Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 62


__ADS_3

Bukan hanya di panti asuhan saja, tapi daerah yang berada di sekitar perumahan yang memang terdapat beberapa warga masyarakat kurang mampu masuk ke dalam daftar pembagian sembako tersebut.


Malam harinya rencananya mereka akan mengadakan syukuran kecil-kecilan acara ulang tahun pernikahan mereka yang ke satu. Banyak tamu undangan yang masuk list daftar termasuk dari beberapa sahabat rekan kerjanya Nada, ibu-ibu pengajian,para emak-emak dan bapak-bapak tetangga, orang tua siswa di sekolahnya Ayesha Almeera Aliya Sungkar, dan juga guru-gurunya.


"Nyonya Nada!!" Suara Mbak Ririn yang baru saja datang dari mengantar sembako yang sedang mengetuk pintu kamarnya.


Sameer segera berjalan ke arah pintu,"kenapa sih enggak bisa sabar menunggu!" Gerutunya Sameer yang baru saja selesai berpakaian lengkap sedangkan Nada masih di dalam kamar ganti.


Sameer segera membuka pintu itu, betapa terkejutnya melihat banyaknya orang yang berada di depan kamarnya. Ayesha Almeera Aliya Sungkar putri kecilnya sedang membawa sebuah kue tar yang di atasnya bertuliskan happy anniversary Mama n papa yang ke satu.


Sameer semakin bahagia melihat kehadiran neneknya Nyonya Annie yang sangat sibuk mengurus usahanya menyempatkan diri untuk hadir di sana. Beberapa anggota keluarganya juga hadir di sana katanya mereka ingin merayakan hari pergantian tahun baru 2023 di Sulawesi Selatan Makassar untuk pertama kalinya.


"Makasih banyak putri kecilnya Papa, ya Allah… syukur Alhamdulillah kalian bisa hadir merayakan hari jadi kami yang pertama, Nenek!" Ujarnya Sameer lalu segera memeluk tubuh neneknya itu.


"Selamat sayang,kamu sudah berhasil menjadi seorang kepala rumah tangga, sebagai seorang suami sekaligus papa untuk yang pertama, Nenek doakan semoga kedepannya pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek, saqinah mawadah warahmah," doa tulus yang diucapkan oleh Bu Anni khusus untuk cucu tunggalnya itu.


"Tiup lilinnya dong papa!' pintanya Ayesha yang sudah mendapatkan ciuman dipipinya itu spesial dari papanya.


Acara pun segera dimulai banyak sudah tamu undangan yang berdatangan memeriahkan rumahnya dan memenuhi undangan mereka. Semua asisten rumah tangganya sangat antusias merayakan hari jadi pernikahannya yang pertama kalinya.


Nada sama sekali tidak berharap mereka membawa apapun itu, karena tujuannya hanya untuk bersama-sama berbagi suka dan bahagia. Nada menyambut beberapa tamu undangan di depan pintu masuknya bersama suaminya tersayang. Hari ini Nada beserta keluarga kecilnya mengadakan open house tapi, pengamanan tetap diperketat karena tidak ingin terjadi sesuatu yang sama sekali mereka tidak inginkan.

__ADS_1


"Ya Allah… ibu Erna kenapa meski repot-repot segala untuk bawa kado padahal saya itu undang kalian hanya sekedar datang saja tidak perlu membawa barang beginian segala ibu!" Tolaknya Nada yang tidak enak hati karena semua yang diundang itu pasti membawa kado untuknya.


"Tidak apa-apa kok Nada, ini hanyalah kado yang harganya tidak seberapa tapi, saya dan suami berharap apa yang kami berikan bermanfaat untuk kamu dan suamimu," pungkasnya Bu Erna.


"Kami berharap semoga kamu segera dikaruniai buah hati yang kedua, karena kalian sudah cukup satu tahun pernikahannya tapi, belum dikaruniai juga," pungkasnya Bu Edah yang berharap Nada segera hamil yang tidak mengetahui jika Nada sudah hamil anak kedua mereka sekaligus untuk yang ketiga.


"Ya Allah… ibu ketinggalan berita deh, Nada sepertinya itu sudah hamil anak keduanya karena kemarin waktu saya antar anak menantuku Nada juga berada di klinik yang sama tempat praktek Dokter Wandah langganan kita-kita loh enggak ibu-ibu," jelasnya Bu Sari tetangga bagian depan rumahnya Nada.


Para emak-emak yang mendengar hal tersebut begitu bahagia dan histeris mendengar kabar gembira tersebut.


