sameer tumbang tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi pipinya. Ia berdiri tak bergeming ditempatnya dan mulai gemetaran ketakutan karena sangat sadar jika gara-gara lemparan vas bunga yang dilemparnya berhasil mengenai keningnya Sameer hingga dua kali itu.

__ADS_1


Nada menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan tindakannya itu. Dia tidak menyangka jika ia akan bertindak kasar dan anarkis karena ia harus kembali teringat dengan situasi saat ia di peer koo saa.


"Pak Dayat ayo cepat bawa kedalam mobilnya Tuan Sameer kita harus segera membawa Tuan Sameer ke rumah sakit sebelum terlambat!" Perintahnya Pak Rizal.


"Ya Allah… apa yang terjadi sebenarnya kenapa aku bisa kehilangan kontrol sehingga aku bisa melukai Mas Sameer padahal dia sama sekali tidak bersalah," lirihnya Nada.


"Maaf Mbak apa Anda akan selamanya disini saja atau mau ikut bersama kami ke rumah sakit?" Tanyanya Pak Dayat yang menatap jengah ke arah Nada.


"Aku ikut Pak," jawabnya Nada.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di lobi rumah sakit. Nada ikut mendorong bangkar rumah sakit yang di atasnya sudah ada Sameer yang tergolek lemah dan tidak sadarkan diri lagi.


Sameer segera ditangani di dalam ruangan ICU, dokter dan beberapa perawat dan suster memeriksa dan menangani kondisinya Sameer.


Dokter memutuskan untuk melakukan operasi terhadap Sameer karena kepalanya mengalami benturan benda tumpul yang cukup besar.


"Maaf Mbak kami harus pamit pulang karena kami harus melanjutkan pekerjaan kami, Mama dari Tuan Sameer sudah aku hubungi katanya beliau akan ke Makassar besok pagi," jelasnya Pak Rizal di hadapan Nada yang masih keheranan dan kebingungan dengan insiden yang sudah terjadi dan melibatkan dirinya dalam pusara masalah.


Nada menatap ke arah Pak Rizal," silahkan Pak, makasih banyak sudah membantu kami," imbuhnya Nada yang berdiri ketika kedua security itu berpamitan untuk kembali pulang.


Sekitar dua jam kemudian operasinya sudah selesai dan berjalan lancar. Sameer sudah terlelap di atas ranjang rumah sakit yang sudah selesai dioperasi. Nada duduk di samping tempat tidurnya Sameer yang kondisinya yang masih tidak sadarkan diri akibat dari pengaruh anestesi obat bius ketika dioperasi.


Nada dengan telaten membersihkan seluruh tubuhnya Sameer sedang tissue basah dan kain yang sudah dibasahi dengan air sebelumnya.


"Maafkan aku Mas, ini semua gara-gara aku sehingga Mas harus menderita seperti sekarang ini," lirih Nada yang meneteskan air mata penyesalannya.


Tok… tok…

__ADS_1


Ketukan pintu membuat perhatiannya Nada teralihkan.


"Silahkan masuk, pintunya tidak dikunci kok," ucapnya Nada yang sedikit berteriak lalu berjalan ke arah pintu.


"Maaf Mbak kami ingin memeriksa kondisi dari pasien," jelas Dokter dan dua orang suster yang bersamanya.


Nada tersenyum tulus," silahkan saja Dokter," balasnya Nada.


Dokter pun segera memeriksa kondisi dari Sameer hingga mengganti perbannya dengan yang lama dengan perban baru. Nada memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh kedua perawat tersebut.


Setelah selesai diperiksa dan berikan suntikan obat kedalam selang infus nya. Mereka meninggalkan kamar perawatan Sameer. Nada segera menghubungi nomor hpnya Mbak Annisa agar putrinya dengan saudara angkatnya itu tidak khawatir dan tidak menunggunya untuk pulang malam ini.


"Assalamualaikum Mbak Annisa," sapanya Nada setelah sambungan telepon terhubung Nada berpindah dari tempatnya sedikit jauh dari Sameer karena ia tidak ingin mengganggu kenyamanan tidurnya dan istirahatnya Sameer yang belum sadarkan diri setelah dioperasi.


"Waalaikum salam dek, kamu ada di mana? Sudah jam 11 malam tapi kamu belum pulang! Kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya Mbak Annisa yang memberondong berbagai pertanyaan untuk Nada.


Nada tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Mbak Annisa," syukur Alhamdulillah aku baik-baik saja kok Mbak, tapi Mas Sameer mendapatkan kecelakaan dan terluka di bagian kepalanya sehingga harus dirawat di rumah sakit Siloam Hospital," jelasnya panjang lebar Nada yang tidak ingin membuat saudara satu-satunya itu khawatirkan keadaannya.


"Jadi, gimana sekarang keadaannya, apa sudah membaik dan kamu juga harus jaga kesehatan dan diri kamu," ujarnya Mbak Annisa.


"Aku tidak boleh mengatakan kepada Mbak Annisa kalau gara-gara aku yang menyebabkan Mas Sameer harus dioperasi," Nada membatin.


"Syukur Alhamdulillah, Mas Sameer sudah agak baikan, Mbak Annisa tidak perlu risaukan keadaannya Mas Sameer insya Allah besok sudah mungkin pulang," tuturnya Nada yang menutupi kenyataan yang ada.


"Kalau gitu kamu istirahat gih sambil menjaga Sameer, Mbak berdoa dan berharap Sameer cepat sembuh dan tidak akan ada lagi kejadian seperti ini ya menimpa calon suamimu itu," terangnya Mbak Annisa.


"Amin, makasih banyak Mbak Annisa, kalau Ayesha bangun katakan padanya aku baik saja dan nginap di tempat kerja di toko indo April supaya putriku tidak khawatir, assalamualaikum," ucapan Nada sebelum menutup sambungan telponnya itu.

__ADS_1


__ADS_2