
Nada menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat angka yang ditujukkan oleh jarum jam itu," ya Allah... sekarang sudah pukul tiga lewat, selama itu kah aku tertidur dan dalam sejarah hidupku ini baru yang pertama kalinya merasakan tertidur pulas dan nyenyak seperti ini!" Nada keheranan melihat situasi tersebut dan dia sama sekali tidak mengetahui dan mengerti jika hari itu ia tertidur tanpa gangguan dan tanpa peringatan alarm untuk segera berangkat bekerja yang membuatnya rileks dan tenang.
"Aahh!! Sudah jam tiga sore!" Pekiknya Nada yang sangat terkejut melihat jarum jam yang berdentang sedari tadi di dinding tanpa berhenti berhenti sejenak pun itu.
Sameer segera bangkit dari baringnya yang sedari tadi hanya berpura-pura tertidur.
"Nada apa yang terjadi padamu istriku?" Sameer memeluk erat suaminya itu yang berusaha menenangkan dirinya Nada.
Nada yang spontan langsung dipeluk seperti itu cukup merasakan ketenangan karena keterkejutannya mampu diredam oleh pelukan hangatnya Sameer hingga Sameer mengelus punggungnya Nada dengan penuh kelembutan dan kasih sayang serta hati-hati.
"Tidak apa-apa kok Mas, hanya saja aku tidak nyangka kalau aku bisa tidur selama ini, padahal biasanya aku itu paling tidak bisa tidur terlalu lama!' jelasnya Nada yang masih memiliki ketidak percayaannya pada dirinya sendiri.
"Ini baru awal sayang, kedepannya kamu akan selalu terlambat bangun tidur karena perbuatannya Mas jadi kamu harus persiapkan dirimu sebaik mungkin agar kamu terbiasa menjalaninya untuk kedepannya dan untuk selamanya," imbuhnya Sameer dengan senyuman liciknya yang ingin tertawa terbahak-bahak melihat keluguan istrinya itu.
__ADS_1
Nada bergidik ngeri," kalau gitu aku harus bersiap siap sedia jika sewaktu-waktu Mas menginginkannya lagi, apa aku perlu konsumsi vitamin dan suplemen makanan agar aku kuat menahan gempurannya Mas?" Ujarnya Nada dengan polosnya.
Sameer yang mendengar perkataan dari mulutnya Nada segera tertawa terpingkal-pingkal. Nada mengerutkan keningnya tanda tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi pada suaminya itu.
Sameer tersenyum," itu wajar sayang kan kita semalam tidur jam dua apa kamu sudah lupa dengan apa yang baru beberapa jam lalu?" Sameer tersenyum penuh maksud.
Nada semakin menggelengkan kepalanya jika ia diharuskan untuk kembali mengingat kejadian malam yang begitu panjang dan penuh dengan suara deee saaa haaannn mereka berdua hingga hanya suaranya mereka masing-masing yang mampu terdengar hingga ke telinganya.
"Ya Allah… istriku apapun yang kamu lakukan untuk menyenangkan Mas itu hakmu dan Mas tidak akan melarangmu untuk melaksanakannya karena apa yang kamu lakukan itu demi kebahagiaan kita berdua dan pastinya aku sebagai suami kamu sangat bahagia jika istriku sudah berinsiatif seperti itu dan kamu pantas mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi aku kepada istriku," terangnya Sameer sambil meraih sebuah kotak buludru biru yang berada di atas meja nakas tempat tidur mereka.
"Serius ini hadiah untuk aku Mas! Apa ini tidak terlalu berlebihan Mas! Aku kan hanya memenuhi dan melakukan tanggung jawab aku sebagai seorang istri yang harus patuh terhadap perintah suaminya dan juga aku ikhlas melakukannya karena aku mencintai Mas setulus hatiku, tapi kalau seperti ini terus setiap hari aku siap dan ikhlas kok," jelasnya Nada yang dibarengi dengan candaannya untuk menggoda suaminya itu.
Sameer refleks menarik tubuhnya Nada lalu menaikkan ke atas pangkuannya itu seraya membelai lembut rambut panjangnya Nada yang sedikit bergelombang itu," Sayang tanpa kamu melakukan hal itu aku akan berusaha untuk membahagiakanmu dalam bentuk apapun karena salah satu janjiku adalah mencintaimu hingga akhir waktu dan membahagiakan kamu seumur hidupku dan hingga akhir waktu Mas."
__ADS_1
Mereka sama-sama belum memakai sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka yang masih polos itu. Sameer memeluk tubuh Nada dari arah belakangnya Nada.
"Bukalah sayang, semoga kamu menyukainya," pintanya Sameer Elrumi Sungkar sambil menumpukan dagunya di pundak terbukasl istrinya itu.
Nada segera membuka kotak tersebut sedangkan Sameer menarik selimut agar tubuh mereka tertutupi. Nada semakin terkejut melihat hal itu. Ia semakin bahagia mendapatkan hadiah kejutan yang sangat spesial untuknya.
Nada menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat keindahan hadiah yang dipersembahkan khusus untuknya, "Ya Allah… Mas ini sangat cantik dan aku yakin pasti sangat mahal, padahal barang murah pun aku tidak masalah Mas, aku sudah bersyukur tanpa semua benda ini pun aku akan tetap setia mendampingi kehidupan Mas hingga rambutnya Mas memutih," ujarnya Nada dengan serius.
"Alhamdulillah,Mas sangat bahagia mendengarnya sayang, sini aku pakaikan kalung ini di leher jenjang cantikmu ini," perintah Sameer dengan mulai memakaikan kalung yang berliontin berlian berwarna pink itu.
Nada menyingkap rambutnya ke atas agar memudahkan Sameer memasangkan kalung tersebut yang sangat indah itu.
Nada segera berbalik menghadap ke arah suaminya itu hingga mereka saling berhadapan satu sama lainnya, "Makasih banyak Mas, ini sangat cantik dan aku begitu tersanjung mendapatkan hadiah ini hingga aku tak sanggup berkata-kata lagi," lirihnya Nada yang air matanya menetes membasahi pipinya tanpa aba-aba itu saking terharunya mendapatkan hadiah pemberian dari suaminya itu.
__ADS_1
Tangannya Sameer menarik lebih dekat lagi tubuhnya Nada hingga tonjolan dari tubuhnya Nada langsung bersentuhan dengan kulitnya shingga mampu menimbulkan efek samping yang sangat besar, "Sama-sama sayang, aku berjanji akan melindungi kamu, membahagiakan kamu seumur hidupku dan tegurlah aku jika kelak aku salah langkah,"
Nada mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Sameer,lalu kembali perlahan meee luuuu maaat dengan penuh kelembutan bibirnya Sameer. Liiii daaaahh mereka saling bertautan hingga saliva mereka saling bertukar. Kegiatan mereka berlanjut ke ronde kedua di kala sore hari itu.