"Syukur Alhamdulillah… semoga selamat, sehat hingga lahirannya dan tanpa kekurangan apapun itu," sahutnya Bu Ratna Ayu yang ikut menimpali percakapan mereka.


Bh Edah berjalan mendekati Nada sambil mengelus perutnya Nada yang sudah buncit, "Selamat yah Nak, kami ikut bahagia mendengarnya atas kebahagiaan ini, ingat harus rajin dan rutin ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu, Sameer yang paling penting kurangi bercocok tanamnya dulu lah kasihan Nada masih hamil muda," ucapnya Bu Edah yang sengaja memperbesar suaranya di depan orang lain.


"Perut kamu sudah jalan berapa bulan Nada? Karena kalau Nenek perhatikan sepertinya sudah besar?" Nenek Annie ikut berbincang-bincang bersama beberapa para ibu-ibu.


Nada ikut mengelus perutnya,"insya Allah… calon baby kami kembar Nek dan sudah jalan masuk tiga bulan," ungkap Nada yang tersipu malu.


"Syukur Alhamdulillah… sekali hamil dapat dua langsung, itu sungguh berkah yang luar biasa loh ibu," timpalnya Bu Linda kepala sekolahnya Ayesha.


Sambil berbincang-bincang dan bercakap-cakap satu sama lainnya seraya menikmati lezatnya dan begitu nikmatnya hingga mampu menggugah selera makan bagi siapapun yang hadir meramaikan acara tersebut.

__ADS_1


Acara berlangsung hingga selesai shalat magrib. Satu persatu tamu sudah kembali ke rumah masing-masing. Para anak-anak panti asuhan dan juga ibu-ibu majelis taklim pun sudah saling berpamitan hingga di rumahnya tersisa anggota keluarga inti mereka saja dan juga asisten rumah tangganya yang mengurus semuanya hingga beres.


Enam bulan kemudian, Sameer memutuskan untuk menunda perjalanan bisnisnya ke beberapa daerah di Indonesia. Hal itu diputuskan oleh Sameer Elrumi Sungkar karena mengingat beberapa hari lagi Nada akan melahirkan.


Nada semakin kesulitan bergerak dan beraktifitas apapun karena perutnya semakin membesar mengingat jika Nada hamil anak kembar.


Hari jumat ini rencananya, Sameer dengan Nada istrinya akan berjalan-jalan pagi di sekitar kompleks perumahannya. Sameer sudah memilih sepatu catsnya yang akan ia pakai. Sedangkan Nada masih bersiap untuk memilih pakaian yang dia rasa cocok.


"Ya Allah… kenapa semua pakaianku sudah tidak ada yang muat yah!" Gumamnya Nada yang keheranan dengan bobot tubuhnya yang semakin bertambah saja.


Sameer yang melihat istrinya itu hanya geleng-geleng kepala saja dengan tingkah lakunya Nada.


Sameer segera berjalan ke arah istrinya yang nampak kebingungan," kamu memakai pakaian apapun bagiku kamu tetap cantik dan semakin seksi," imbuhnya Sameer seraya menjatuhkan dagunya di atas pundak lebarnya Nada yang masih polos itu tanpa sehelai benang pun hanya handuk saja yang melilit ke tubuhnya Nada karena baru selesai mandi.


Sameer mengendus aroma wangi sabun yang masih tercium dari tubuhnya Nada. Sameer malah memainkan benda yang menurutnya cukup menantang itu sebagai obat agar Nada melupakan kebingungannya dalam memilih pakaian.


Nada sedikit jengkel dengan sikap suaminya itu karena menurutnya ia serius tapi, suaminya malah mancing. Nada menurunkan tangannya Sameer lalu berucap sepatah kata.


"Suamiku yang ganteng, tolong deh sadar waktu dan kondisi, aku sudah mandi dua kali loh gara-gara ulahnya Mas,masa sih aku harus mandi lagi padahal kita mau keliling kompleks!" Gerutunya Nada yang kesal melihat sikap suaminya yang semakin hari semakin ada-ada saja sikapnya yang menurut Nada sudah bikin pusing saja.


Sameer bukannya berhenti malah semakin menjadi saja. dia semakin menggoda Istrinya walaupun nantinya berakhir di atas ranjang lagi. Tapi, baru ingin memulai aksinya, Nada langsung berteriak mengeluh kesakitan.

__ADS_1


"Aahhhhh! sakit!!" keluhnya Nada sembari memegangi perutnya yang buncit itu dalam keadaan masing-masing pasutri itu sudah tidak memakai sehelai benang pun yang melilit di sekujur tubuhnya mereka berdua.


__ADS_2