
Rumah itu bukannya dihiasi dengan banyak balon seperti kondisi latar ulang tahun seperti kebanyakan orang lain. Tapi, bunga mawar dengan berbagai jenis dan warna yang menghiasi ruang tamu rumah itu dan balon hanya sebagai aksesoris pelengkap saja.
"Ayo Mbak Nada terima saja, apa Mbak enggak takut dengan tikung sama wanita lain!" Pekiknya Mbak Rini.
"Iya itu benar sekali Mbak Nada,kalau aku langsung jawab Yes saja tak pakai mikir lagi!" Timpalnya Mbak Yuni.
Ayesha segera menyentuh lengan mamanya itu dan menatap penuh harap ke arah mamanya.
"Bismillahirrahmanirrahim…" lirihnya Nada.
Nada memperhatikan raut wajahnya semua orang yang hadir terutama putrinya itu. Nada tidak ingin melihat kesedihan diraut diwajahnya Ayesha putri tercantik dan tersayangnya. Nada terakhir memperhatikan wajah pria yang sudah berlutut di hadapannya dengan menggenggam tangannya dan sebuah kotak buludru.
Nada tersenyum tipis,"Aku bersedia menjadi pasangan hidupnya Mas Sameer Elrumi Sungkar hingga maut memisahkan kita," jawab Nada dengan penuh keyakinan.
Setelah mendengar perkataan dan sekaligus jawaban dari mulutnya Nada tanpa ragu Sameer berdiri secepatnya dan memeluk erat tubuhnya Nada saking bahagianya.
Senyuman sedari tadi mulai tersungging di sudut bibirnya Sameer, ia sangat bahagia karena perjuangannya beberapa bulan ini membuahkan hasil. Apa yang dilakukannya tidak sia-sia.
__ADS_1
"Makasih banyak sayang, aku sangat bahagia mendengar jawabanmu, pasti Nenek akan bahagia mendengar berita gembira ini," ungkap Sameer.
Nada tak segan membalas pelukan dari calon suaminya itu. Semua orang yang hadir tersenyum penuh kebahagiaan dan tidak menyangka jika Nada akan dipersunting oleh Sameer pria berasal dari Ibu kota Jakarta dengan keturunan Tionghoa, Indonesia dan timur tengah itu. Pria yang sudah menaburkan benih kedalam rahimnya sehingga mereka memiliki seorang putri.
Sameer melepas pelukannya di tubuhnya Nada lalu berucap," aku Sameer Elrumi Sungkar sangat bahagia karena wanita yang sudah lama aku cintai sudah bersedia untuk aku halalkan dan aku meminta sama kalian Insya Allah hari jumat nanti tanggal 16 Desember untuk menjadi saksi akad nikah kami berdua!" Jelasnya Sameer.
Nada yang mendengar perkataan dan penuturan calon suaminya segera mengarahkan pandangannya ke arah Sameer yang hanya tersenyum tipis.
"Bukannya itu terlalu cepat Mas, enam hari dari sekarang itu bagaimana bisa mempersiapkannya,"sanggahnya Nada.
"Tidak, kamu cukup persiapkan dirimu dengan baik menanti hari pernikahan kita karena semua persiapan hampir selesai, jadi Mas harap kamu jangan risaukan semuanya,tenang saja karena Mas sudah atur semuanya dengan baik," imbuhnya Sameer.
"Alhamdulillah, berarti kita sebagai temannya Mbak Nada harus jahit pakaian seragam kalau seperti ini, tapi dalam waktu enam hari apa selesai yah?!" Pungkasnya Amelia.
"Iya waktunya sangat mepet dan singkat apa lagi belum gajian bulan ini," timpalnya Ratu yang tersenyum malu-malu.
Sameer tersenyum ramah," kalian tidak perlu khawatir dengan semua itu, insya Allah kalian cukup persiapkan diri kalian untuk hadir di acara tersebut karena Mbak Rini yang akan atur semuanya untuk kalian," ungkapnya Sameer.
__ADS_1
"Iya benar sekali,kalian cukup beritahu saya ukuran pakaian yang kalian pakai dan berapa orang yang mau Ikut jadi penyelenggara acara seperti pagar ayunya dan pagar betisnya," tutur Mbak Rini.
"Apa kalian tidak ada yang capek dan lapar kalau seperti ini kita sebaiknya nikmati masakan yang sudah dipersiapkan oleh Tuan Muda Sameer lalu lanjut ceritanya lagi," guraunya Mbak Yuni yang berjalan ke arah meja makan di mana di atas meja tersebut sudah tersaji dan terhidang berbagai macam jenis masakan yang pasti menggugah selera makan mereka.
Semua tertawa penuh kebahagiaan, tapi Nada masih sedikit bertanya-tanya melihat kedekatan calon suaminya dengan Ayesha anaknya itu. Mereka berkomunikasi dan berinteraksi seperti layaknya papa dan anaknya yang tidak pernah terpisah dalam waktu yang lama.
"Mbak Nada, sebagian anak-anak di toko aku ajak gabung dengan kita malam ini, enggak apa-apa kan?" Tanyanya Denni yang berharap apa yang direncanakannya itu tidak mendapatkan penolakan dari Sameer dan Mbak Nada sendiri.
Nada baru ingin berbicara untuk menjawab pertanyaan dari Denni langsung didahului oleh Sameer yang masih duduk di samping kanannya Nada dengan tangannya masih setia menggenggam tangannya Nada.
"Silahkan berapa banyak orang pun tidak masalah, mau panggil istri, pacar, suami, sahabat, selingkuhan, tetangga dan anggota keluarga kalian saya dan calon istriku sama sekali tidak permasalahkan hal tersebut malahan kami bahagia, iya kan sayang!?" Sameer menatap dengan penuh kasih sayang ke arahnya Nada Atiillah Ahmad.
Semua orang yang mendengar perkataan dan penjelasan Sameer tersenyum sumringah dan segera mengabari orang yang ingin mereka ajak gabung dengan mereka menikmati dan meramaikan perayaan pesta syukuran ulang tahun Nada yang ke 27 itu.
"Syukur Alhamdulillah... makasih banyak ya Allah... apa yang telah aku lakukan untuk mendapatkan kasih sayang dan cintanya Nada tidak sia-sia, aku sangat bahagia dengan kehidupanku karena aku bisa memperbaiki semua kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu," Sameer membatin.
Lamunannya buyar seketika setelah mendengar perkataan dari salah satu sahabatnya Nada yang baru saja datang.
__ADS_1
"Jadi kalau Mbak Nada sudah nikah, apa masih kerja atau berhenti atau mungkin akan ikut Mas ke Jakarta?" tanyanya Santi.
Semua orang mengarahkan pandangannya dan tatapan penuh selidik dan harap ke arahnya kedua calon manten tersebut.