Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 53. Otw Ke Pulau Dewata Bali


__ADS_3

"Kalau menurut saya ini ada motif tersembunyi Pak RT, karena orang tidak mungkin melakukan hal ini semua jika tidak ada niat jahatnya," timpalnya Pak Kadir.


"Jangan asal nebak dulu bapak dan ibu-ibu bagaimana kalau kita laporkan semua tindakan orang ini! Bagaimana menurut Kamu Sameer?" Tanyanya Pak Abdul Aziz.


Setelah berbincang-bincang dengan para tokoh masyarakat, Sameer Elrumi Sungkar dan juga Bu Annie sudah sepakat dan memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib atas kiriman benda aneh yang sangat meresahkan dan menggangu kenyamanan keluarga.


"Kami semua menyerahkan keputusan kepada Sameer dan Ibu Anni karena menurut kami tindakan seperti ini tidak terpuji dan sama sekali tidak boleh dibiarkan berlarut-larut takutnya kedepannya akan ada korban selanjutnya lagi," imbuh Pak Abdul Aziz selaku ketua RT di lingkungan perumahannya Nada.


"Makasih banyak atas bantuannya Pak, kami rencananya akan langsung ke kantor polisi setelah ini, keluarga kami berharap hal ini tidak terulang lagi dan semoga semuanya berjalan lancar dan pelakunya bisa segera tertangkap," jelasnya Sameer ketika semua Bapak-bapak dan Ibu-ibu berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Berselang beberapa menit kemudian, Sameer sudah bersiap untuk pergi ke kantor polisi ditemani oleh sang istrinya Nada Atiillah Ahmad Sungkar.


Sameer memeluk dari belakang tubuhnya Nada dengan membelai rambut panjang Nada yang belum dia ikat.


"Sayang! Apa kamu yakin akan menemani Mas ke kantor polisi?' Sameer mengendus bau sampo dari rambutnya Nada yang dikeringkan dengan hairdryer itu.


Nada menatap suaminya melalui cermin," Insya Allah… aku masih sanggup kok Mas, emangnya kita akan jalan kaki ke sana! Enggak kan jadi pasti bisa lah," Nada menyimpan alat pengering rambutnya itu lalu membalikkan badannya ke arah Sameer.


Nada mengalungkan tangannya ke dalam lehernya suaminya itu dengan posesif dan penuh kemesraan," tapi,kamu kan baru saja tidak enak badan jadi sebaiknya kamu rebahan saja di sini sambil nunggu aku pulang karena aku akan….," Ucapannya Sameer terpotong karena Nada sudah mulai mee luuu maatt bibirnya Sameer dengan penuh kelembutan.


Sameer menyunggingkan senyumnya hingga hanya sudut bibirnya yang terangkat naik yang nampak kelihatan karena sudah saling bertukar saliva masing-masing.


Tubuh mereka semakin merapat dan berdempetan hingga tidak ada sekat yang memisahkan keduanya. Tapi, tangannya Sameer baru ingin menelusuk ke dalam pakaian yang dipakai oleh Nada, tiba-tiba pintu terbuka lebar dari arah luar.

__ADS_1


"Aaahh!! Papa!!! Mama!! Apa yang kalian lakukan!!" Pekiknya Ayesha Almeera Aliya Sungkar putri pertama mereka.


Sameer dan Nada yang menyadari kedatangan putrinya itu segera menghentikan kegiatan suami istri keduanya. Mereka hanya tersenyum canggung karena ternyata Ayesha tidak hanya sendiri tapi, berdua dengan Mbak Ririn.


Mbak Ririn segera menutup kedua matanya Ayesha lalu menarik dengan kuat Ayesha agar mereka tidak menjadi penonton gratis live streaming.


"Maafkan kami, seharusnya kami tidak datang di waktu yang tidak tepat!" Guraunya Mbak Ririn.


"Mbak Ririn! Apaan sih tarik-tarik gini, bajuku bisa melar tahu!" Sarkasnya Ayesha.


Bruk!!! Suara pintu tertutup rapat dengan cukup keras.


Mbak Ririn menatap jengah ke arah Ayesha," Ayesha yang cantik! Apa kamu tidak ingin segera punya adik!?" Gerutunya Mbak Ririn yang sudah menutup rapat pintu itu.


Mbak Rirn memeluk tubuh anak asuhnya itu seraya mengelus lembut rambut panjangnya Ayesha," kamu harus sabar yah, perbanyak berdoa sama Allah SWT agar kamu segera punya adik, dan paling penting jangan biarkan kamu menggangu aktifitasnya Mama dan papa, gimana bisa enggak turuti keinginan dan persyaratan Mbak Ririn!'


