Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 49


__ADS_3

"Syukur Alhamdulillah... acaranya sesuai dengan harapan kami, ya Allah... aku sangat bahagia melihat cucu dan cicit ku tersenyum bahagia aku berharap pernikahan mereka menjadi ladang pahala untuk keduanya, Nenek sangat bersyukur karena kalian sudah menjadi pasangan suami istri," Bu Anni membatin dengan senyuman sumringahnya.


Tidak terasa sudah dua minggu mereka telah menikah dan menjadi pasangan baru yang selalu saja romantis dan mesra di depan siapapun itu.


"Aku terpaksa memakai pakaian seperti ini dan memakai wig rambut palsu ini agar tidak ketahuan oleh orang-orang, aku akan datang kedalam kehidupan sehari-hari mereka dan akan membawa kepedihan yang nantinya akan kalian sesali, tunggulah pembalasanku!" umpat orang tersebut.


Sameer menatap istrinya yang masih sedikit grogi dan tidak percaya diri tampil di depan orang banyak. Sameer menggenggam tangannya Nada dan terkadang menepuk pelan tangannya Nada Atiillah Ahmad dengan penuh kelembutan agar istrinya bisa lebih tenang dan nyaman mengahadapi tamunya yang semakin banyak padahal sudah jam 4 sore karena hanya sampai jam lima saja waktu mereka menggunakan gedung hotel tersebut.


Nada menatap ke arah suaminya," Alhamdulillah aku sudah bisa lebih santai Mas, semua ini berkat Mas juga selalu membantuku untuk menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan selalu tersenyum bahagia agar semuanya lebih mudah aku lewati hari ini," imbuhnya Nada dengan menyipitkan matanya karena tersenyum bahagia yang membuat Sameer begitu bahagia melihat hal tersebut.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, semoga kedepannya kamu lebih bisa percaya diri untuk menghadapi acara lebih besar seperti ini, tapi ingat Mas akan selalu berada di samping kamu untuk menemani setiap langkahmu menapaki kehidupan kita kedepannya," ujarnya Sameer lalu menggandeng tangannya Nada ke arah dapur.


"Insya Allah… aku akan selalu berdiri di sampingnya Mas dalam suka maupun duka, aku tidak akan pergi dari kehidupan Mas kecuali atas ijinnya Allah SWT," timpalnya Nada yang menyambut uluran tangannya Sameer dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Bu Anni yang melihat kedua cucunya berdiri dari duduknya sambil tersenyum ramah," Ayesha mana? Kok enggak ikut dengan kalian apa sudah berangkat ke sekolahnya," Bu Anni celingak-celinguk mencari keberadaan cicitnya.


"Ayesha pergi ke rumah temannya Nek! Katanya mau ngerjain tugas," Sameer membalik piringnya sambil menunggu istrinya agar segera mengisi berbagai macam lauk pauk ke dalam makanannya.


"Ooh gitu jadi kamu kapan berangkat ke Prancis untuk bulan madu Nak?" Bu Annie menatap intens ke arah cucu tunggalnya itu.


"Rencananya awal tahun bulan Januari Nek, tapi belum pasti juga sih kapan pastinya karena nungguin pekerjaan aku yang di Bali selesai," imbuhnya Sameer.


Nada satu persatu menaruh makanan ke atas piring Sameer dengan selalu memperlihatkan senyumannya itu.


Bu Anni selalu tersenyum simpul ketika melihat raut wajahnya Nada yang selalu tersipu malu jika saling bertatapan dengan suaminya apa lagi kedapatan sedang saling tatap-tatapan.


"Hemm! Nenek lupa kalau kamu sedang bangun pabrik di Surabaya dan juga kantor baru di Bali Denpasar," pungkasnya Bu Annie.

__ADS_1


"Kalau menurut kamu Nada? Bagaimana apa menunda saja dahulu atau berangkat secepatnya untuk honeymoon?" Bu Annie menumpukan dagunya ke tangannya itu dengan melihat ke arah Nada yang berhenti mengunyah makanannya itu dengan lembut dan pelan.


Nada menatap terlebih dahulu ke arah suaminya baru ke tempatnya Bu Anni yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Nada cucu mantunya itu.


"Kalau aku terserah dari Mas Sameer saja Nek, karena kalau menurut aku sih mau bulan madu atau tidak akan mengurangi rasa sayangku pada Mas Sameer dan kalau boleh jujur aku takut naik ke pesawat Nek," ujarnya Nada sambil menundukkan sedikit kepalanya karena agak malu dengan kejujurannya tersebut.


Sameer dan Bu Annie saling bertatapan satu sama lainnya dan ternyata Nada orangnya pobia naik pesawat terbang.


Berselang beberapa menit kemudian, bel pintunya berbunyi, Nada dan yang lainnya saling bertatapan satu dengan yang lainnya. Mereka saling melempar pandangan karena merasa keheranan dan bertanya-tanya kira-kira siapa yang datang bertamu ke rumahnya siang bolong begini.


Nada segera mendorong kursinya dengan pelan tapi segera dicegah oleh Mbak Ririn yang datang tiba-tiba dari arah dapur.


"Nyonya Muda silahkan temani Tuan Muda makan, aku saja yang akan ke depan untuk ngecek kira-kira tamunya itu siapa!" Pintanya Mbak Ririn yang sudah berjalan meninggalkan mereka bertiga saling adu pandang.

__ADS_1


Nada kembali duduk sedangkan Sameer merasakan feeling yang tidak enak karena sehari sebelumnya mengalami kejadian yang cukup aneh, tapi apa yang ia alami hanya dia sendiri yang mengetahuinya dan belum berniat untuk membicarakannya dengan orang lain.


"Ya Allah… siapa orang yang iseng banget menyimpan di dalam mobilku padahal aku sudah cek cctv tapi, sama sekali tidak kelihatan wajahnya orang itu dan apa dia cewek atau seorang pria," Sameer terdiam seraya membatin sambil mengingat kejadian dua hari lalu.


__ADS_2