
Apa yang dilakukan oleh Ayesha membuat Sameer cukup terkejut karena dia tidak menyangka jika anaknya itu mengenali dirinya dengan baik padahal mereka bertemu waktu itu Ayesha masih berumur sekitar lima tahun. Sameer membungkuk sedikit tubuhnya sambil merentangkan kedua tangannya menunggu kedatangan putrinya.
"Ayesha putrinya Papa!" Imbuhnya Sameer yang sudah mendekap erat tubuh anaknya itu dengan air matanya yang menetes membasahi pipinya sebagai pertanda jika ia sangat bahagia melihat putrinya itu.
”Papa!!" Teriaknya Ayesha saat menyadari jika yang memanggil namanya adalah papanya sendiri.
Sameer dibuat terkejut dan tidak menyangka jika anaknya masih mengenalinya walaupun sudah hampir dua tahun lebih tidak bertemu langsung.
Sameer mendekap erat tubuh putrinya yang berlari kencang ke arahnya," Ayesha putrinya Papa!" Imbuhnya Sameer Elrumi Sungkar dengan membalas pelukan anak kandungnya itu.
"Papa! Aku sangat merindukan Papa, kenapa papa tidak pernah datang menjenguk Ayesha," rengeknya Ayesha dalam pelukan hangat papanya itu.
Sameer mengelus lembut rambut putrinya yang berkuncir dua itu," maafkan papa sayang, papa sangat sibuk ke luar daerah juga ke luar negeri makanya Papa tidak pernah datang," jawabnya Sameer yang sudah meneteskan air matanya itu.
Ayesha Almeera Aliya Sungkar segera melepaskan pelukan papanya itu lalu menyeka air matanya Sameer menggunakan tangannya yang kecil itu.
"Papa tidak boleh nangis lagi kan Ayesha sudah ada di hadapan Papa jadi, mulai detik ini tidak boleh nangis yah!" Pintanya Ayesha di hadapan papanya.
Sameer kembali menarik tubuh anak kandungnya itu," papa sangat menyayangimu, papa tidak akan pergi dari hidupnya Ayesha," jelasnya Sameer.
"Jadi gimana dengan mama, apa Papa tidak akan menikahi Mama lagi?" Tanyanya Ayesha yang menangkupkan kedua tangannya kedua pipinya itu.
__ADS_1
Sameer menatap ke dalam bola mata putrinya itu yang sebening tetesan embun pagi secerah sinarnya mentari," kalau masalah itu kita bahasnya di tempat lain saja jangan disini, Papa lapar sudah soalnya," ungkap Sameer lalu menarik tangan kanan putrinya itu.
"Kalau Mbak Rini datang jemput aku gimana Pa!?" Ayesha kembali melihat papanya itu yang tubuhnya cukup tinggi dan jangkung.
"Kamu tenang saja, Papa sudah menelpon nomor hpnya Mbak Rini dan dia sekarang mungkin lagi rebahan sambil baca novel karyanya Fania Mikaila Azzahrah," ujarnya Sameer seraya membukakan pintu mobil untuk putri kecilnya.
Sameer dengan telaten memasangkan seatbelt nya ke tubuhnya Ayesha, sedangkan Ayesha menurut dengan tenang hingga sabuk pengaman itu terpasang dengan pas di tubuh kecilnya Ayesha yang cukup tinggi padahal usianya baru 7 tahun.
"Kamu mau makan apa sayang? Mau makan di rumah atau di luar saja?" Tanyanya Sameer sambil mulai melajukan mobilnya menuju jalan raya meninggalkan depan sekolah Athirah Makassar.
"Terserah dari Papa saja, maunya dimana karena aku tidak pilih makanan sih papa, yang penting halal dan bersih," balasnya Ayesha yang lagi asyik memainkan hpnya.
"Kalau gitu vke Mall saja sekalian Papa ingin beliin kamu mainan dan pakaian yang banyak, apa kamu setuju dengan usulan idenya Papa!" Sameer masih setia fokus mengemudikan mobilnya walaupun sesekali mengajak putrinya berbincang-bincang.
Sameer menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari anaknya," emangnya kenapa sayang, apa kamu menginginkan barang-barang lain?" Tanyanya Sameer lalu sekilas melirik ke arah hpnya Ayesha.
