Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 35 Kedatangan Oma Annie


__ADS_3

Dua hari sebelum acara akad nikah dan pesta pernikahannya Nada Atiilah Ahmad sudah off dari tempat kerjanya bukan hanya off saja tapi, sudah resign untuk selamanya. Nada ingin fokus pada suami dan anaknya.


"Makasih banyak Mas, aku sangat bahagia dengarnya," balasnya Nada yang memeluk punggung lebarnya Sameer Elrumi Sungkar di tengah malam itu.


Sinar rembulan malam itu menjadi saksi penyatuan dan pernyataan cinta keduanya. Sameer kemudian berlutut di hadapan Nada seraya mengecup punggung tangannya Nada," Mas akan memperbaiki semua rasa kecewa dan sakitmu dan aku mohon tegurlah aku jika aku salah, karena aku akan menebus semua waktu yang telah terbuang," Sameer terus memandangi wajah memerahnya Nada yang menyiratkan kebahagiaan yang ia rasakan.


Nada sedang memasak kue khas Makassar yaitu kue pelita dan cucuru ketika calon Nenek mertuanya datang. Bu Annie.


"Assalamualaikum, lagi pain Nak?" Bu Annie melepaskan sendalnya sebelum masuk ke dalam rumahnya Nada dan terus berjalan ke arah bagian ruangan paling dalam tepatnya di dapur.


"Waalaikum salam," jawabnya Nada yang segera menghentikan aktifitasnya sementara waktu karena melihat kedatangan nenek buyutnya Ayesha.


"Oma!" Teriaknya Ayesha Almeera Aliya Sungkar yang melihat kedatangan nenek dari papanya tersebut seraya memeluk tubuh bagian pinggangnya Bu Anni.


Bu Anni segera merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan dari Ayesha yang berlari kecil kearahnya.


"Ayesha cicitnya Oma, gimana kabarnya sayang?" Tanyanya Bu Anni sembari mengelus puncak rambutnya Ayesha dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Nada kembali melanjutkan pekerjaannya untuk menyelesaikan sisa bahan adonan yang akan ia kukus, setelah meraih tangannya Bu Anni untuk ia cium punggung tangannya.


Ayesha celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang yang tidak nampak batang hidungnya itu. Apa yang dilakukan oleh Ayesha nampak jelas di depan matanya Bu Annie.


"Sayang! Cucunya Oma ada apa! Sepertinya ada seseorang yang sedang kamu cari?" Tanyanya Bu Ibu Anni.


Ayesha tertawa cengengesan menanggapi perkataan dari omanya karena kedapatan mencari tahu kenapa orang tersebut tidak datang.


Ayesha menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu," aku mencari nenek Sarah, kok enggak keliatan yah Nek?" Imbuhnya Ayesha.


Ayesha yang penasaran kenapa neneknya itu tidak datang walaupun tidak ada hubungan darah sedikit dengan Bu Sarah tapi, Ayesha selalu menyayangi dan menghormati perempuan tua itu. Walaupun sikapnya Bu Sarah padanya selama ini selalu kasar, judes dan memperlihatkan dengan jelas ketidaksukaannya Bu Sarah padanya.


"Ohh gitu berarti Nenek tidak akan hadir di acara akad nikahnya Mama dan papa dong Nenek!" Pungkasnya Ayesha yang masih memeluk tubuh omanya itu.


Nada yang mendengar putrinya yang sudah mulai keluar rasa kepo dan penasaran segera ia alihkan.


Nada menatap ke arah Bu Annie dengan tersenyum simpul," Ayesha sayang! Mama minta tolong bisa kan diambilkan panci yang ada di dalam lemari sana," pintanya Nada untuk mengalihkan perhatiannya Ayesha.

__ADS_1


"Yang di dalam lemari kaca atau lemari kayu Mama?" Tanyanya Ayesha yang sudah berjalan ke arah lemari berdiri kokoh.


"Lemari kaca sayang, kalau sudah dapat Mama minta tolong lagi panggilan Mbak Rini untuk cuci pancinya sayang!" Perintah Nada kepada putri kecilnya itu.


Setelah beberapa langkah Ayesha menjauh dari dapur,Nada segera berjalan ke arah Nenek mertuanya itu.


"Maafkan putriku yah Nek, biasalah kalau ia kepo seperti itu lah sikapnya," ujarnya Nada yang tidak enak hati untuk sikap putrinya itu.


Bu Annie tersenyum" santai saja hal seperti ini wajar terjadi, selow saja Nada, malah aku senang karena cucuku bertanya itu tandanya ia peduli dengan keadaan Nenek nya," timpalnya Bu Annie.


"Papanya Ayesha titip sesuatu katanya dia ingin makan masakanmu apa kamu bisa bawakan dia makanan ke sebelah maklum Mbak Tuti dan Mbak Titin Yuni sibuk membantu kamu di sini padahal sudah jam 1 lewat," ungkap Bu Annie.


Nada tersenyum tipis," ya elah… ada-ada saja mas Sameer padahal bisa pesan makanan melalui aplikasi juga bisa suruh orang beliin makanan di luar," umpatnya Nada.


"Gimana Nada, apa kamu bisa membantu Nenek!" Bu Annie memegang kedua genggaman tangannya Nada.


Nada hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya calon nenek mertuanya itu.

__ADS_1


Bu Anni menatap penuh harap kepada Nada,"Maafkan Nenek, aku terpaksa melakukan hal ini karena sedari tadi aku perhatiin wajah calon suamimu itu selalu ditekuk, tidak bersemangat dan juga lesu melulu, aku melakukan ini karena ini bukan daerah yang melarang calon mantennya bertemu sebelum pernikahan berlangsung dan saya berharap setelah kalian bertemu cucu tunggalku itu bisa tersenyum lagi seperti sedia kala," batinnya Bu Annie Margaretha Sungkar yang berharap penuh pada calon istri dari cucu pertama sekaligus cucu satu-satunya itu.


Nada menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar, bukannya tidak mau membantu tapi, Nada takut dan khawatir apa yang dilakukan olehnya ini mendapatkan tatapan jelek dari semua orang yang mengetahui jika ia bertemu dengan calon suaminya padahal tersisa dua hari lagi ia menikah walau pun dalam tradisi di kampung halamannya tidak ada istilah pingitan atau larangan untuk tidak bertemu bagi kedua calon mempelai pengantin.


__ADS_2