
Kegiatan pemanasan baru saja selesai bagian inti sudah siap dilaksanakan oleh kedua pasangan suami istri itu tapi, tiba-tiba perutnya Nada Atiillah Sungkar mengeluh kesakitan.
"Mas Sameer!! Sakit!!" Jeritnya Nada yang membuat Sameer segera turun dari atas tubuhnya Istrinya itu.
Sameer mulai nampak panik, ketakutan, cemas dan juga ketakutan.
"Ya Allah… apa yang terjadi padamu sayang?" Tanyanya Sameer seraya menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya karena sudah kebingungan dengan apa yang terjadi pada istrinya.
Nada sudah meneteskan air matanya saking tidak sanggup untuk menahan kesakitannya.
"Mas!! Mungkin aku akan melahirkan!" Teriaknya Nada peluh keringat sudah bercucuran membasahi pipi dan sekujur tubuhnya itu.
"Apa! Kamu akan lahiran sayang?" Tanyanya balik Sameer yang saking paniknya sampai-sampai ia kebingungan dan kagok dengan apa yang akan ia lakukan.
Nada mengelus perlahan perutnya dengan sesekali membaca ayat suci Al-Quran salah satu surah Yunus ketika berada d dalam perutnya ikan paus,"Mas tolong pakaian secepatnya, ambilkan aku juga baju aku yang ada di bagian paling atas lemari, baru itu Mas ke bawah panggil Mbak Ririn!" Perintahnya Nada kepada suaminya itu sembari menunjuk ke arah lemari berpintu empat itu dengan dominan warna putih itu.
__ADS_1
Sameer segera berjalan tergesa-gesa melaksanakan perintah istrinya itu. Ia segera pergi ke lantai dua untuk menuruni tangga satu persatu undakan tangga. Tapi, terlebih dahulu memberikan pakaiannya Nada.
"Mas pergi saja panggil mereka, aku masih bisa pakai pakaian sendiri kok Mas," pintanya Nada yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan kesakitan yang semakin besar yang dia rasakan.
Sameer celingak-celinguk mencari keberadaan asisten rumah tangganya itu," Mbak Ririn!! Mbak Yuni!!" Teriaknya Sameer Elrumi Sungkar yang mencarinya keberadaan semua orang di dalam rumahnya dengan suaranya yang cukup menggema memenuhi seluruh penjuru sudut ruangan rumahnya itu.
Mbak Ririn segera berlari ke arah dalam rumahnya karena mendengar tuannya berteriak," Tunggu Tuan Muda!" Balasnya Mbak Ririn.
Dengan nafas yang ngos-ngosan Mbak Ririn dengan yang lainnya ikut berhamburan ke arah dalam ruangan di mana sumber suara itu berada.
"Cepat siapkan mobil dan juga semua perlengkapannya Nyonya karena istriku akan melahirkan!' ujarnya Sameer tanpa pikir panjang lagi ia kembali naik ke atas lantai dua untuk melihat dan memeriksa kondisi Nada.
Kelima orang itu segera melaksanakan tugasnya masing-masing. Mereka berdoa untuk kelancaran proses persalinannya Nada.
"Ya Allah… selamatkan lah mereka dan lancarkan proses persalinannya," gumaman Mbak Ririn yang sudah mengangkut semua barang-barangnya perlengkapan melahirkannya Nada ke dalam bagasi mobil.
__ADS_1
"Bagaimana apa sudah siap semua Pak Udin?" Tanyanya Mbak Yuni calon istrinya Pak Kadir supir pribadinya Nada.
Mbak Ririn sejenak menghentikan kegiatannya,"syukur Alhamdulillah, semuanya sudah siap dan selesai dibawa ke dalam mobil, aku ke atas lihat Nyonya dulu," imbuhnya Mbak Ririn yang meninggalkan Mbak Narsih yang masih membawa paper bag yang diperintahkan oleh Nada.
Langkahnya Mbak Ririn terhenti ketika melihat Nada yang sudah berada di dalam gendongannya Sameer dengan pakaian yang sudah basah.
"Pak Kadir, cepat Pak!" Perintah Sameer yang semakin kelihatan kepanikan, ketakutan dan kecemasannya.
"Siap Pak!" Ujarnya Pak Kadir yang segera menyalakan mesin mobilnya itu yang baru saja ia panaskan mesin mobilnya itu.
Mbak Ririn sudah duduk di jok kursi bagian depan mobil tepat disampingnya Pak Kadir.
Mbak Ririn menatap ke arah Mbak Narsih," Mbak Narsih, kamu di rumah saja jagain rumah dan tunggu kabar dari kami kalau memang kami butuh sesuatu barulah Mbak datang menyusul kami ke rumah sakit," tuturnya Mbak Ririn sebelum mobil mereka melaju ke jalan raya menuju rumah sakit Siloam Hospital Makassar.
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
__ADS_1