"Kasihan juga putriku, ini semua salahku sehingga hidup anakku pas-pasan tapi, aku bangga pada Nada walaupun hidup sebatang kara tapi, tidak pernah sedikitpun berniat untuk berbuat hal-hal yang tidak baik untuk dilarang oleh Allah SWT padahal dia besar di panti asuhan dan memilih untuk hidup mandiri dan aku bangga karena walaupun pemasukannya sedikit tapi, ia juga menyisihkan sebagian rezekinya untuk saudaranya di panti asuhan," batinnya Sameer.
Ayesha ingin meminta dibelikan hp tapi ia mengurungkan niatnya karena ia kembali teringat dengan perkataan mamanya yang selalu mengatakan belilah barang apapun itu sesuai dengan apa yang kamu butuhkan walaupun kita punya uang lebih dan lebih baik disumbang pada orang yang sangat membutuhkan.
"Aku tidak akan meminta apapun sama papa kecuali kalau papa sendiri yang beliin itu mah enggak boleh ditolak itukan rezeki anak sholehah," batinnya Ayesha dengan senyuman liciknya itu.
__ADS_1
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di Mall Panakkukang Makassar, awalnya mereka berniat ingin ke mall yang ada di daerah Tanjung Makassar tapi, jaraknya dari sekolahnya Ayesha cukup terbilang jauh.
"Ayo kita turun, lest go baby!" Ucapnya Sameer saat merangkul pundak princesnya itu.
Sameer terlebih dahulu ke restoran favorit nya. Mereka akan makan makanan khas Korea Selatan. Sameer memilih meja yang sedikit privat agar ia bisa berbicara leluasa dan bebas dengan anaknya tentang rencananya untuk mendekati Nada Atiillah Ahmad calon istrinya agar bisa kembali bersatu dan melanjutkan perjodohan dan pertunagan mereka lagi yang sempat putus gara-gara kejadian silam kesalahan dimasa lalunya.
"Ayesha, boleh tanya sesuatu enggak?" Tanyanya Sameer setelah mengunyah makanannya itu.
Ayesha menatap ke arah papanya sambil memilih makanan yang sudah mateng di dalam panci yang berbentuk kotak itu.
"Papa ingin tanya apa sama aku?" Ayesha menikmati makanannya yang jarang ia nikmati karena keuangan mamanya pas-pasan saja.
"Kamu tahu enggak ulang tahunnya Mama Nada sayang?' Sameer menyimpan sebentar sumpitnya.
"Kalau tidak salah bulan depan Papa tanggal 10," jawab Ayesha.
Sameer tersenyum tipis, "Seriusan! Kalau gitu apa kamu bisa membantu Papa untuk mendapatkan kembali kepercayaan dan kasih sayangnya mama!" Pintanya Sameer.
Ayesha tersenyum sumringah mendengar perkataan dari papanya itu lalu menyilangkan sumpitnya di depan dadanya," kenapa harus repot-repot untuk mengejar kasih sayangnya Mama, kalau boleh aku jujur, Mama itu masih sayang sama Papa kok buktinya Mama nyimpan fotonya papa di kamarnya, di dalam dompetnya dan juga wallpaper kontak dari aplikasinya Mama itu semua fotonya papa loh!" Ungkapnya Ayesha yang kembali menyumpit makanannya ke dalam mulut kecil dan imutnya itu.
Apa yang dijelaskan oleh Ayesha membuat wajahnya Sameer memerah dan tersenyum bahagia mendengar kenyataan itu dari mulut putrinya sendiri. Sameer dibuat salah tingkah dengan kejujuran Ayesha.
__ADS_1
Ayesha diam-diam memperhatikan dengan seksama perubahan raut wajah papanya itu lalu tersenyum penuh arti," ya elah ternyata seperti ini yah mimik wajah dan tingkahnya orang besar jika jatuh cinta, baiklah aku akan menyatukan papa dengan mama apapun alasannya dan caranya aku akan berikan yang terbaik untuk hubungan kalian berdua, aku janji aku tidak ingin melihat mamaku sedih dan harus hidup sendirian mulu," gumam Ayesha.