Ayesha menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari Mbak Ririn yang sudah seperti saudara kandung mamanya sendiri. Ayesha memeluk tubuh Mbak Ririn.


Sameer dan Nada tertawa cengengesan karena sangat malu apa yang dilakukan keduanya dilihat langsung oleh anaknya dan salah satu asisten rumah tangganya.


"Mas sih ngajak jadi gini deh akhirnya," candanya Nada yang kembali menaikkan tangannya ke lehernya di atas pundaknya Sameer.


Sameer kembali tersenyum dan apa yang dilakukan oleh Nada sangat dia sukai," kamu mulai lagi deh, ingat sudah sore saatnya kita berangkat," pungkasnya Sameer sambil mengecup sekilas bibirnya Nada," kita lanjutkan nanti malam saja sayang tapi,kamu harus kuat karena aku akan melakukannya berulang kali," Sameer tersenyum penuh maksud sambil berlalu dari hadapan Nada yang tercengang mendengar perkataan dari mulut suaminya itu.

__ADS_1


Nada bergidik ngeri," ya Allah… aku salah kalau seperti ini telah menggoda macan putih yang sudah tertidur,' gerutunya Nada sembari menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar.


Sameer sudah melaporkan tidak kejahatan orang misterius tersebut. Dengan melampirkan banyak bukti yang memberatkan pelaku. Sudah satu bulan dari pelaporannya itu, tapi hingga saat itu juga pelakunya belum ketahuan dan tertangkap juga. Kehidupan keluarga kecilnya Sameer kembali aman damai dan nyaman.


Nyonya Annie sudah kembali ke Jakarta karena memutuskan untuk menetap di kota kelahiran itu. Bu Anni bukannya tidak ingin tinggal di Sulawesi Selatan Makassar tapi, beliau ingin menghabiskan sisa umurnya di usianya yang sudah senja itu di rumahnya yang penuh kenangan dan kebahagiaan bersama mendiang suaminya dan putri tunggalnya Mamanya Sameer. Ibu Saenab Hafsari Sungkar.


Lima bulan kemudian, tepatnya sudah menginjak sembilan bulan pernikahan mereka tapi, belum juga dikaruniai keturunan lagi. Hari ini Sameer harus berangkat ke pulau Dewata Bali tepatnya Denpasar karena akan meresmikan gedung baru dan pabrik baru perusahaan tekstil mereka. Setelah dari Bali, Sameer akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.


Nada masih bergelung di dalam selimutnya. Hari ini ia merasa sangat malas untuk beraktifitas dan bergerak sedikitpun. Sameer yang awal rencananya akan mengajak istrinya itu traveling ke beberapa daerah, tapi tepaksa ia urungkan mengingat kondisi dari Nada yang tidak baik.


"Sayang! Apa kamu tidak apa-apa kalau Mas tinggal beberapa hari saja?' tanyanya Sameer sambil menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang ada di dalam laptopnya.


Nada menatap ke arah suaminya itu dengan pandangan teduhnya karena ia cukup sulit untuk membuka kelopak matanya yang selalu ngantuk.


"Tidak apa-apa kok Mas, insya Allah… aku bisa kok kan masih ada putri kecil kita, Mbak Yuni, Mbak Ririn dan juga Mbak Narsih yang akan menjagaku, jadi Mas tidak perlu khawatir gitu juga, santai saja dan fokus dengan kerjaan Mas," jelas Nada.


Sameer segera mematikan layar laptopnya sambil melirik ke arah jam dinding karena sudah saatnya bersiap untuk berangkat ke Bali.


"Kalau gitu Mas mandi dulu, sudah jam 10 soalnya," imbuhnya Sameer lalu merapikan bener berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Nada kembali memejamkan matanya menuju alam mimpi. Sameer tersenyum tipis melihat tingkah laku Nada yang tidak biasanya bermalas-malasan. Kebiasaan Nada jam empat subuh sudah bangun dari tidurnya lalu melanjutkan pekerjaannya. Karena sudah terbiasa bangun pagi-pagi selama ia bekerja di indo April dan juga aall Gas midi.


"Tumben istriku tertidur jam segini, semoga saja kondisi kesehatannya baik-baik saja karena aku tidak tega meninggalkan istriku dalam keadaan seperti ini," gumamnya Sameer lalu berjalan ke arah ranjang king size-nya dengan menyentuhkan punggung tangannya ke dahinya Nada.

__ADS_1


Sameer mengerutkan keningnya karena suhu tubuhnya Nada normal saja. Ia pun tersenyum lalu berjalan ke arah kamar mandi karena tersisa dua jam pesawatnya akan take off ke Bandara Ngurah Rai Bali.


__ADS_2