Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 66. Tertangkap Sudah


__ADS_3

Sameer tersenyum smirk melihat adik tirinya ternyata pria bermasker itu yang sudah lama mengganggu dan mengusik kenyamanannya itu.


"Saya tidak mengira jika kamu adalah penjahatnya!" Kesalnya Bu Anni sambil menampar wajahnya Sahir anak tiri dari almarhum papanya Sameer.


Sahir hanya tersenyum penuh kelicikan membalas tamparan kerasnya nyonya Annie Sungkar.


"Kamu lah penyebabnya sampai saya dan mamaku harus memilih jalan pintas ini, andaikan kamu memberikan kami sedikit saja harta milik papa pasti saya tidak akan pernah berbuat jahat pada kalian terutama cucu kesayanganmu Nyonya Besar Anni!" Sarkasnya Syahir.


Bu Anni dan Sameer tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulutnya Sahir membuat kedua cicitnya yang kembar itu terbangun dari dalam pangkuannya Nada.


"Hahaha!!" Tawa menggema dari Ibu Annie dan Samir memenuhi rumah tingkat dua itu.

__ADS_1


"Mbak Ririn dan Mbak Titin tolong bawa keduanya ke atas aku akan temani mas Sameer di sini," pintanya Nada ketika sudah memberikan asi kepada kedua putra kembarnya itu Arham dan Azlam.


Kedua asisten rumah tangganya segera bertindak untuk menjalankan perintah dari Nyonya muda mereka berdua tanpa sepatah katapun.


Sameer berdiri dari duduknya setelah gelak tawanya mereda perlahan, "Kamu lucu yah, Bapak-bapak ibu-ibu yang berada di dalam sini kira-kira menurut Anda sekalian, apakah saya wajib memberikan harta mamaku ke tangan perempuan dan anak yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan saya, kalian perlu mengetahui jika dia ini adalah anak yang dibawa oleh istri kedua papaku dan harta yang dia inginkan itu adalah harta peninggalan dari nenekku yang jelas-jelas mami dari mamaku jadi menurut Anda apa dia dan ibunya berhak dapat harta yang jelas-jelas bukan miliknya dan bukan hasil jerih payahnya sendiri!" Geramnya Sameer sambil menunjuk ke arah Sahir yang dalam keadaan tangannya terikat kerah belakang oleh pihak keamanan security komplek perumahannya.


"Kalau begitu kenyataannya dia dan ibunya tidak berhak untuk dapat harta tuan Sameer sedikitpun juga, karena dia bukanlah pemilik sah dan asli dari harta itu secara agama dan hukum mereka tetap tidak berhak atas apa yang bukan miliknya!" Tegasnya Pak ustad Yusuf Mansyur yang kebetulan dipanggil oleh pak RT untuk menengahi perdebatan mereka.


"Benar sekali pakai banget pak ustadz mereka tidak punya hak secuil pun tapi tetap ngotot menuntut pembagian harta dan tidak dapat sedikitpun harta warisan itu sehingga mengambil jalan pintas untuk meneror, menganggu kenyamanan dan ketentraman orang lain, apakah orang seperti ini dibiarkan begitu saja!? Kalau menurut kalian wahai para warga masyarakatku apakah kita memang harus melaporkan pada pihak yang berwajib atau diapakan menurut kalian semua!?' tanyanya pak RT.


"Betul sekali Alhamdulillah saya sudah melapor ke pihak kepolisian mereka sudah berada fu jalan menuju ke sini, kami berharap kedepannya tidak akan terjadi sesuatu buruk seperti ini lagi bagi siapapun di dunia ini," pungkasnya Bu Jannah istri dari pak RT yaitu pak Hasan.

__ADS_1


"Sahir sejak kamu berusia tiga tahun kamu datang dan masuk ke dalam keluargaku saya menyayangimu seperti cucu kandungku sendiri, tapi setelah kamu mengetahui jika saya melimpahkan semua harta warisanku kedalam genggaman tanganku hanya untuk Samer sehingga kamu berubah drastis menjadi jahat yang begitu tega menganggu ketenangan kehidupan cucu tunggalku yang sudah begitu baiknya pada kamu dan ibumu memberikan nafkah biaya hidup setiap bulan kalian menganggap itu adalah sama sekali tidak ada artinya, aku sungguh tidak menyangka jika kamu sepicik dan sejahat ini pada kami," jelasnya Bu Annie dengan air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya itu.


Nada Atiillah segera memeluk tubuh renta oma dari putra putrinya itu dengan penuh kelembutan sambil mengelus punggungnya Bu Annie untuk bisa tenang, bersabar dan ikhlas menjalani semua ini yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.


"Selamat malam pak, apa benar ini rumahnya pak Sameer?" Tanyanya seseorang yang berpakaian seragam polisi masuk ke dalam ruangan tamu yang sudah dipadati oleh beberapa orang masyarakat.


"Be-nar se-ka-li apa yang bapak katakan, ini rumahnya Pak Sameer, saya istrinya tapi ngomong-ngomong apa yang bapak semua katakan benar adanya, tapi dalam rangka apa pak Anda mencari suamiku?" Tanyanya Nada yang mewakili suaminya itu.


"Kami mendapatkan laporan dari beberapa warga masyarakat jika ada pria yang ingin menghancurkan rumah Anda Tuan Sameer sehingga setelah kami mendapatkan hasil informasi itu kami segera meninggalkan kantor kami dan menuju rumah pak Sameer," ucapnya polisi itu.


"Benar sekali pak, itu pelaku yang selalu meneror dan melempar kami dengan berbagai benda yang menakutkan,kami berharap semua polisi mengerti dengan apa yang sudah terjadi pada kami dan tolong dihukum yang berat pak kasihan pak Sameer sudah menderita luka dipunggungnya itu," ucapnya pak Kadir lagi menambahkan.

__ADS_1


"Kalau gitu kami akan membawa pria ini ke kantor polisi untuk segera ditindak lanjuti dan mohon bapak atau ibu datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan berupa bersaksi untuk membuat laporan bukti dari kejahatan pria ini," timpalnya Pak polisi.


"Aku sama nenek saja yang ke kantor polisi kamu tunggu kami pulang dan jaga ketiga anakku saja, saya akan kabari kamu selalu," tuturnya Sameer Elrumi Sungkar sambil mengecup sekilas keningnya Nada.


__ADS_2