
"Alhamdulillah, selamat sayang kamu sudah menjadi seorang istri," ujarnya Amelia sambil memeluk tubuhnya Nada.
Mereka semua meneteskan air mata kebahagiaan. Mbak Rini pun maju ke hadapan Nada lalu memeluk tubuhnya Nada penuh bahagia.
"Selamat Mbak Nada kamu sudah resmi jadi istrinya Tuan Muda Sungkar," ucap Mbak Rini yang tidak bisa menahan kesedihannya.
"Alhamdulillah robbal alamin, makasih banyak ya Allah akhirnya aku menjadi istrinya Mas Sameer," Gumamnya Nada Atiillah Ahmad .
Semua bersuka cita atas suksesnya terselenggaranya akad nikahnya Sameer dan Nada. Tidak ada satupun diantara mereka yang bahagia, jika ada mungkin orang itu cukup memiliki nyali untuk sirik dan cemburu pada kebahagiaan orang lain.
Setelah acara pernikahan tersebut, Sameer diantar masuk ke dalam ruangan khusus tempat Nada berada untuk melaksanakan salah satu rangkaian acara adat istiadat pernikahan orang Bugis Makassar.
Sameer diapit oleh Pak Abdul di sebelah kirinya dan sebelah kanannya ada neneknya Ibu Annie. Tawa senyuman lega dan bahagia sedari tadi ia perlihatkan kepada semua orang yang satu persatu mengucapkan ucapan selamat kepada Sameer.
Sameer duduk berhadapan langsung dengan Nada lalu beberapa prosesi adat pun di laksanakan. Sameer dengan patuh tanpa banyak tanya dan protes melakukannya dengan baik.
Nada meraih tangannya Sameer lalu mencium punggung tangan pria yang baru beberapa menit yang lalu menjadi suami sahnya itu. Sameer pun mengecup lembut keningnya Nada yang sudah halal dan sah untuk menyentuh istrinya itu.
__ADS_1
"Nanti malam aku yakin pasti langsung belah duren," celetuknya Mbak Rini.
Semua orang langsung menatap intens ke arah Mbak Rini. Semua orang tertawa terbahak-bahak dan menunggu reaksi dari keduanya itu. Pasangan pengantin baru itu saling bertatapan satu sama lainnya. Semburat rona merah terlihat jelas diwajahnya Nada.
"Kenapa harus nunggu malam setelah kalian pulang dari rumah ku aku akan meminta jatah pada istriku," candanya Sameer Elrumi Sungkar yang membuat semua orang semakin heboh dengan suara tawa mereka.
Sedangkan Sameer mendapatkan cubitan mesra pertama kalinya selama sudah resmi menjadi suami istri itu yang baru sekitar satu jam lalu itu.
"Aauhh sayang sakit!" Keluhnya Sameer yang mendapat cubitan di lengannya karena cukup malu suaminya berbicara blak-blakan di hadapan orang banyak.
Apa yang dilakukan oleh keduanya semakin membuat suasana semakin ramai saja.
"Mbak Rini emang the best kalau masalah anu," kelakar Mbak Yuni lalu segera berjalan tergesa-gesa ke arah luar kamar pengantin.
Bu Annie yang melihat keceriaan dan tawa bahagia dari semua orang segera berjalan masuk ke dalam kamar tersebut.
"Sudah, saatnya kita pulang tapi, ingat jangan ada sekali-kali yang pulang langsung ke rumahnya, kita ke rumahnya Nada karena ada acara syukuran kecil-kecilan di sana," jelasnya Bu Annie lalu berjalan ke arah Nada.
__ADS_1
Semua orang satu persatu pulang ke rumahnya Nada. Sesampainya di sana mereka langsung menikmati berbagai menu makanan yang disediakan oleh pihak EO yang ditunjuk oleh Bu Annie khusus untuk menyelenggarakan acara syukuran untuk merayakan akad nikahnya cucu tunggalnya itu.
Berbagai jenis masakan sudah tersaji di atas meja makan. Mulai dari makanan khas Makassar seperti konro, coto makassar, pallubasa, hingga menu masakan dari Padang, Bali, juga terhidang di atas meja. Seperti ayam Kalasan, daging masak rendang, dan masih banyak lagi.
Hingga kue penutup semuanya khas Makassar misalnya cucuru bayao, srikaya, pelita,balu-balu ungti,barongko dan juga kue basah lainnya. Semua orang yang hadir meramaikan acara tersebut satupun tidak ada yang sungkan untuk berbaur satu sama lainnya.
Anggota keluarga besar Sungkar turut hadir di acara tersebut yang baru saja pesawatnya mendarat di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar karena kesibukan mereka yang memungkinkan hari ini baru bisa datang dari luar daerah.
Ada yang dari Jakarta, Bali, Bandung dan Menado sekaligus daerah Jawa. Hanya minus Bu Sarah sebagai tempat mama sambungnya Sameer yang tidak hadir karena sudah diblak list dari daftar anggota keluarga Sungkar karena telah menggelapkan uang perusahaannya Sameer.
"Ayesha apa kamu senang Mama dan Papa menikah?" Tanyanya Sameer yang menatap teduh kearah anak sulungnya itu.
Ayesha menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari papanya itu, "Papa aku sangat senang kalian sudah jadi pasangan suami-istri, akhirnya keluargaku sudah lengkap aku bisa tanya semua teman yang selalu bertanya tentang papaku," imbuhnya Ayesha Almeera Aliya Sungkar dengan senyuman sumringah penuh kebahagiaan lalu naik kepangkuan papanya yang sedang duduk berdampingan dengan Nada masih memakai gaun pengantin khas Bugis Makassar itu yang bewarna kuning gold.
"Tapi, papa mau minta sama kamu, apa kamu tidak sedih atau marah jika tanggal 29 nanti Papa dan mama akan bertolak ke Paris Perancis?" Tanyanya Sameer yang ingin mengetahui reaksi dan tanggapan dari anak gadisnya itu.
"Saya sama sekali tidak keberatan Papa, yang paling penting Papa pulang bawa calon adik untuk Ayesha, itu yang paling penting," terangnya Ayesha yang sebenarnya sudah diwanti-wanti oleh Nenek, Mbak Rini dan Mbak Yuni untuk mengijinkan kedua orang tuanya untuk pergi ke luar negeri dalam rangka honeymoon.
__ADS_1
Sameer bersyukur apa yang sudah ia rencanakan berjalan lancar dan sukses dan ia berharap semuanya berjalan lancar dengan perjuangannya untuk merebut hatinya Nada Atiillah Ahmad dan menghalalkannya sebagai istri sekaligus pendamping hidupnya untuk selamanya hingga maut yang memisahkan mereka.